Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cuaca Buruk dan Hama, Harga Cabai Rawit Tembus Rp 90 Ribu Perkilo

Bali Tribune / PEDAGANG - Nampak pedagang bumbu di pasar Amlapura Timur, Karangasem.

balitribune.co.id | Amlapura - Gagal panen dan menurunnya hasil panen petani lokal berdampak pada terus melambungnya harga cabai di pasaran. Di Pasar Amlapura Timur, Kabupaten Karangasem, harga cabai rawit merah saat ini bahkan sudah mencapai Rp. 85.000 hingga Rp. 90.000 rupiah perkilonya.

Gagal panen dan menurunnya hasil panen cabai dari petani lokal ini terjadi akibat cuaca buruk dan serangan hama, yang berdampak keras terhadap kondisi harga cabai di pasaran. Selain itu pasokan cabai ke pasar tradisional dari petani lokal juga jauh berkurang.

Kenaikan harga cabai di pasaran menurut sejumlah pedagang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup singkat, dimana dua pekan sebelumnya harga jual cabai rawit merah masih berkisar Rp. 55.000  perkilo. Sedangkan harga normal cabai rawit merah adalah Rp. 35.000 perkilo, artinya kurang dari tiga pekan kenaikan harga cabai sudah mencapai Rp. 55.000 untuk setiap kilonya.

Ni Nyoman Suarti, salah satu pedagang bumbu di Pasar Amlapura Timur, kepada media ini Mingngu (12/6/2022) mengatakan, untuk pasokan cabai ke pasar tradisional di Karangasem utamanya di Pasar Amlapura Timur, saat ini lebih banyak berasal dari Pulau Jawa, namun demikian pasokan cabai dari petani lokal masih ada namun tidak terlalu banyak.

“Kalau naiknya sudah dua kali ini pak! Sebelumnya sebelum Galungan harganya sudah naik dari Rp. 35.000 perkilo menjadi Rp. 55.000 perkilo, sekarang naik keras pak sampai Rp. 90.000 perkilonya,” ujarnya. Pasca naiknya harga cabai, banyak pembeli yang menjadi langganannya dia mengurangi jumlah pembelian, dari biasanya sekali nyari sekilo dua kilo, sekarang paling banyak setengah kilo untuk cabai kwalitas supernya.

Selain itu, pasca naiknya harga cabai ini, banyak pula pembeli utamanya para pelaku UMKM penjual makanan yang beralih ke cabai kwalitas rendah yakni yang masih berwarna hijau, untuk di campur dengan cabai kwalitas super. Diperkirakan harga cabai ini akan terus meningkat menyusul terus berkurangnya pasokan cabai dari petani lokal.

Sementara itu, cuaca buruk dan serangan hama ulat buah, membuat hektaran lahan cabai milik warga di sejumlah wilayah di Karangasem, rusak dan hasil panennya mengalami penurunan. Seperti yang dialami sejumlah petiani di Desa Muncan Kecamatan Selat dan di Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Karangasem. Serangan hama ulat buah ini telah membuat buah cabai yang masih berwarna hijau yang sudah berwarna merah membusuk.

Serangan hama ini juga membuat pohon cabai yang seharusnya bisa tiga kali berbuah ini layu dan mengering. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para petani cabai di wilayah ini untuk mengendalikan serangan hama, agar kerusakan tidak tambah parah. Salah satunya penyemprotan obat pembasmi hama.

“Kami sudah menyemprotkan obat, ya cukup lumayan bisa mengendalikan hama pelet yang menyerang lahan cabai kami. Kalau rugi ya rugi pak, dari tanam sampai sekarang saja saya saja sudah habis Rp. 2.000.000,” kesah Ni Wayan Darti, salah satu petani cabai asal Banjar Dinas Yangapi, Desa Muncan, Selat.

wartawan
AGS
Category

Diduga Terseret Arus saat Tangkap Ikan, Nelayan di Lalanglinggah Ditemukan Meninggal

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang nelayan asal Banjar Dinas Yeh Bakung I Nyoman Wiratmaja (56) yang sempat dilaporkan hilang terseret arus laut di Pantai Yeh Bakung akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban ditemukan terdampar di pesisir pantai tetangga setelah proses pencarian semalaman oleh warga dan aparat sejak Selasa (29/9/2026) malam.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

90 Ribu Kendaraan di Buleleng Tunggak Pajak

balitribune.co.id | Singaraja - Persoalan tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kabupaten Buleleng masih menjadi pekerjaan besar bagi Samsat Singaraja. Sekitar 90 ribu kendaraan roda dua dan roda empat tercatat belum memenuhi kewajiban pajaknya. Di tengah tingginya angka tunggakan tersebut, realisasi penerimaan PKB hingga kini baru mencapai 73,72 persen.

Baca Selengkapnya icon click

Empat Warga Nigeria Diamankan, Satu Nekat Kabur, Dua Ngumpet di Kamar Mandi

balitribune.co.id | Tabanan – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Tabanan mengamankan empat warga negara Nigeria yang terindikasi melanggar aturan keimigrasian di Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, seorang WNA sempat nekat melarikan diri mengendarai sepeda motor, sementara dua lainnya ditemukan bersembunyi di dalam kamar mandi kos, Rabu (23/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Penghargaan Kategori Hospitality, Service & Retail Mendorong Pengelola Kawasan Pariwisata Menjaga Kualitas Destinasi

balitribune.co.id | Mangupura - Sebagai pengelola kawasan pariwisata Nusa Dua, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menganggap penghargaan kategori Hospitality, Service & Retail dari lembaga survei atau lembaga penilaian kepada kawasan pariwisata ini merupakan tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas pengembangan dan pengelolaan destinasi.

Baca Selengkapnya icon click

Bukan Sekadar Pelengkap, WIG Dorong Gastronomi Jadi Magnet Utama Wisata Berkualitas

balitribune.co.id | Denpasar - Setelah dimulai dari Jakarta dan Bali pada 2025, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia kini membawa Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 masuk lebih dalam ke akar gastronomi Nusantara melalui Solo dan Yogyakarta. Dipilihnya Solo dan Yogyakarta karena sebagai pusat tradisi keraton, pasar lokal, dan ruang kuliner yang hidup menyatu di tengah masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.