Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Demam Berkebun dan Bertani Kompos TPA Temesi Diburu

Bali Tribune / ORGANIK - Demam Berkebun di Pandemi Covid 19, pupuk organik TPA Temesi jadi Primadona

balitribune.co.id | Gianyar - Demam Berkebun dan bertani di Pandemi Covid-19, setidaknya menggugah masyarakat untuk kembali kepertanian dan perkebunan. Di Gianyar, demam berkebun dan bertani ini tidak saja dilakoni oleh para pekerja yang dirumahkan, namun juga dari kalangan generasi muda. Menariknya lagi, trend berkebun yang mereka terapkan berkonsep ramah lingkungan yang memantangi pupuk kimia, sehingga permintaan kompos pun meningkat tajam.

Dari pantauan Bali Tribune, Kamis (29/4), proses produksi pemilahan hingga pengolahan sampah kiriman dari masyarakat menjadi pupuk organik atau kompos, hanya melibatkan sebagian  pekerja,  karen pembatasan di Pandemi  Covid-19 ini. Namun demikian, tuntutan produksinya justru meningkat seriring tingginya permintaan pupuk organik ini  dalam sebulan terakhir. “Dibandingkan sebelum wabah Pandemi Covid ini,  permintaan kompos sangat meningkat. Banyak warga yang  kini berkebun atau bertani. Tidak hanya meraka yang  dirumahkan,  justru dari kalangan anak-anak muda juga terjun ke sektor ini, ,” ungkap I Wayan Cakra dari Pihak Yayasan yang mengelola Pemilahan Sampah d TPA Temesi.

Untuk pemilihan sampah, pihaknya melakukan pemilihan sampah sekitar 30 ton perhari dengan produksi sekitar 7 ton perhari. Selama ini pemasarannya tidak hanya kepada petani di Bali namun juga sampai ke pulau  Jawa. Hanya saja, dalam kondisi sekarang, untuk memenuhi permintaan  warga lokal  saja  mulai kewalahana. Namun demikian, pihaknya belum melakukan perhitungan  mengenai prosesntase  peningkatannya, tapi  peningkatan sangat signifikan. Termasuk juga peningkatan pesanan dari wakil rakyat, yang akhirnya disumbangkan ke warga. “ Tidak hanya warga, anggota dewan juga banyak yang melakukan pemesanan yang akan dibagikan ke masyarakat secara cuma-cuma sebagai langkah motivasi agar kembali ke sektor pertanian dan perkebunan,” terangnya.

Namun sayang, di tengah tingginya permintaan,  kini pegawainya yang berasal dari luar Bali pulang ke dearah asalnya. Kini  hanya mengandalkan pegawai asal Bali yang masih kerja sekitar 22 orang. “Dengan jumlah pekerja yang menurun ini, produksi kami juga menurun. Kini hanya bisa memproduksi 2 ton perhari,” terangnya.

Lanjutnya, Hasil produksi itu dijual ke masyarakat, dengan harga Rp 1.000 per kg. Selain itu ada juga yang digratiskan sebagai promosi. Tidak hanya itu pihaknya juga memberi diskon khusus, untuk generasi muda yang membutuhkan pupuk untuk bercocok tanam. Terutama STT kalau ada yang mau kami berikan diskon. ” Mengenai kualitas,  produksi kami justru sangat diandalkan karena cocok untuk seluruh tanaman yang ramah lingkungan, untuk tanaman apapun yang penting di jaga kelembabannya, ” yakinnya.

Peningkatan permintaan pupuk organik ini juga diakui oleh  Plt Kepala DLH Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra. Bahkan banyak pihak yang melakukan permohonan bantuan pupuk ini ke DLH.  Pihaknya pun mengkau sagat bangga dan mendukung generasi muda termasuk pekerja yang terdampak COVID-19 agar mulai bercocok tanam, dengan memanfaatkan pupuk organik ini. Untuk memenuhi peminttan pupuk ini, pihaknya sudah meminta pihak yayasan untuk meningktkn produksinya dan tetap mempertahankan kualitas. “Kami sudah berkoordinasi, agar yayasan ini memberikan kemudahan kepada generasi muda yang membutuhkan pupuk kompos,” terangnya singkat.

wartawan
I Nyoman Astana
Category

Jalan Kakaktua-Pattimura Dikebut, Pemkab Buleleng Kucurkan Rp2 Miliar

balitribune.co.id | Singaraja - Keluhan warga soal jalan rusak dan banjir di kawasan padat Kota Singaraja mulai mendapat penanganan serius. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelontorkan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk merevitalisasi Jalan Kakaktua dan Jalan Pattimura, Singaraja.

Baca Selengkapnya icon click

Optimis Target Pajak Tercapai, Bupati Badung Sampaikan Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi DPRD

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan Jawaban Pemerintah terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD mengenai Raperda Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Badung Minta Pembahasan APBD Perubahan 2026 Utamakan Asas Manfaat untuk Rakyat

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan bahwa seluruh proses pembahasan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 telah berjalan sesuai dengan mekanisme dan tata tertib yang berlaku di DPRD Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Kemarau Panjang, Produksi Padi Buleleng Diprediksi Anjlok hingga 30 Persen

balitribune.co.id | Singaraja - Kemarau panjang mulai menggerus sektor pertanian Kabupaten Buleleng. Debit air yang terus menurun, ditambah kondisi saluran irigasi tersier yang belum memadai, membuat target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun terancam tidak tercapai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Armada Damkar Buleleng Sering Mogok Akibat Uzur, Bupati Sutjidra Janjikan Peremajaan Bertahap

balitribune.co.id | Singaraja -   Persoalan armada tua kembali menghantui layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Buleleng. Salah satu mobil Damkar berkapasitas 5.000 liter bahkan mengalami kehilangan as roda akibat terlepas setelah bertugas memadamkan kebakaran di Desa Ambengan, Suksada, Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Pengadaan LPJU dengan Skema KPBU, Dewan Minta Proses Dikawal

balitribune.co.id | Denpasar - Rencana pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kota Denpasar kini memasuki tahap finalisasi feasibility study (FS). Nantinya poyek tersebut akan menjadi KPBU pertama yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.