Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Dewan Cecar Pelindo Soal Reklamasi

RAKER - Pihak KSOP Pelabuhan Benoa dan manajemen Pelindo III Regional Bali Nusra saat menghadiri pertemuan di DPRD Bali, Rabu (26/9).

BALI TRIBUNE - Komisi I dan II DPRD Bali mengundang petinggi KSOP Pelabuhan Benoa dan Pelindo Benoa, ke Gedung Dewan, Rabu (26/9). Pada kesempatan tersebut, dewan mempertanyakan secara khusus mengenai reklamasi di kawasan Pelabuhan Benoa.

Pertemuan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Bali, Ketut Tama Tenaya didampingi anggota Komisi II AA Ngurah Adhi Ardhana. Hadir pula Kepala KSOP Pelabuhan Benoa Dwi Yanto dan jajaran, CEO Pelindo III Regional Bali Nusra, I Wayan Eka Saputra dan jajaran, Dinas Perhubungan Bali, Dinas Perhubungan Kota Denpasar, serta anggota DPRD Kota Denpasar, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi.

"Kami ingin tahu soal rencana pengembangan Pelabuhan Benoa. Kami juga ingin mendapatkan penjelasan terkait kegiatan pengurugan, karena ada banyak pertanyaan masyarakat soal ini," kata Tama Tenaya, saat memulai rapat tersebut.

Menurut politikus PDI Perjuangan asal Tanjung Benoa ini, penting dijelaskan secara utuh soal pengurugan ini, mengingat Gubernur Bali Wayan Koster sudah menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa. "Masyarakat bilang, katanya tolak reklamasi, tapi kok ada reklamasi?" tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Tama Tenaya juga mempertanyakan soal seluruh izin yang telah dikantongi Pelindo terkait pengembangan Pelabuhan Benoa. Demikian halnya terkait Amdal. "Katanya Amdal belum selesai," tegas Tama Tenaya.

Hal tak jauh berbeda disampaikan anggota Komisi II, AA Ngurah Adhi Ardhana. Ia mempertanyakan bangun fisik yang nantinya akan dibangun di atas lahan yang direklamasi. Selain itu, politikus PDIP asal Denpasar ini juga meminta penjelasan terkait keberadaan Restoran Akame hingga vihara di areal milik Pelindo.

"Seperti apa kerja sama pemakaian lahan itu dengan Pelindo? Retribusinya bagaimana? Kota Denpasar, Pemprov Bali, kira-kira dapat apa?" cecar Adhi Ardhana.

Ia juga mempertanyakan dampak ekonomi dari pengembangan Pelabuhan Benoa, terutama bagi daerah penyangga (Denpasar dan Badung) serta para nelayan di Serangan dan Tanjung Benoa. Terkait kapal-kapal yang bertumpuk di Pelabuhan Benoa, juga tak luput dari sorotan Adhi Ardhana.

"Kami dukung program prioritas nasional yang membawa dampak perekonomian di Bali. Tapi program itu harus mempertimbangkan kondisi di daerah, apalagi kami dengar Pelindo akan bangun hotel, minimarket," ujar Adhi Ardhana.

Sementara anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali Nyoman Tirtawan, secara khusus menyodok keberadaan kapal yang semrawut di Pelabuhan Benoa. Menurut dia, untuk menjaga citra pariwisata Bali, pelabuhan utama di Bali itu seharusnya ditata dengan baik.

wartawan
San Edison
Category

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.