Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Disingkirkan PDIP, Rai Mantra Bakal Ikuti Jejak Pastika

Rai Mantra menyampaikan kesiapan diri maju dalam Pilgub Bali 2018 mendatang di Gria Sebasari Renon Denpasar, Sabtu (31/12/2016). (yan)

Denpasar, Bali Tribune

Fenomena Pilgub Bali 2013 lalu kemungkinan akan terulang pada Pilgub Bali 2018 mendatang. Fenomena ini terutama soal pilihan politik PDIP dalam mengusung calon gubernur dan calon wakil gubernur. Pada Pilgub Bali 2013, PDIP dengan percaya diri menyingkirkan nama Made Mangku Pastika dari pencalonan.

Ketika itu, ‘banteng’ lebih memilih mengusung AA Ngurah Puspayoga sebagai calon gubernur, meskipun Pastika adalah gubernur incumbent yang diusung PDIP pada Pilgub Bali 2008. Pilihan PDIP menyingkirkan Pastika ini berakhir pahit, karena Pastika yang akhirnya ‘dipungut’ koalisi sukses tampil sebagai pemenang dengan mempecundangi Puspayoga.

Kini, fenomena serupa kembali membayangi Pilgub Bali 2018. Sebab dengan sangat meyakinkan, PDIP ogah memilih nama Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra untuk diusung sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur. Padahal, Rai Mantra adalah walikota Denpasar yang diusung PDIP pada Pilkada Kota Denpasar 2015 lalu.

Bahkan, sebelumnya pada Pilkada Kota Denpasar 2010, Rai Mantra juga diusung PDIP sebagai calon wakil walikota mendampingi Calon Walikota AA Ngurah Puspayoga. Untuk menghadapi pertarungan tahun 2018, PDIP lebih memilih nama Wayan Koster sebagai calon gubernur. Adapun untuk posisi calon wakil gubernur, Koster memilih figur Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace.

Konon, bagi Koster yang mengusung jargon Koster Bali Satu (KBS), Cok Ace memiliki kelebihan dalam banyak hal ketimbang Rai Mantra. Itu sebabnya, saat disinggung soal kemungkinan Paket KBS - Cok Ace masih bisa diutak-atik, Koster langsung menutup pintu. “Itu sudah final,” tandas Koster, di Kantor DPD PDIP Provinsi Bali beberapa waktu lalu.

Bahkan saat disentil tentang kemungkinan untuk ditandemkan dengan Rai Mantra mengingat ada beberapa aspirasi yang berkembang ke arah itu, Koster menegaskan, pihaknya sudah menghitung masak-masak. Dari berbagai pertimbangan, menurut dia, figur Cok Ace lebih menguntungkan ketimbang sosok Rai Mantra.

“Tentu semua punya pandangan sendiri. Kita pilih Cok Ace, karena punya hitung-hitungan. Cok Ace punya basis pelaku pariwisata, seniman, akademisi, budayawan, puri. PHRI juga pasti dukung. Sementara Gus Rai (Rai Mantra, red) kan hanya Denpasar,” beber Koster. Selain soal dukungan, Koster juga mempertimbangkan komitmen dalam hal kepartaian.

“Yang saya butuhkan adalah orang yang betul-betul mau terlibat dalam urusan kepartaian. Walaupun sekarang (Cok Ace) belum kader, setelah terpilih wajib aktif dalam seluruh kegiatan kepartaian. Dan sudah ada komitmen tentang itu,” tegasnya. Pertimbangan lain dirinya lebih memilih Cok Ace daripada Rai Mantra, karena kebutuhan akan sinkronisasi di pemerintahan.

Demikian halnya dalam urusan publik. “Untuk urusan partai juga harus sinkron,” pungkas Koster. Dengan kondisi ini, maka dapat dipastikan bahwa Rai Mantra sudah tak mendapat tempat lagi di PDIP. Namun demikian, mencermati aspirasi dan dinamika di arus bawah, sejumlah partai politik justru membuka pintu lebar-lebar bagi Rai Mantra.

Bahkan beberapa partai politik sudah menegaskan komitmennya untuk mendukung dan mengusung Rai Mantra pada Pilgub Bali 2018. Sebut saja Partai Gerindra, Partai NasDem dan PKPI. Lantas, apakah dengan potret ini Rai Mantra akan mengikuti jejak Mangku Pastika yang ditendang PDIP namun akhirnya tampil sebagai pemenang di Pilgub Bali? *

wartawan
San Edison

Dinas Kesehatan Temukan 10 Kasus Influenza A di Denpasar, Seluruh Pasien Dinyatakan Sembuh

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar mencatat sebanyak 10 kasus Influenza A sepanjang periode Januari hingga September 2026. Seluruh pasien yang terkonfirmasi positif dilaporkan telah sembuh dan kembali beraktivitas normal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tak Segera Direlokasi, Pemkab Tabanan Ancam Putus Kabel Utilitas di Jalan Gajah Mada

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengeluarkan surat peringatan terakhir kepada seluruh penyedia jasa telekomunikasi (provider) yang menggelar jaringan utilitas di Jalan Gajah Mada, Kawasan Alit Saputra, dan sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click

Gandeng Poltrada Bali, Astra Motor Gelar Edukasi Safety Riding Bertajuk "Safe Ride, Safe Life"

balitribune.co.id | Tabanan – Astra Motor Bali bersama PT Astra Honda Motor (AHM) menggelar seminar Safety Riding bertajuk “Safe Ride, Safe Life: Membangun Generasi Muda Pelopor Keselamatan Transportasi” di Kampus Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali, Tabanan, Jumat (25/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Tertibkan Enam Warung Kumuh di Jalan Gatot Subroto Barat

balitribune.co.id | Mangupura - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung melaksanakan penertiban terhadap sejumlah warung yang berdiri di sepanjang Jalan Gatot Subroto Barat, tepatnya di kawasan perbatasan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Usut Kasus Dugaan Penipuan, Polda Bali Geledah Toko Emas Divine dan PT Emas Now

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali melakukan penggeledahan dan penyitaan di Toko Emas Divine serta PT Emas Now yang berlokasi di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan No. 8, Renon, Denpasar.

Langkah hukum ini diambil menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang melibatkan kedua perusahaan tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.