Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

FOKUS : Ironi Kemiskinan Gianyar

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Secara kasat mata, banyak yang menyangka Gianyar adalah Kabupaten terkaya di Bali. Bisnis kreatif berupa produk-produk seni bernilai miliar rupiah,  Bali Bird Park,  Taman Safari,  hotel berbintang 5 plus,  Pasar Seni Sukawati dan kampung wisata dunia bernama Ubud yang terkenal itu,  membuat persepsi publik Bali terhadap Gianyar demikian makmur.

Ternyata kondisi yang sebenarnya tidak demikian.  Angka kemiskinan di kabupaten seni itu di bawah rata-rata provinsi.  Fakta itu yang mengejutkan Pejabat Bupati Gianyar,  I Ketut Rochineng saat bertahap muka dengan anggota DPRD setempat. 

Maklum,  Rochineng adalah pejabat baru di Gianyar.  Dia beranjak dari jabatannya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali untuk mengisi jabatan (pejabat sementara) yang ditinggal AA Gede Agung Bharata. 

Tentang jumlah penduduk,  data statistik tahun 2017 menunjukan,  penduduk Bali saat ini sebanyak 4.246.000 jiwa.  Dari jumlah itu,  angka KK miskin mencapai 4,25%. Sedangkan Gianyar dengan jumlah penduduk 492.002 jiwa (2017), angka kemiskinan mencapai 4,46%. Artinya,  kemiskinan di Gianyar melampaui rata-rata provinsi. Pertanyaannya,  kemana dana APBD Gianyar yang mencapai Rp.  2,1 triliun? Bukankah dengan APBD sebesar itu,  harusnya angka kemiskinan Gianyar tidak lebih buruk dari Provinsi Bali.

Pertanyaan ini yang menuntut arah analisis kita kepada soal pemerataan.  Bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tajam, namun jika pemerataan pembangunan masih ada persoalan, maka kantong kemiskinan akan mengkritik pada sekelompok orang yang kurang memiliki atau diberi akses kepada pertumbuhan ekonomi tersebut.

Kita tidak lagi terjebak dalam pola klasik yang berorientasi pada pertumbuhan dengan mengharapkan kemakmuran terdistribusi secara mekanis melalui proses merambah ke bawah (trickle down effect). 

Kenyataan hari ini,  dalam sistem ekonomi yang cenderung liberal dimana negara hanya mengandalkan mekanisme pasar, pemerintah mesti mengintervensi demi pemerataan.

Dengan demikian,  apa yang akan dilakukan pejabat bupati Gianyar yakni dengan mengerahkan petugas melakukan pendataan secara detil by name by addres, akan ketahuan masalahnya dan apa solusinya.

Pemikiran taktik pejabat bupati ini tampaknya akan menguras energi namun hasilnya akan lebih riil daripada hanya berkutat pada angka-angka statistik yang sering mengalami bias di lapangan.

Hanya dengan cara itu, kekaguman kita tentang kemewahan hotel berbintang 5 plus,  gemerincing dolar di kampung Ubud,  keagungan karya seni bernilai tinggi dan keramaian pasar Sukawati,  tidak menjadi Ironi bagi masa depan Gianyar. 

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Dari Jurnalis untuk Suwat, Nonok Usung Kepemimpinan yang Turun ke Masyarakat

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah 14 tahun berada di bawah kepemimpinan yang sama, Desa Suwat kini memasuki momentum penting untuk menentukan arah baru. I Putu Darmendra alias Nonok (38) maju sebagai calon Kepala Desa Suwat dengan membawa semangat perubahan melalui gerakan LAGAS, Lan Bangun Suwat Sareng-Sareng.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Gus Par Ajak Warga Kubu Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

balitribune.co.id I Amlapura - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Bupati Gus Par secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat dalam Upaya Mencegah Kebakaran Lahan di Kecamatan Kubu, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kubu, Senin (31/8/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jalan di Desa Gelap Gulita, Dewan Pertanyakan Anggaran LPJU Rp15 Miliar

balitribune.co.id I Bangli - Masalah  penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Bangli yang masih terfokus pada satu wilayah, mendapat  sorotan tajam dari legislatif. Anggota DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa, mempertanyakan pengelolaan dana penerangan jalan yang disebut mencapai sekitar Rp15 miliar, namun  disalah satu sisi kondisi sejumlah jalan terutama  di kawasan pedesaan justru masih minim penerangan atau gelap gulita.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.