Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Hari Kependudukan Dunia, Generasi Muda Harus Membentuk Diri Sejak Dini

koalisi
Bali Tribune / Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Bali, DR. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE, M.Si (kanan)

balitribune.co.id | Denpasar - Menyambut hari kependudukan dunia pada 11 Juli 2026, Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Provinsi Bali, DR. I Gusti Wayan Murjana Yasa, SE, M.Si meminta para generasi muda harus membentuk diri sejak dini menjadi generasi mandiri kedepan. Hal ini disampaikan Murjana Yasa pada perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 33 Tahun 2026 di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). 

"Membentuk diri menjadi menjadi pemuda - pemuda yang taguh. Agar kelak menjadi dewasa dan  lansia pun, menjadi lansia yang tangguh di dalam keluarga mereka," ujarnya.

Dikatakan Murjana Yasa, saat ini isu - isu global sangat luar biasa dan dampaknya juga sangat luar biasa termasuk kepada generasi muda kita. Untuk itu, generasi muda kita memerlukan partisipasi aktif semua pihak untuk mengajak bicara generasi muda tentang berbagai tantangan isu - isu global dan program - program global mereka harus tau. 

"Hari ini kita memperingati Harganas dengan tema "Ayah Harus Hadir". Ini sangat luar biasa sekali, transformasi kedepan harus kita lakukan. Kehadiran ayah bukan hanya hadir secara fisik tetapi anak merasakan kehadiran seorang ayah seutuhnya. Seorang anak harus mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah. Kalau dulu, peran seorang ayah hanya soal finansial sedangkan urusan rumah tangga adalah ibu. Tetapi tranformasi kedepan, peran ayah dan ibu setara dalam rumah tangga. Ayah juga harus berperan dalam rumah tangga dan finansial. Anak remaja dan menjadi dewasa adalah tanggung jawab kita semua," katanya. 

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, DR. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S mengatakan, secara sosiologis, Indonesia masih menghadapi tantangan budaya fatherless country, di mana sosok ayah sering kali hadir secara fisik namun absen secara psikologis dan emosional karena terjebak dalam konstruksi sosial lama yang menempatkannya sebatas sebagai pencari nafkah. Padahal, berbagai riset psikologi modern membuktikan bahwa keterlibatan aktif seorang ayah (father involvement) dalam pengasuhan harian memiliki korelasi positif yang sangat kuat terhadap perkembangan kognitif, kestabilan emosi, dan kepercayaan diri anak. 

lihat foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, DR. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., M.A.R.S

"Di sisi lain, ayah yang hadir secara utuh dan suportif terbukti mampu menurunkan tingkat stres ibu pasca melahirkan, yang secara tidak langsung berkontribusi besar pada keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan pencegahan stunting. Melalui jalinan aspek pembangunan dari desa, percepatan penurunan stunting, optimalisasi bonus demografi, hingga reorientasi peran penting ayah di dalam rumah," ungkapnya.

Tema peringatan Harganas ke - 33 Tahun 2026 "Ayah Wajib Hadir” ini bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Tetapi merupakan sebuah gerakan kolektif dan masif untuk menyatukan gerak langkah pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas keluarga. 

"Setiap hari yang terbuang tanpa adanya pendampingan dan edukasi yang tepat bagi keluarga adalah peluang yang hilang untuk menyelamatkan masa depan seorang anak. Oleh karena itu, menggerakkan seluruh elemen masyarakat melalui momentum Harganas ini menjadi sangat mendesak untuk dilakukan," kata Sukardiasih.

Rangkaian demi rangkaian kegiatan peringatan Harganas yang sudah dilakukan memiliki tujuan, antara lain mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan anak sehari-hari di rumah, meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi dan pengasuhan 1.000 HPK untuk menurunkan angka stunting, memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengimplementasikan program pembangunan keluarga yang selaras dengan Asta Cita Nomor 6, memberikan apresiasi kepada keluarga-keluarga inspiratif yang berhasil membangun ketahanan keluarga secara mandiri. 

"Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan kerjasama Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dengan Mitra Kerja (Universitas Ngurah Rai, Universitas Dhyana Pura, Institut Desain dan Bisnis Bali, Yayasan Sahajja, Fakultas Kedokteran Universitas Dhyana Pura, dan Badan Zakat Nasional Provinsi Bali. Selain itu, penandatanganan perjanjian kerjasama Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dengan Prodi Kesehatan Masyarakat dan Prodi Kedokteran Universitas Dhyana Pura dan Bantuan Gerakan Orang Tua Asuh (Genting) berupa Bedah Rumah KRS dari IDI Cabang Tabanan," terangnya.

Sementara Sekda Provinsi Bali yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, DR. I Wayan Ekadina, S.E., M.Si mengatakan, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran strategis sebagai pondasi utama bangsa. Dalam keluarga terbentuk karakter, nilai nilai moral, budaya dan kualitas sumber daya manusia yang menjadi penentu kemajuan suatu negara. Oleh karena itu, pembangunan keluarga menjadi salah satu investasi jangka panjang yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing. Harganas ke-33 Tahun 2026 mengusung tema ‘’Ayah Wajib Hadir’’ menegaskan pentingnya keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan dan tumbuh kembang anak.

Tema ini menjadi refleksi bahwa pembangunan keluarga yang berkualitas memerlukan kemitraan yang setara antara ayah dan ibu dalam menjalankan fungsi keluarga. Kehadiran ayah tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga secara emosional, psikologis, dan sosial dalam mendampingi anggota keluarga. Keterlibatan aktif, kehadiran fisik, dan kedekatan emosional seorang ayah dalam proses pengasuhan anak adalah faktor determinan bagi pembentukan struktur kepribadian dan kestabilan emosi anak anak kita. Kita tidak boleh membiarkan anak anak kita tumbuh dalam fenomena yang disebut “Fatherless country” sebuah kondisi dimana secara fisik ayah mereka ada di rumah, namun secara psikologis dan spiritual sosok ayah itu absen dari kehidupan anak. 

"Anak - anak yang kehilangan figur ayah cenderung tumbuh dengan kerentanan emosional, kurang percaya diri, dan lebih rentan terpengaruh oleh hal - hal negatif di luar rumah," ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini Bangsa Indonesia sedang berada di jendela peluang historis yang sangat langka yang disebut dengan bonus demografi. Namun bonus demografi ini bisa menjadi bencana demografi yang mengerikan jika kita gagal mengelolanya. Jika ledakan penduduk usia produktif ini tidak memiliki kualitas, tidak memiliki daya saing, tidak memiliki keahlian, dan menderita beban kesehatan dan mental, maka yang terjadi bukanlah pertumbuhan ekonomi melainkan ledakan atas pengangguran, angka kriminalitas yang meningkat, dan runtuhnya stabilitas nasional. 

"Salah satu upaya yang dapat kita lakukan adalah memastikan bahwa anak -  anak yang lahir di Indonesia adalah anak -  anak yang sehat fisik dan cerdas secara kognitif. Kita harus menuntaskan perang kita terhadap stunting," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasi bagi Perwakilan BKKBN Provinsi Bali yang secara konsisten melaksanakan salah satu program prioritas nasionalnya, yaitu "GENTING". Genting merupakan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, dimana diharapkan peranan dari seluruh sektor tidak hanya pemerintah untuk terlibat dalam intervensi bagi keluarga beresiko stunting. Pemerintah Provinsi Bali, menghimbau kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah secara pribadi untuk terlibat dalam gerakan orang tua asuh cegah stunting ini. 

"Kami sangat mengapresiasi bagi organisasi profesi yang terlibat dalam gerakan ini sebagaimana yang telah kita saksikan tadi secara bersama sama, IDI Cabang Tabanan melalui bedah rumah untuk keluarga berisiko stunting (KRS)," pungkasnya.

wartawan
RAY
Category

Wadahi Kreativitas Seni Generasi Muda Denpasar, Arya Wibawa Buka Parade Gong Kebyar dan Baleganjur

balitribune.co.id | Denpasar - Gelaran tahunan Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (23/10/2026). 

Baca Selengkapnya icon click

Kota Tabanan atau Singasana? Dua Identitas, Satu Kebanggaan

balitribune.co.id | Tabanan – Penataan kawasan Jalan Gajah Mada, Tabanan tidak sekadar menghadirkan wajah kota yang lebih tertata dan menarik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas, meneguhkan kebanggaan, serta merefleksikan perjalanan sejarah Kabupaten Tabanan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Toleransi Umat Beragama di Subak Babakan Bayuh, Dua Agama Harmonis Jaga Kelestarian Alam

balitribune.co.id | Negara - Keberagaman dan toleransi beragama terpancar kuat dari setiap jengkal tanah jegog Jembrana. Seperti kebersamaan umat Hindu dan Muslim yang tergabung sebagai petani pengempon Subak Babakan Bayuh, Desa Sangkaragung, menggelar tradisi lima tahunan Tasyakuran Mushola At-Taqwa di Subak Babakan Bayuh  Kelurahan Sangkaragung Jembrana, Minggu (25/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click

SMAN 2 Abiansemal Tonjolkan Prestasi Siswa, Dari Karya Ilmiah hingga Lolos IPB

balitribune.co.id | Mangupura - SMA Negeri 2 Abiansemal menunjukkan potensi siswa melalui berbagai prestasi dan inovasi di bidang pendidikan. Mulai dari karya tulis ilmiah, kepedulian terhadap lingkungan melalui TPS 3R, hingga keberhasilan salah satu siswinya menembus Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sekaa Teruna Tak Sekadar Pelestari Budaya, Pemuda Didorong Aktif Bangun Desa Adat

balitribune.co.id | Mangupura - Sekaa Teruna Teruni (STT) memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan desa adat, melestarikan budaya Bali, serta membangun solidaritas di tengah masyarakat. Organisasi kepemudaan ini juga diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, mengembangkan kreativitas, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Mengamuk di Kediri, WNA Tiongkok Ditempatkan di Rudenim

balitribune.co.id | Tabanan – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tabanan memindahkan seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial LQ (34) ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Selasa (20/10/2026).

Upaya detensi ini diambil setelah pria asing tersebut diamankan petugas usai dilaporkan mengamuk di kawasan pemukiman warga Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.