Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

HNSI Tabanan Usulkan Legalkan Lobster di Bawah 200 Gram

Bali Tribune/ I Ketut Arsana Yasa
balitribune.co.id | Tabanan - Nelayan di Tabanan meminta pemerintah mengizinkan penangkapan dan penjualan lobster berukuran sekitar 100 gram, di bawah ketentuan saat ini, mengingat sebagian besar tangkapan nelayan berukuran 100 gram-200 gram per ekor.
 
Berdasarkan data dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan, jumlah tangkapan lobster dari nelayan kebanyakan ukuran dibawah 200 gram mencapai 87 persen, sedangkan yang layak untuk ekspor hanya 13 persen saja. Maka kalau dihitung kerugian nelayan setiap hari mencapai 1,7 milliar. Untuk itu para nelayan ini menginginkan agar lobster yang ukuran 200 gram kebawah bisa dijual secara legal untuk pasar lokal, yang tujuannya untuk mendapatkan nilai tambah demi kesejahteraan para nelayan.
 
Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan I Ketut Arsana Yasa alias Sadam, sudah melakukan pendekatan dengan Gubernur Bali sebagai Pimpinan Daerah dan Kapolda Bali sebagai keamanan Bali. Dimana misi tersebut bertujuan untuk meminta izin agar lobster tangkapan nelayan yang ukurannya dibawah 200 gram bisa dijual di pasar lokal, karena ukuran lobster tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) nomor 56, tidak boleh diekspor, bahkan tidak boleh ditangkap atau dijual. 
 
Sadam menambahkan, kalau lobster yang ukuran di bawah 200 gram diberikan izin untuk dijual di pasar lokal, maka akan memberikan hasil tambah yang luar bias bagi nelayan. Apalagi kalau lobster tersebut dijual kepada para wisatawan, sebagai salah satu kuliner lokal bali, tentu akan sangat berdampak bagi penghasilan nelayan kita. "Karena trend tamu makan lobster itu makanna elit, banyak wisatawan ingin menikmati lobsternya Bali, kenapa kita tidak angkat kearifan lokal kita, angkat  kuliner lobster Bali kita jual kepada para tamu. Kalau itu bisa dilakukan maka pendapatan nelayan tetap terjamin, maka akan berdampak pada kesejahteraan nelayan kita," ungkapnya, Rabu (8/5).
 
Sadam meminta kepada Gubernur dan Kapolda Bali memberikan kebijakan kepada masyarakat pesisir, agar nantinya tidak sampai melanggar hukum. Karen dengan kebijakan tersebut memberikan dampak bagi kesejahteraan nelayan. Selama ini, karena legalnya belum ada, para nelayan terpaksa kucing-kucingan dengan petugas, dan pada akhirnya mereka juga ada beberapa yang ditangkap karena melanggar Permen KP tersebut. Kendatipun, hasil dari kucing-kucingan dengan petugas hasil yang didapatkan tidak sebeberapa, mereka terpaksa melakukan itu karena faktor ekonomi. “Hasil tangkapan nelayan itu stabil. Dari catatan saya sejak 1997, 2001, 2007, hingga sekarang sangat stabil. Artinya, ketersedian lobster yang ada di laut itu tidak mengalami kepunahan. Hal ini juga sesuai dengan hasil kajian dari IPB dan juga Menko Maritim pada September 2015 di Paradiso Sanur, di mana hasil kajian tersebut menyatakan bahwa riset laut di Tabanan itu ternyata belum memenuhi ambang batas penangkapan. Jadi masih layak melakukan penangkapan dengan alat tangkap tradisional,” bebernya.
 
Saat ini kata dia untuk lobster ukuran 200 gram keatas atau yang layak ekspor berada diangka Rp 435.000 per kilogramnya, sedangkan untuk lobster dibawah 200 gram biasanya dijual Rp 100.000 sampai Rp 150.000 per kilogramnya. Sedangkan dalam sekali melaut nelayan hanya mendapat 1 sampai 2 kilogram lobster. Sehingga Sadam memprediksi Rp 1,7 Miliar pendapatan nelayan di Tabanan yang jumlahnya 1.086 orang hilang per harinya akibat Permen KP 56 tersbeut. "Kalau begini jelas nelayan mengeluh, coba kalau lobster dibawah 200 gram harganya sama dengan 200 gram diatas ya biaya operasional  mereka akan kembali," lanjutnya.
 
Sedangkan kenyataannya kini lobster yang bisa diekspor didapatkan nelahan hanya sekitar 13 persen. Jika begini terus maka nelayan tradisional akan mati.uni
wartawan
Komang Arta Jingga
Category

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Prosesi Ngajum Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Ngajum serangkaian Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana Desa Adat Serangan, yang diselenggarakan di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

HUT ke-27 Dian Kemala PP Polri Bali: Suweta Berharap Anggota Semakin Solid dan Berkontribusi

balitribune.co.id | Denpasar - Dian Kemala Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Daerah Bali memperingati hari jadi ke-27 di Kantor PP Polri Daerah Bali, Senin (14/9/2026). Melalui momentum ini, organisasi wadah purnawirawan dan istri purnawirawan Polri tersebut diharapkan semakin matang, solid, serta memperkuat kebersamaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sempat Menilai Ada Kejanggalan, Keluarga Akhirnya Ambil Jenazah Nelayan Asal Desa Cupel untuk Dimakamkan

balitribune.co.id | Negara - Meski sempat menilai ada kejanggalan, pihak keluarga akhirnya memutuskan mengambil jenazah I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara dari RSUD Negara untuk dimakamkan, Senin (14/9/2026) pagi. 

Sebelumnya, pihak keluarga terpaksa menyeberang ke perairan Banyuwangi untuk membongkar kembali makam korban yang sempat dikuburkan secara sepihak di pesisir Alas Purwo.

Baca Selengkapnya icon click

Mobil Elf Bawa 18 Wisatawan Terbakar di Baturiti

balitribune.co.id | Tabanan - Satu unit mobil Elf berpelat DK 7827 AI yang membawa 18 orang wisatawan lokal terbakar di jalur Denpasar-Singaraja, tepatnya di depan Kantor UPTD Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Pemprov Bali, Banjar Pekarangan, Desa/Kecamatan Baturiti, pada Senin (14/9/2026) siang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HIMKI Bidik Indonesia Jadi Pusat Mebel dan Kerajinan Dunia

balitribune.co.id | Badung - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di Badung, Senin-Rabu, 14-16 September 2026. Forum tiga tahunan ini menjadi momentum penting bagi HIMKI untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan strategi menghadapi perubahan industri global.

Baca Selengkapnya icon click

Gara-gara Bakar Sampah Sisa Pengabenan, Areal Hutan Batur Ikut Terbakar

balitribune.co.id | Bangli - Kebakaran terjadi di tempat pembuangan sampah bekas upacara pengabenan yang berlokasi di sebelah utara wantilan Tunon, Desa Adat Batur, Kintamani Bangli pada Minggu (13/9/2026) sekira pukul 14.00 wita. Api yang membesar hingga melahap areal hutan seluas kurang lebih 2 are.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.