Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Inflasi Bali 2025 Tetap Terjaga

infografis
Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Inflasi Provinsi Bali sepanjang 2025 berhasil dijaga dalam rentang sasaran nasional. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada 5 Januari 2026, inflasi gabungan kabupaten/kota di Bali pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,70 persen secara bulanan (month to month/mtm), meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,40 persen (mtm).

Secara tahunan, inflasi Bali pada Desember 2025 mencapai 2,91 persen (year on year/yoy), naik dari 2,51 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Meski meningkat, inflasi Bali tetap berada dalam sasaran nasional 2,5±1 persen dan tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 2,92 persen (yoy).

Capaian tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Bali yang pada 2025 diprakirakan tumbuh di batas atas kisaran 5,0–5,8 persen (yoy), mencerminkan keseimbangan antara pemulihan ekonomi dan stabilitas harga.

Secara spasial, seluruh kabupaten/kota di Bali mengalami inflasi bulanan pada Desember 2025. Denpasar mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 3,45 persen (yoy) dengan inflasi bulanan 0,38 persen (mtm). Tabanan mengalami inflasi bulanan 1,02 persen (mtm) atau 2,70 persen (yoy), disusul Singaraja sebesar 0,69 persen (mtm) atau 2,51 persen (yoy). Sementara itu, Badung mencatat inflasi bulanan tertinggi secara mtm sebesar 1,12 persen, dengan inflasi tahunan 2,37 persen (yoy).

Tekanan inflasi di Bali terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seiring keterbatasan pasokan akibat curah hujan tinggi di sejumlah daerah sentra produksi. Secara komoditas, kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, tomat, serta jasa pemeliharaan menjadi pendorong utama inflasi Desember 2025. Namun, tekanan tersebut tertahan oleh penurunan harga canang sari, kangkung, cabai merah, beras, dan tongkol diawetkan.

Ke depan, sejumlah risiko inflasi tetap perlu diwaspadai, antara lain meningkatnya permintaan barang dan jasa selama periode libur tahun baru serta berlanjutnya kenaikan harga emas dunia. Selain itu, puncak musim hujan berpotensi mengganggu produksi hortikultura dan distribusi, sekaligus meningkatkan risiko serangan hama tanaman. Kondisi ini perlu diantisipasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Idulfitri dan Nyepi pada triwulan I 2026.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui implementasi strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif. Strategi ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu stabilitas pasokan, efisiensi distribusi, dan penguatan regulasi, serta diperluas melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, Senin (5/1/2026), mengapresiasi konsistensi sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali yang dinilai berhasil menjaga inflasi tetap terkendali sepanjang 2025. Pada 2026, sinergi tersebut akan diperkuat melalui intensifikasi operasi pasar, percepatan penyaluran SPHP, penguatan produksi dalam daerah, kerja sama antarwilayah, hingga pembangunan ekosistem ketahanan pangan yang inklusif dengan melibatkan BUMDes, Perumda Pangan, dan koperasi.

“Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Bank Indonesia Provinsi Bali optimistis inflasi pada 2026 akan tetap terjaga dalam sasaran nasional 2,5±1 persen,” ujar Erwin.

wartawan
ARW
Category

Antisipasi Kelangkaan BBM, Disdikpora Denpasar Terapkan Pembelajaran Daring 15-17 Oktober

balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di wilayahnya untuk menerapkan pembelajaran secara dalam jaringan (daring) selama tiga hari, terhitung mulai 15 hingga 17 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dikhawatirkan mengganggu mobilitas siswa dan tenaga pendidik.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Pasokan BBM Mulai Pulih, BI Bali Pastikan Dampak ke Inflasi dan Ekonomi Terbatas

balitribune.co.id | Denpasar - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengapresiasi langkah cepat Pertamina dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pemulihan pasokan serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali. Sinergi antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna memastikan kelancaran aktivitas ekonomi serta stabilitas harga barang dan jasa.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polda Bali Kerahkan Personel Amankan Antrean BBM

balitribune.co.id | Denpasar - Merespons situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di wilayah Bali, Polda Bali bersama jajaran Polres dan Polsek menerjunkan ratusan personel mengamankan dan mengatur lalulintas di lapangan, Selasa (13/10/2026). Di lapangan personel berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan instansi terkait.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Seribu KK Lebih Terdampak Kekeringan di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Kekeringan di Jembrana dampaknya semakin dirasakan. Menyusutnya air dari hulu mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Seribu kepala keluarga (KK) lebih beberapa bulan terakhir hanya berharap dari distribusi bantuan air bersih instansi terkait. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tiga Warga Buleleng Meninggal Gara-Gara Rabies, Dinkes Soroti Rendahnya Kesadaran Penanganan Gigitan

balitribune.co.id | Singaraja - Ancaman rabies di Kabupaten Buleleng masih menjadi persoalan serius. Hingga September 2026, kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) tercatat cukup tinggi, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Minimnya pelaporan setelah gigitan dan ketidakpatuhan menjalani vaksinasi menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dalam memperkuat upaya pencegahan.

Baca Selengkapnya icon click

Pasokan BBM Terbatas, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jembrana hingga Selasa (13/10/2026). Terbatasnya pasokan membuat BBM bersubsidi jenis Pertalite cepat habis. Bahkan, di sejumlah SPBU, BBM nonsubsidi jenis Pertamax juga kosong.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.