Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jegog Jembrana Kembali Pentas di Jepang

jepang
Bali Tribune / JEGOG - Sekah Jegog Suar Agung Jembrana akan kembali tampil di panggung intenasional dengan sembilan pementasan di tiga provinsi di Jepang selama dua pekan

balitribune.co.id | Negara - Dentuman bambu raksasa itu kembali menggema menembus batas negara. Kesenian tradisional khas Kabupaten Jembrana, Bali, Jegog, sekali lagi melangkah ke panggung internasional. Grup legendaris Suar Agung resmi berangkat ke Jepang untuk menjalankan misi budaya selama dua minggu, membawa identitas Jembrana yang dijuluki “Kota Jegog” ke hadapan publik Negeri Sakura.

Jegog merupakan ansambel musik bambu khas Jembrana dengan ukuran instrumen yang jauh lebih besar dibandingkan gamelan bambu pada umumnya. Dentumannya keras, ritmis, dan menghentak, menciptakan resonansi yang mampu menggugah emosi penonton. Keunikan ini membuat Jegog memiliki karakter performatif yang kuat, sangat cocok dipentaskan di ruang terbuka maupun panggung besar internasional.

Sejak 2018, Jegog telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Penetapan tersebut bukan hanya pengakuan administratif, tetapi mandat moral untuk menjaga, mengembangkan, dan mempromosikannya secara berkelanjutan. Di tengah arus globalisasi dan derasnya budaya populer, Jegog tampil sebagai penanda identitas, sekaligus pernyataan bahwa tradisi mampu berdialog dengan dunia.

Keberangkatan seniman jegog ini bukan sekadar fomalitas atau seremoni administratif, melainkan simbol kebangkitan kembali diplomasi budaya otentik yang sempat terhenti beberapa tahun terakhir. Rombongan dipimpin Putu Bobi Agus Darma selaku koordinator, dengan total 26 personel terdiri atas penabuh jegog dan penari. Rombongan ini sudah dilepas keberangkatannya pada Minggu (15/2). 

Mereka berada di bawah pimpinan I Gede Oka, putra dari sang maestro almarhum I Ketut Suwentra, yang lebih dikenal sebagai Pekak Jegog. Nama besar Suwentra pernah mengantarkan Jegog Jembrana menjadi ikon pertunjukan bambu kelas dunia sejak dekade 1980-an. Menurut Putu Bobi, keberangkatan ini tidak hanya sekadar promosi kesenina, namun merupakan undangan resmi dari pihak Jepang. 

Tim pertama telah lebih dahulu tiba untuk proses penyesuaian dan penyeteman (tuning) instrumen-tahap krusial dalam pertunjukan Jegog. Instrumen bambu berukuran besar ini perlu dipersiapkan secara khusus sebelum dimainkan oleh para penabuh sehingga maksimal saat pementasan. 

“Setelah rombongan tim pertama ada di lokasi, rombongan kedua sebanyak 21 orang menyusul,” ujarnya sebelum bertolak.

“Kami membawa misi besar untuk memperkenalkan kembali dentuman bambu khas Jembrana kepada masyarakat Jepang,” imbuhnya. 

Selama 14 hari, tim kesenian Jegog Suar Agung ini dijadwalkan akan menggelar sembilan pementasan di tiga provinsi utama: Fukuoka, Tokyo, dan Nagoya. Tiga pementasan berskala besar akan digelar di panggung utama, sementara enam lainnya pemetasan skala menengah di berbagai kota. 

Secara historis, hubungan Jegog Jembrana dengan Jepang bukan hal baru. Sejak era 1980-an hingga 2016, Sekha Jegog Suar Agung sudah rutin tampil pada berbagai pementasan di berbagai kota di Jepang, bahkan intensitas penampilannya bisa dua kali dalam setahun. Pertunjukan itu bukan sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi jembatan kultural yang mempererat relasi masyarakat di kedua negara. 

Namun berbagai dinamikan yang terjadi membuat agenda rutin tersebut sempat terhenti. Setelah sempat vakum cukup panjang, menimbulkan kekhawatiran di kalangan seninam jegog, terumama terkait ruang bagi warisan senin turun-menurun ini di panggung internasional. Tahun 2026 ini menjadi momentum pembuktian. 

“Kami mengawali kembali apa yang dulu sudah menjadi rutinitas almarhum Pekak Jegog,” paparnya.

Menurutnya ada visi keberlanjutan yang diusung untuk membangun kembali kepercayaan publik internasional khususnya Jepang sekaligus memastikan regenerasi seniman Jegog tetap berjalan. “Harapan kami, pementasan ini tidak hanya sekadar tampil, tapi menjadi agenda rutin tahunan yang memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Jembrana, baik dari segi citra budaya maupun dampak ekonomi kreatif,” tegasnya.

Perjalanan ini melanjutkan jejak Pekak Jegog, memperkuat identitas daerah, sekaligus menyalakan kembali api kebanggaan kolektif masyarakat Jembrana. Setiap pukulan bilah bambu menjadi penanda bahwa tradisi tidak pernah benar-benar usang; ia hanya menunggu momentum untuk bangkit. Sekha Jegog Suar Agung ini kembali membuktikan bahwa kearifan lokal mampu berdiri sejajar di panggung global.

Sementara itu BupatiJembrana I Made Kembang Hartawan menilai keberangkatan Tim Suar Agung sebagai langkah strategis memperkuat posisi Jembrana sebagai pusat Jegog dunia.

“Saya merasa bangga melihat grup Suar Agung kembali mengawali tradisi misi budaya ke Jepang. Ini adalah langkah besar untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat internasional terhadap potensi seni kita,” ujarnya Minggu siang.

Dukungan daerah salah satunya melalui fasilitasi panggung di Anjungan Cerdas Rambut Siwi. Ruang pertunjukan tetap dinilai penting untuk menjaga konsistensi latihan, meningkatkan kualitas artistik, sekaligus membuka akses wisata budaya.

“Astungkare ke depan Jegog akan disiapkan panggung reguler. Ini bentuk apresiasi dan dukungan kami agar seniman memiliki ruang berkarya yang berkelanjutan,” imbuhnya.

wartawan
PAM
Category

Ribuan Kelelawar Bersarang di DPRD Gianyar, Sekretariat Undang Pawang

balitribune.co.id I Gianyar - Beragam upaya sudah dilakukan pihak sekretariat DPRD Gianyar untuk mengusir  ribuan kelelawar yang selama bertahun-tahun bersarang di Gedung DPRD.  Penyemprotan dan upacara kandas, kali   pawang kelelawar asal Banyuwangi,  Aan Sirojudi alias Abah Aan diundang khusus untuk mengusir kelelawar tanpa harus memusnahkannya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Paceklik Air Bersih, Warga Gelumpang Sukawati Antre Air Tangki PAMTS Gianyar

balitribune.co.id I Gianyar - Musim kemarau diperparah dengan gangguan distribusi air bersih, melengkapi kesulitan warga di Banjar Gelumpang, Desa Sukawati, dalam beberapa hari terakhir. Pihak Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS) Gianyar  mengakui ada gangguan karena pipa induk terkena keruk proyek jalan dan draenase. Untuk sementara, mobil tanki disiapkan dan wargapun terpaksa antre.

Baca Selengkapnya icon click

Antisipasi Begal di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Polsek Seltim Intensifkan Patroli Malam

balitribune.co.id I Tabanan – Personel Polsek Selemadeg Timur (Seltim) sejak beberapa hari terakhir ini mengintensifkan patroli malam untuk mengantisipasi aksi begal dan kejahatan jalanan di sepanjang jalur nasional Denpasar-Gilimanuk.

Upaya pencegahan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pengendara pribadi atau umum yang melintasi kawasan sepi tersebut pada dini hari.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Volume Sampah ke TPA Peh Turun Hingga 30 Ton Perhari

balitribune.co.id I Negara - Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam membatasi sampah organik ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh menunjukkan hasil signifikan. Volume sampah yang masuk ke TPA Peh mengalami penurunan drastis berkat peran aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.

Baca Selengkapnya icon click

Hutan Taman Wisata Alam Gunung Batur Block Seked Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Hutan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur  di Block Seked, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani terbakar  pada Minggu (30/8/2026). 

Api melahap  areal seluas 2 hektar berupa berupa semak belukar dan pohon jenis kayu tiblun serta cemara hutan. Upaya memadamkan api dipimpin langsung oleh Kapolres Bangli AKBP Anggung Andhika Putra.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.