Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kemacetan di Gilimanuk Masih Terjadi, Warga Minta Keluhannya Disikapi

Antrean kendaraan
Bali Tribune / ANTRE - Antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Jawa masih terjadi di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

balitribune.co.id | Negara - Kondisi krodit akibat mengularnya antrean kendaraan dari pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, hingga kini masih terus terjadi. Kemacetan lalu lintas di jalur menuju pelabuhan tersebut kini dampaknya semakin dirasakan oleh masyarakat di Kelurahan Gilimanuk. Warga pun berharap keluhan masyarakat bisa segera disikapi oleh pihak-pihak terkait.

Arus lalu lintas menuju pelabuhan penyeberangan Gilimanuk hingga kini masih terus mengalami gangguan. Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Selasa (3/11/2026) petang, antrean kendaraan yang akan memasuki pelabuhan masih terjadi di Gilimanuk. Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tonny Wirahadikusuma dikonfimasi Selasa malam mengatakan antrean kendaraan sudah mengular hingga keluar kawasan pelabuhan.

Menurutnya, warga di wilayah Keluarahan Gilimanuk selalu mendapati situasi arus lalu litas yang krodit. “Ini sekarang (Selasa petang) ekor antrean sudah melewati Pura Dalem, sekitar 2 km dan terus berlanjut. Situasi kemacetan seperti ini lah yang selalu dirasakan warga kami di Kelurahan Gilimanuk. Antrean tidak hanya terjadi di jalan nasional, tetapi antrean juga dialihkan ke gang-gang di perkampungan warga,” ujarnya.

Situasi krodit di wilayah Gilimanuk tersebut selain karena jumlah kendaraan yang menyeberang ke Jawa semakin bertambah banyak, juga diperparah dengan pekerjaan proyek revitasilasi dermaga serta gangguan cuaca buruk dan situasi pasang-surut air laut di perairan selat Bali. Paling antrean sepi dan lengangnya dua hari, setelah itu kembali macet. Dampaknya jelas dirasakan warga setiap hari.

Ia mengaku berbagai dampak dirasakan oleh warga Gilimanuk. “Tidak hanya di jalur utama ke pelabuhan, tetapi juga di gang-gang di permukiman warga. Bahkan di depan rumahnya saja warga sudah susah melintas. Belum lagi sampah yang dibuang sembarangan saat mengantre hingga kencing dan buang hajat sembarangan. Apalagi kendaraan dialihkan ke gang-gang, kan jalannya kecil sering ada kerusakan-kerusakan,” jelasnya.

Keluhan yang sama juga diungkapkan warga Gilimanuk. Salah seorang tokoh masyarakat Gilimanuk, Soni Budi Kusuma juga mengaku selain aktivitas warga yang terganggu, kemacetan di Gilimanuk juga menyebabkan dampak ekonomi. “Karena macetnya sampai di gang-gang perkampungan, jelas warga merasakan dampaknya. Kunjungan ke objek-objek wisata yang ada di wilayah Gilimanuk belakangan ini menurun drastis,” ujarnya.

Baik Lurah Gus Tonny mapun Soni yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini mengaku pengunjung baik wisatawan lokal maupun domestik kini enggan berkunjung ke objek wisata di Gilimanuk karena macet. Warga maupun wisatawan yang mau berkunjung ke Gilimanuk mengurungkan niatnya karena macet. Untuk sampai di Gilimanuk saja harus melewati macet. Ke objek juga harus muter-muter.

Persoalan ini diharapkan bisa segera disikapi serius oleh pihak-pihak terkait karena sudah berlangsung lama dan kemacetan hampir terjadi setiap hari.

“Yang menerima dampaknya tidak hanya pengguna jasa yang mau nyeberang ke Jawa, warga kami dan sektor ekonomi seperti pariwisata Gilimanuk juga sangat terdampak. Tapi sampai saat ini warga tidak dapat perhatian apapun. Ini sebenarnya sudah harus segera disikapi,” tandasnya.

wartawan
PAM
Category

Sekaa Teruna Tak Sekadar Pelestari Budaya, Pemuda Didorong Aktif Bangun Desa Adat

balitribune.co.id | Mangupura - Sekaa Teruna Teruni (STT) memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan desa adat, melestarikan budaya Bali, serta membangun solidaritas di tengah masyarakat. Organisasi kepemudaan ini juga diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, mengembangkan kreativitas, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Mengamuk di Kediri, WNA Tiongkok Ditempatkan di Rudenim

balitribune.co.id | Tabanan – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tabanan memindahkan seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial LQ (34) ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Selasa (20/10/2026).

Upaya detensi ini diambil setelah pria asing tersebut diamankan petugas usai dilaporkan mengamuk di kawasan pemukiman warga Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berdampak Sosial dan Ekonomi, Dewan Sebut Tajen Perlu Dikaji Secara Bijaksana

balitribune.co.id | Bangli - Dua pekan terakhir, aktifitas tajen di Bangli tiarap setelah aparat penegak hukum melakukan penertiban. Dampak sosial dan ekonomi sangat dirasakan bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktifitas tersebut. Realita ini mendapat perhatian  dari anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa SE.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Dewan Minta Ranperda dari Eksekutif Berdampak Nyata Bagi Masyarakat

balitribune.co.id | Bangli - Fraksi-Fraksi DPRD Bangli menyampaikan Pemandangan Umum (PU) atas penyampian tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan dari Eksekutif dalam Rapat Paripurna, Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika didampingi Wakil Ketua I Nyoman Budiada dan I Komang Carles serta dihadiri oleh Anggota DPRD.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

OJK Jatuhkan Denda Rp2,52 Triliun, Penegakan Hukum Pasar Modal Makin Tegas

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkeras penegakan hukum di pasar modal. Hingga 16 Oktober 2026, regulator telah mengenakan denda dengan total mencapai Rp2,52 triliun kepada para pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Angka tersebut terdiri atas Rp2,23 triliun denda hasil pemeriksaan kasus terhadap 166 pihak dan Rp293,78 miliar denda keterlambatan kepada 805 pihak.

Baca Selengkapnya icon click

Lansia 70 Tahun di Selemadeg Barat Dilaporkan Hilang

balitribune.co.id | Tabanan - Seorang lansia berusia 70 tahun bernama Ni Wayan Natri alias Mbah Mardi dilaporkan hilang dari rumahnya di Banjar Tegal Kontang, Desa Lumbung Kauh, Kecamatan Selemadeg Barat. Lansia yang memiliki riwayat linglung akibat faktor usia tua tersebut mendadak lenyap usai ditinggal anaknya memberi pakan ternak di belakang rumah.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.