Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Kemesraan Jokowi-Golkar

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Kemesraan Presiden Jokowi dengan Golkar belakangan ini bukan relasi politik biasa. Bermula dari tagline Gojo (Golkar untuk Jokowi) yang ditebar ke publik dalam bentuk film-film pendek, kini satu lagi signal politik semakin menjelaskan makna kedekatan itu. Ali Mochtar Ngabalin yang mendadak diangkat sebagai staf ahli komunikasi Presiden telah secara sempurna menunjukan bahwa Jokowi sedang mencari "perlindungan" dari sebagai tekanan, termasuk dari PDIP. Setidaknya ada tiga pesan politik yang sedang dikemas rapi dari selubung istana. Pertama; ketegaran Presiden Jokowi mempertahankan Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk tetap dalam kabinet, meski mendapat tekanan dari berbagai pihak tentang konsistensi Jokowi yang sebelumnya 'mengharamkan' rangkap jabatan. Fakta ini menunjukan Jokowi menaruh harap besar kepada Golkar sehingga posisi Politik Airlangga baik sebagai menteri maupun sebagai Ketua Golkar dibiarkan untuk tetap kokoh ketika dibutuhkan. Kebutuhan Jokowi terhadap Golkar memenuhi kaidah politik rasional. Mengapa? Golkar adalah partai nomor 2 pemenang Pemilu 2014 dengan mengantongi 18.432.312 suara (14,75 persen). Kekuatan ini dahsyat dijadikan pilar pemenangan pada Pilpres 2019. Untuk itulah Airlangga dibiarkan menjadi anak emas, satu-satunya Ketua Partai yang diperkenankan tetap menjabat menteri. Kedua; masuknya Ngabalin ke dalam ring satu Istana, padahal pada Pilpres 2014 lalu, tokoh Islam asal Papua yang terkenal militan ini, adalah salah satu singa Prabowo yang sempat mengobok-obok pertahanan kubu Jokowi. Dengan menjadikan dia sebagai pilar istana, Jokowi telah mengunci Golkar untuk tetap bersama dimana Ngabalin dianggap salah satu pendatang baru yang cukup kuat dalam tubuh beringin. Mengunci Golkar melalui Ngabalin, sekaligus memperlemah daya tarung kubu Prabowo di bidang komunikasi publik dan menarik gerbong masa Islam garis keras untuk masuk dalam barisan pendukung Jokowi pada Pilpres 2019. Untuk itulah, Ngabalin langsung menunjukan kemampuannya membela Jokowi dengan gaya komunikasi khasnya saat berhadapan dengan Fadli Zon di TVOne semalam. Ketiga; kedekatan Jokowi dengan Golkar juga berarti membangun pilar untuk menghadapi situasi darurat ketika PDIP sebagai pimpinan koalisi Parpol pendukung Jokowi "memaksa" didampingkan dengan Capres pilihan Megawati, misalnya Puan Maharani. Sayup-sayup terdengar Megawati sejak jauh hari sudah mempersiapkan Puan sebagai pendamping Jokowi untuk meneruskan trah Soekarno dalam pentas politik Nasional meski melalui "kawin paksa" jika ada pihak yang tidak berkenaan. Jika Jokowi tidak tunduk kepada kehendak 'ibu'nya Megawati ketika itu, maka dia harus mencari tempat berlindung yang sepadan dari terkaman banteng. Tempat yang sepadan itu adalah di bawah beringin. Inilah tiga pesan terselubung yang dapat dikuak dari kedekatan Jokowi dengan Golkar. Kepada publik, tulisan ini bermanfaat setidaknya untuk mengikutkan masyarakat dalam memaknai pesan-pesan politisi, yang sering dikemas secara terselubung dalam bahasa angka, warna, gerak dan suara.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Dari Jurnalis untuk Suwat, Nonok Usung Kepemimpinan yang Turun ke Masyarakat

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah 14 tahun berada di bawah kepemimpinan yang sama, Desa Suwat kini memasuki momentum penting untuk menentukan arah baru. I Putu Darmendra alias Nonok (38) maju sebagai calon Kepala Desa Suwat dengan membawa semangat perubahan melalui gerakan LAGAS, Lan Bangun Suwat Sareng-Sareng.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Gus Par Ajak Warga Kubu Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

balitribune.co.id I Amlapura - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, yang akrab disapa Bupati Gus Par secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Masyarakat dalam Upaya Mencegah Kebakaran Lahan di Kecamatan Kubu, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Kubu, Senin (31/8/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Jalan di Desa Gelap Gulita, Dewan Pertanyakan Anggaran LPJU Rp15 Miliar

balitribune.co.id I Bangli - Masalah  penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Bangli yang masih terfokus pada satu wilayah, mendapat  sorotan tajam dari legislatif. Anggota DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa, mempertanyakan pengelolaan dana penerangan jalan yang disebut mencapai sekitar Rp15 miliar, namun  disalah satu sisi kondisi sejumlah jalan terutama  di kawasan pedesaan justru masih minim penerangan atau gelap gulita.

Baca Selengkapnya icon click

Carut Marut Data Desil di Desa Jehem, Warga Tak Punya Rumah Justru Masuk Warga Mapan

balitribune.co.id I Bangli - Carut marut pendataan data desil bagi penerima bantuan sosial yang dikeluarkan pemerintah pusat  terjadi di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku Bangli. Pihak Pemerintah Desa Jehem menemukan adanya lonjakan data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil warga di lapangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.