Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Limbah Sosial

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Tulisan ini dibuat saat negeri ini masih sedang bergolak oleh ulah para bomber sadis yang menjadi pemusnah kehidupan mahkluk tak bersalah. Secara fisik-ekonomis, dampak yang diakibatkannya dapat dikuantitasikan dengan angka-angka. Namun, rantai sosialnya akan panjang dan melilit di semua sektor kehidupan. Teror Mako Brimob, merambah dengan cepat ke Surabaya dan Sidoarjo. Sebelum kering darah dan air mata, para bomber menyusup ke Sumatera memilih Riau jadi sasaran berikutnya. Mereka bergerak seperti nyamuk, dengan tubuh berbalut bahan peledak, lalu menyasar institusi vital, rumah ibadah dan area publik. Untuk melukiskan keharibiruan ini, saya bingung harus mulai dari mana. Saya tiba pada keputusan mengangkat kerugian non material sebagai konsekuensi sosial dari kebrutalan ini. Bahwa kerugian sosial yang diderita bangsa, tak terhitung jumlahnya dan tak terukur kapasitasnya. Saya mulai dari dunia Maya. Kelompok masyarakat yang terorganisir secara politis tampak terbelah dalam dua; kelompok posisi (pendukung penguasa) dan kelompok oposisi. Pendukung pemerintah  menebar tuduhan bahwa pihak oposisi terlibat dalam teror bom. Dengan data seadanya dan opini yang diciptakan sendiri, para pengguna aqun palsu menyerang dengan caci maki dan sumpah serapah. Ada yang langsung menyebut nama Parpol oposisi secara terang. Tuduhan ini di-kick balik oleh oposisi dengan serangan yang tak kalah dahsyat. Kelompok ini menuding tragedi pemboman ini sebagai bukti kelemahan negara mendeteksi potensi konflik dan mengolah kemajemukan. Oposisi yang dituduh berafiliasi dengan kelompok Islam garis keras juga tak kalah sadis dalam melontarkan tuduhan kepada pendukung oposisi dengan kata-kata kasar dan brutal. Kondisi ini bisa jadi akan bersenyawa dengan agitasi politik untuk menaikkan tensi menjelang Pilpres yang tahapannya dimulai tiga bulan lagi. Saat yang sama, ruang sosial yang lain juga kacau balau. Sentimen dan amarah yang ikut terbakar, kemudian tumpah di sentra-sentra pertemuan publik. Ada daerah melakukan razia pendatang dengan sangat ketat, ada juga adu mulut di pasar,  mall dan terminal antar pihak yang beirisan dengan politik dan tuduhan berdekatan dengan kelompok radikal. Di kawasan bandar (udara, laut dan penyeberangan) kita lihat tindakan tidak biasa yang dilakukan polisi dengan menghadang orang-orang yang mengenakan cadar, kopiah dan sarung. Ada seorang remaja santri bahkan dipaksa buka semua isi kardus dan tas berserakan di tanah, di bawah todongan senjata. Meski kemudian ternyata remaja santri itu bukan orang yang patut diperlakukan begitu. Tidak ada yang salah dari tindakan polisi yang tidak biasa itu karena kondisi. Juga tidak tak bisa disalahkan bila ada amarah orang-orang dengan identitas bawaannya, diperlakukan tidak biasa lalu kemudian terbukti dia adalah seorang santri dan anggota ormas yang paling nasionalis. Kondisi kebatinan bangsa saat ini sungguh sangat memprihatinkan; baik dalam relasi horisontal antar warga maupun vertikal, antar warga dengan negara. Jangankan dalam kalangan warga, relasi sosial yang sudah tumbuh dalam organisasi dan paguyuban juga ikut dirobek-robek oleh sentimen dan saling tuduh tentang pihak mana yang salah. Fenomena sosial itu masih diperparah lagi dengan irisan  politik sehingga menjadi kian runyam. Hubungan pertemanan antar-warga berbeda pilihan politik dan sikap terhadap peristiwa rentetan bom juga 'membeku' bahkan ada yang tiba-tiba tidak saling sapa. Urusan organisasi dan kelompok yang dahulunya dilakukan dalam nuansa kebersamaan menjadi terganggu karena terputusnya relasi sosial. Bangsa ini ibarat berada dalam cengkeraman 'perang dingin'. Fenomena sosial inilah yang oleh para Sosiolog disebut "Limbah Sosial" yang menjadi residu dari proses penyimpangan dalam masyarakat. Untuk memulihkan kerusakan sosial ini, kita butuh waktu yang lama dan terapi yang pas. Para tokoh panutan di semua bidang, mesti keluar dari 'sarang'nya dan membawa identitas yang satu yakni kepentingan bangsa dan negara. Kaum cerdik pandai mesti membuka wawasan Nusantara dalam setiap komentar dan tindakan. Negara wajib berada di atas semua golongan, penganut agama dan suku/pemangku adat. Masyarakat harus didinginkan. Sementara Polri dan TNI tetap bekerja sesuai fungsi dan profesionalismenya untuk mendeteksi dini dan mempersempit ruang gerak teroris. Peristiwa penangkapan sejumlah pelaku teroris di dekat Alam Sutra, Tangerang saat hendak meledakkan rumah ibadah, menjadi contoh terbaik. Umat beragama dengan identitas keagamaannya, tidak mesti terus diletakkan dalam bayang-bayang ketakutan dengan perlakuan yang tak biasa.  Kerja-kerja intelijen harus mampu mengurai jaringan potensial sehingga tidak terkesan main tuduh di tingkat akar rumput. Semua terapi ini teramat berat, namun agar negeri ini bisa keluar dari kemelut akibat ulah segelintir orang, dan tatanan sosial yang guncang dan rapuh bisa dikembalikan ke titik normal, maka itulah 'biaya' sosial yang wajib ditanggung.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Wawali Arya Wibawa Dukung Tim Denpasar IT Community Berlaga di Indonesia Inventors Day 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mendukung keikutsertaan Tim Denpasar IT Community pada ajang Indonesia Inventors Day 2026 tingkat internasional yang akan berlangsung di Jakarta pada 3-6 Oktober mendatang. 

Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa aaat menerima audiensi Tim Denpasar IT Community di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Bunda PAUD Badung Buka Bimtek Pemenuhan 8 Indikator PAUD HI

balitribune.co.id | Mangupura - Bunda PAUD Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pemenuhan 8 Indikator Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), di SPNF SKB, Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara, Senin (21/9/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 90 pendidik PAUD se-Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lima Pegawai Tidak Berada di Tempat Saat Sidak Disiplin di Badung

balitribune.co.id | Mangupura - Tim Pembinaan Disiplin Pegawai Kabupaten Badung menemukan lima pegawai tidak berada di tempat kerja alias bolos saat inspeksi mendadak (Sidak) di dua perangkat daerah, yakni Sekretariat DPRD Badung dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Atasi Kemacetan, Bupati Adi Arnawa Matangkan Pinjaman Daerah Bersama 3 Kementerian

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengambil langkah strategis guna mempercepat penanganan kemacetan lalu lintas yang mengancam keberlanjutan pariwisata Bali. 

Pemkab Badung mematangkan rencana pinjaman daerah melalui rapat koordinasi virtual bersama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PPN/Bappenas, di Puspem Badung, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Amankan Kawasan Pariwisata, Badung Siapkan Honorarium bagi Bakamda dan Satlinmas

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tengah menyiapkan skema regulasi pembiayaan bagi tenaga Badan Keamanan Desa Adat (Bakamda) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang akan dilibatkan dalam pengamanan kawasan pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click

GOR Tembuku Bangli Butuh Sentuhan Pemeliharaan

balitribune.co.id | Bangli - Sempat tidak bisa difungsikan karena terbentur masalah lahan GOR Tembuku, Bangli, sejak dua tahun terakhir baru bisa digunakan. Namun karena saking lama terbengkalai beberapa bagian bangunan GOR rusak. Oleh karena itu perhatian pemerintah daerah guna perbaikan fasilitas umum tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.