Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Nilai Jual JK-AHY


BALI TRIBUNE - Dinamika partai politik (Parpol) menjaring  kandidat Capres/Cawapres untuk Pilpres 2019, kian menarik. Kali ini, Partai Demokrat menyodorkan paket yang tak terduga: Jusuf Kalla (JK) dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dikatakan tak terduga karena kombinasi JK-AHY ini luput dari amatan para pengamat. Banyak yang tidak mengkalkulasi peluang JK, salah satu alasannya karena faktor usia yang tak lagi muda, 77 tahun di tahun 2019. Untuk kategori usia produktif, 77 tahun sudah dianggap manula yang layak sudah purna politik. Namun, keberhasilan Mahathir Mohamad kembali ke kursi Perdana Menteri Malaysia dalam usia 92 tahun, rupanya menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk JK. Bahkan Amien Rais sendiri ketika memutuskan maju menjadi Capres pada Pilpres 2019, mengakui keberhasilan Mahathir sebagai inspirasi. Kembali ke soal JK yang hingga saat ini belum memberikan komentar secara terbuka atas inisiatif Partai Demokrat menggandengkan dirinya dengan AHY untuk Pilpres 2019. Hanya saja, pergerakan JK belakang ini, yang bersilaturrahmi ke rumah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan bertemu dengan Anies Baswedan, termasuk sejumlah tokoh oposisi, telah membangun kesan kuat JK mengamini terbentuknya paket tersebut. Apalagi, secara hukum, majunya JK dalam posisi Capres tidak melanggar UU. JK juga sudah mulai sering berkunjung ke Makassar membuat pertemuan dengan tokoh-tokoh Sulawesi meski dengan thema yang tak terkait Pilpres. Sementara Partai Demokrat terus 'menggoreng' paket ini di ruang publik sepertinya sudah menjadi pilihan final. Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon bahkan merespon komentar  Guntur  Romli dengan nada tinggi. Itu gara-gara Romli yang salah satu juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menuduh Demokrat mengadu domba JK dan Jokowi serta dengan sengaja mengganggu konsentrasi pemerintah dengan cara memunculkan paket JK-AHY. Sitindaon menegaskan, lebih tertarik memilih JK karena sikap mantan Wapres pasangan SBY itu dinjlsi lebih moderat. Ditegaskan, di Pilpres 2019 ini, persoalan ekonomi pasti akan menjadi isu penting, karena keadaan kita sedang tidak baik di sektor ini. Arus meminta ganti presiden juga besar. Berbeda dengan 2009 ketika Pak SBY maju di periode ke-2 nya arus kuatnya adalah lanjutkan. "Belum lagi jurang polarisasi dan sentimen keterbelahan masyarakat yang sudah sangat dalam. Di sinilah faktor JK dengan wajah moderatnya, segudang pengalamannya dibidang ekonomi, sosial dan politik kami anggap bisa menjadi solusi terhadap berbagai persoalan ini," ujar Sitindaon Kamis (5/7). Terlepas dari polemik Romli dan petinggi Demokrat, ada kalkulasi politik lain yang belum dibuka. Bahwa JK ditarik untuk menggembosi kekuatan Jokowi di Indonesia Timur yang sudah demikian 'demam' dengan Jokowi karena pemilih Sulawesi Selatan, termasuk suku Bugis-Makassar yang menyebar, merupakan pemilih terbanyak di Indonesia Timur. Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo berpendapat wacana poros ketiga yang digaungkan Partai Demokrat dengan menyandingkan JK-AHY dapat menggerus elektabilitas Jokowi pada Pilpres 2019 nanti.  Berdasarkan hasil survei kuantitatif yang dilakukanya 20 April sampai 20 Mei 2018 dengan sampel 2040 responden, margin of error sekitar 2,2 persen, elektabilitas Jokowi sekitar 50 persen. Menurut dia, bila dalam "top of mind", jawaban spontan, apabila hari ini pilpres, langsung spontan menjawab Jokowi dengan 43,5 persen dan Prabowo 16,2 persen.  Ia berpendapat dengan elektabilitas Jokowi sekitar 50 persen itu untuk ukuran incumbent belum pada posisi aman dan sangat rawan kalah dari lawannya.  Hal itu berbeda dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di periode kedua, dimana elektabilitasnya sekitar 70 persen, meskipun hasil akhirnya mengalami penurunan.  Pertanyaan kunci dengan muncul paket JK-AHY adalah apakah Parpol lain juga tertarik untuk berkoalisi dengan Demokrat mengingat masing-masing sudah memilih jago yang siap diusung? Kita tunggu waktu yang akan membuktikan.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Rumah Warga di Pererenan Dilempar Molotov, Pelaku Tinggalkan Surat Ancaman

balitribune.co.id | Mangupura - Sebuah rumah warga berinisial I Made DA (41) di Jalan Dalem Gede Banjar Jempinis No. 11, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal pada Senin (14/9/2026). Selain melakukan pembakaran, pelaku juga meninggalkan surat ancaman di lokasi kejadian.

Baca Selengkapnya icon click

Adi Arnawa Janjikan Jalan Tembus dan Penguatan Air Bersih di Kuta Selatan

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk menangani sejumlah persoalan strategis di wilayah Kuta Selatan, khususnya kemacetan, ketersediaan air bersih, penerangan jalan umum (PJU), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Delegasi Polwan Dunia Tanam Mangrove di Bali, Presiden IAWP: Kami Juga Penjaga Alam

balitribune.co.id | Denpasar - Polisi wanita (Polwan) memiliki peran lebih luas dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Hal tersebut ditegaskan Presiden International Association of Women Police (IAWP), Julia Jaeger, saat memimpin aksi penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Pedungan, Denpasar, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DFSK E5 Plus Usung Double Glass Window, Kabin Lebih Senyap dan Nyaman

balitribune.co.id | Denpasar – DFSK memberi perhatian khusus pada aspek kenyamanan kabin SUV terbarunya, DFSK E5 Plus. Mengusung konsep “Electric for Daily, Hybrid for Journey”, kendaraan ini tidak hanya menawarkan teknologi elektrifikasi, tetapi juga menghadirkan suasana kabin yang lebih tenang lewat teknologi Double Glass Window.

Baca Selengkapnya icon click

Wujudkan Masyarakat Sehat dan Bahagia, Badung Gelar Gebyar GENTA 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta resmi membuka Gebyar Gerakan Terpadu Nak Badung Sehat (GENTA) Tahun 2026 di Wantilan Pura Dalem Kahyangan, Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung, Selasa (22/9/2026). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan akses layanan sekaligus mengedukasi warga terkait program strategis kesehatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.