Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ombak Terbaik dan Menantang, Pantai Medewi Jadi Magnet Surfing Dunia

selancar
Bali Tribune / OMBAK - Pantai Medewi menawarkan berbagai keistimewaan seperti karakter ombak kiri (left-hander) yang mampu membendung lintasan sangat panjang yang diburu oleh para peselancar internasional

balitribune.co.id | Negara - Deru ombak Samudra Hindia bergulung teratur menghantam pesisir barat Pulau Dewata. Di bawah terik surya, gemuruh air laut berpadu dengan sorak-sorai penonton yang memadati Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan pada Minggu (9/8/2026). Ratusan peselancar dari berbagai penjuru nusantara berkompetisi menaklukan ombak terbaik dan menantang.

Hamparan pesisir berkarakteristik unik tersebut tidak hanya disinggahi pelancong yang berburu keindahan sunrise dan sunset, melainkan menjadi arena pembuktian ratusan peselancar dalam ajang Medewi Board Riders (MBR) Challenge 2026. Setelah sempat vakum selama empat tahun akibat kendala keterbatasan anggaran, kini gelaran kompetisi surfing level regional tahun ini resmi kembali bergulir.

Kebangkitan ajang olah raga rekreasi dan event olah raga yang tergolong ekstrim ini disambut dengan antusiasme tinggi, menghidupkan kembali denyut sport tourism serta mengukuhkan posisi Medewi sebagai salah satu destinasi selancar kelas dunia yang tidak boleh dilewatkan. Pantai Medewi telah lama tersohor di kalangan surfer domestik maupun mancanegara berkat keunikan bentang alamnya.

Berbeda dari kebanyakan pantai selatan Bali, pantai Medewi memberikan eksotisme tersendiri. Pantai Medewi tidak mengandalkan tipe ombak pecah di atas terumbu karang (reef break) atau pasir (beach break), Medewi menawarkan karakter ombak kiri (left-hander) yang mampu membendung lintasan sangat panjang. Panjang bentangan ombak di Medewi dapat menempuh jarak lebih dari 100 meter.

Dengan karakter kecepatan menengah (medium speed), ombak di sini relatif mudah ditunggangi, memberi ruang ideal bagi para peselancar untuk mengeksekusi manuver-manuver tajam, menguji daya dorong (power), serta melatih ketahanan durasi di atas papan. Namun, di balik keramahan ombaknya, Medewi menyimpan tantangan alam yang menuntut kewaspadaan tinggi bagi para peselancar.

Dasar pantai yang didominasi bebatuannya kerap kali menjadi ujian ekstra ketika air laut surut. Ditambah lagi, dinamika tiupan angin pesisir yang kerap berhembus kencang mulai siang hingga sore hari menjadi variabel krusial yang menguji teknik serta adaptabilitas para Peselancar. Bahkan peselancar internasional sekalipun mengakui keunggulan ombak yang menantang di pantai Medewi.

"Saya mulai surfing sejak usia sembilan tahun dan sudah menjajal ombak di berbagai negara seperti Ekuador, Australia, hingga Jepang. Di Medewi ini ombaknya bagus sekali, panjang dan menantang. Kendalanya paling hanya kalau angin mulai kencang, tapi kalau kondisi tanpa angin, ombaknya benar-benar luar biasa," puji Dhea Natasya (25), seorang peselancar asal Jember yang menetap di Bali.

Berlangsung selama dua hari, dari Sabtu (8/8/2026) hingga Minggu (9/8/2026), MBR Challenge 2026 menyedot perhatian 192 peselancar lintas daerah dan generasi. Para peserta tidak hanya berdatangan dari wilayah Bali, tetapi juga bertandang dari Nias, Sumbawa, Medan, hingga berbagai kota di Pulau Jawa, termasuk juga Dhea yang sudah keempat kalinya berpartisipasi dalam event Surfing di Medewi.

Penyelenggara MBR Challenge merancang enam kategori lomba untuk memastikan inklusivitas kompetisi sekaligus mendorong pembinaan usia dini. Kategori tersebut meliputi Grommet Division: usia 14 tahun ke bawah (U-14), Junior Division: Usia 18 tahun ke bawah (U-18), Open Division: Usia 35 tahun ke bawah, Master Division: Usia 40 tahun ke atas, Women Division dan kategori Longboard Division.

Ketua Panitia MBR Challenge 2026, Heri Hervian (33), mengungkapkan bahwa pemisahan kategori ini sangat krusial untuk menjaga regenerasi atlet selancar nasional. Selain menilainya dari segi kejelian manuver, ketahanan durasi, dan daya dorong, juri juga menyesuaikan tolok ukur penilaian khusus pada kategori longboard yang mengedepankan estetika serta gaya penunggangan papan klasik.

Kembalinya MBR Challenge memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat lokal. Aktivitas perekonomian warga di sekitar Pantai Medewi meningkat signifikan dibanding hari biasa berkat lonjakan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang memadati kawasan pesisir sepanjang gelaran acara, “setiap event surfing hotel dan penginapan selalu penuh,” tandas Heri.

Penyelenggaraan MBR Challenge ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jembrana, Gede Sujana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada komunitas surfing yang mampu kembali membangkitan event ini.

Ia menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berbasis kolaborasi dan pemberdayaan sumber daya manusia secara natural melalui kebiasaan masyarakat setempat. MBR Challenge diharapkan tidak terlaksana tahun ini saja. Event spesial ini menurutnya harus diproyeksikan masuk sebagai agenda resmi (calendar of event) tahunan resmi seperti pada agenda rangkaian perayaan HUT Kota Negara.

Melalui perpaduan keindahan ombak yang menantang, kehangatan masyarakat lokal, serta kepedulian terhadap kelestarian alam, Pantai Medewi semakin memantapkan langkahnya sebagai magnet baru bagi dunia selancar global sekaligus penggerak roda ekonomi Bali Barat. Pelaksanaan event sport turism juga akan meninguatkan citra Pantai Medewi sebagai destinasi wisata kelas intenasional.

"Pembangunan pariwisata memang tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga membangun SDM agar masyarakat mampu menciptakan atraksi wisata secara alami dari kebiasaan sehari-hari. Desa Medewi memiliki modal yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism skala internasional dengan garis pantainya yang mempesona dan karakter ombaknya yang khas," tandasnya.

wartawan
PAM
Category

Tergiur Upah Rp800 Juta, WNA Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair ke Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali bekerja sama dengan Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis kokain cair jaringan internasional Brasil–Bali, Senin (12/10/2026). Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal Brasil berinisial TCDS yang bertindak sebagai kurir.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Memimpin Apel Pagi Terakhir di Polda Bali, Irjen Daniel Adityajaya Titip Pesan Soliditas dan Sinergitas

balitribune.co.id | Denpasar - Suasana penuh makna mewarnai apel pagi di lapangan Markas Polda Bali, Senin (12/10/2026). Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin apel pagi terakhirnya bersama jajaran sebelum melanjutkan pengabdian dan mengemban amanah baru di tempat penugasan yang berbeda.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sanjaya Perkuat Sinergi Forkopimda dalam Lepas Sambut Dandim 1619/Tabanan

balitribune.co.id | Tabanan - Memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri acara Lepas Sambut Komandan Kodim (Dandim) 1619/Tabanan dari Letkol Inf. Muhamad Arifianto, S.I.P., kepada Letkol Arm I Gede Satria Bandem, S.Sos., di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Desa Adat Kota Tabanan, Minggu (11/10/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama Adat Bajera dalam Karya di Pura Dalem

balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri Karya Tawur Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung lan Menawa Ratna ring Pura Dalem Desa Adat Bajera, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Minggu (11/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Jelang Hari Pernikahan, Calon Pengantin di Klungkung Ditemukan Tewas

balitribune.co.id | Semarapura - Warga Banjar Kaleran, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, digegerkan oleh peristiwa tewasnya seorang calon pengantin berinisial MA (28) pada Minggu (11/10/2026) dini hari.

Peristiwa tragis tersebut terjadi hanya beberapa jam sebelum rangkaian acara pernikahan korban dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.