Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Paradok Pendidikan

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Mau melihat potret remaja sekolah kita tentang karakter dan kepribadian? Tengoklah tingkah pola anak SMA ketika merayakan kelulusan.  Seperti yang kita ikuti melalui media cetak dan audio-visual awal pekan lalu, sebagian siswa SMA di hampir semua kota menampilkan pemandangan fulgar.  Ada siswi dengan rok di atas lutut bergoyang meniru penari striptis dengan meliuk-liukkan tubuh sambil memeluk tiang rambu lalu lintas laksana pemain sirkuit, ada yang meraih baju bagian dada teman wanitanya, sejumlah siswi lainnya berjingkrak-jingkrak seperti pesenam erobic yang sedang bercengkrama dengan landasan. Kesemuannya dengan pakaian sekolah yang dicoret-coret dengan spidol Pada tempat yang lain kita saksikan para siswa (pria-wanita) bercampur baur saling memeluk dan mencoret-coret pakaiannya. Ada siswa  menggerayangi teman wanitanya tanpa ada reaksi  menolak. Ada juga yang berkeliaran, kebut-kebutan di jalan utama tanpa helm lalu dijaring Polantas. Bahkan ada yang tewas bersimba dara di jalanan saat melakukan atraksi koboi bersama teman wanita sebagai pembakar semangat.  Tentu saja pemandangan yang kontras juga tampak di lokasi lain. Bagi kolompok ini,  dengan dibimbing gurunya, mereka memanjatkan doa syukur,  ada pula yang melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat bersejarah, yang lain mengisi kegembiraan itu dengan berkreasi membuat film pendek yang syarat nilai edukatif.  Sorotan kita sebagai bangsa dan orang tua, tentu terhadap kelompok yang pertama. Pertanyaan paling penting atas fakta ini adalah bahwa seperti itukah yang hendak kita hasilkan dari proses belajar selama bertahun-tahun di sekolah? Adakah yang salah pada sistem belajar mengajar kita?  Jawabannya: Ada.  Bahwa orientasi pendidikan kita cenderung menjadikan siswa cerdas semata-mata, tidak secara simultan untuk memproduksi anak bangsa yang berkarakter dan berkepribadian Pancasila.  Proses yang terjadi di sekolah kita selama ini adalah pengajaran,  bukan pendidikan. Guru-guru disekat oleh kurikulum dan sistem pendidikan yang ketat dengan tujuan mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik, bukan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan  dari satu generasi ke generasi sebagaimana makna pendidikan yang sesungguhnya.  Guru-guru kita yang memanggul tugas demikian berat, mendapat perhatian kurang memadai dari negara, sementara ASN yang bertugas di sektor lain boleh bergelut dengan proyek miliaran rupiah, dan perjalanan dinas tanpa henti.  Kondisi ini paradok dengan upaya kita mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang tercantum dalam konstitusi sebagai salah satu tujuan bernegara. Kondisi ini amat berbeda dengan Jepang misalnya, yang meletakkan para guru sebagai figur yang paling dihormati dengan kontraprestasi amat memadai dari negara.  Dengan dan melalui proses pendidikan, para siswa akan lahir sebagai generasi cerdas secara intelektual sekaligus menjunjung tinggi etika dalam semua segi kehidupan. Sedangkan pengajaran hanya terbatas pada transfer knowledge, tidak sekaligus transer of value.  Tampaknya, sistem pendidikan dan jenjang sekolah kita perlahan-lahan begeser mengikuti Eropa dan Amerika. Proses pendidilan pun sedang mengalami proses westernisasi dengan mulai mengabaikan pendidikan karakter,  dan menggantinya dengan orientasi kepada kepintaran.  Pergeseran itu mulai terasa di tingkat politik pendidikan nasional. Pengurangan jam ajar mata pelajaran agama, bahkan sempat berkembang usulan penggusuran dan peniadaan mata pelajaran tersebut  sesuai usulan salah satu partai besar, merupakan pretensi awal bahwa pendidikan kita sedang bergerak mengikuti proses westernisasi yang berlangsung di negeri ini.  Para siswa dikurangi aktivitas sosialnya, dengan sekat-sekat kurikulum dan kebijakan lain di tingkat lementerian.  Sosialisasi dalam keluarga tidak lagi menjadi penting, padahal keluarga merupakan institusi pertama yang mengubah seseorang dari sekedar organisma hidup menjadi manusia.   Selanjutnya, proses pendidikan membawa manusia menjadi berkepribadian dan beradab. Dan, sektor pendidikanlah menjadi hulu sekaligus hilir dalam membangun peradaban sebuah bangsa.  Jangan semaikan tunas-tunas bangsa kita pada lahan yang kering dengan karakter dan kepribadian karena dari lahan persemaian itu, kita harapkan akan tumbuh manusia yang cerdas sekaligus berkarakter dan berkepribadian Indonesia. Sesungguhnya tujuan utama dari pendidikan adalah mengubah KEGELAPAN menjadi CAHAYA.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Satpol PP Denpasar Tertibkan Ratusan Baliho dan Spanduk di Fasilitas Umum

balitribune.co.id | Denpasar - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar melaksanakan penertiban berbagai media promosi yang terpasang di fasilitas umum, Rabu (9/9/2026). 

Penertiban menyasar sejumlah ruas jalan utama di Kota Denpasar, diantaranya Jalan Mahendradatta, Jalan Teuku Umar, dan Jalan P.B. Sudirman. 

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Badung Apresiasi Semangat Krama Desa Adat Kuta Gelar Atma Wedana

balitribune.co.id | Mangupura – Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengapresiasi semangat gotong royong krama Desa Adat Kuta dalam melaksanakan rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9/2026). Upacara tersebut dipusatkan di Bale Peyadnyan, Pura Segara, Kelurahan Kuta, dengan menghadirkan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijaya Nanda dari Griya Kutuh sebagai Yajamana Karya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PT Koop Kopi Indonesia Kenalkan Program Percontohan Karbon Kintamani di Forum ICBS 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Perubahan iklim semakin menuntut untuk melihat pertanian bukan hanya sebagai sektor produksi komoditas, tetapi sebagai bagian penting dari solusi iklim. Di balik setiap kebun kopi terdapat sebuah lanskap yang menyimpan karbon, menjaga biodiversitas, dan menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Nikmati Pengalaman Istimewa di Bali dan Raih Rewards Hingga Rp 750 Juta

balitribune.co.id | Mangupura - Menikmati indahnya sunset di Bali kini hadir dengan pengalaman yang semakin istimewa. Mulai September 2026, Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, Discovery Mall Bali, dan #KUTAKITA Sundown Yard menghadirkan program apresiasi pelanggan melalui Instant Rewards, sekaligus kesempatan untuk meraih beragam hadiah dengan total nilai hingga Rp 750 juta selama periode program berlangsung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadir dengan Sentuhan Baru, Honda CT125 Makin Ikonik dan Berkarakter

balitribune.co.id | Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan penyegaran pada Honda CT125 melalui tampilan baru yang semakin memperkuat karakternya sebagai Iconic Tracking Cub. Penyegaran ini memberikan pilihan yang lebih beragam bagi pecinta motor bebek trekking Honda untuk menikmati pengalaman berkendara yang menyenangkan dengan tampilan ikonik dan penuh gaya.

Baca Selengkapnya icon click

Berkendara Tetap Nyaman Saat Hujan Abu dan Asap, Simak Tipsnya

balitribune.co.id | Jakarta – Hujan abu vulkanik dapat membuat aktivitas berkendara menjadi lebih berisiko. Partikel abu vulkanik dapat menggangu aktivitas berkendara anda, oleh karena itu pengendara perlu menggunakan perlengkapan tambahan,  meningkatkan kewaspadaan dan fokus saat berkendara. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.