Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pemkab akan Bangun Hotel dan SPBU

Ketut Suiasa

Mangupura, Bali Tribune

Sebagai kabupaten terkaya di Bali dengan APBD menembus angka Rp4 triliun lebih, tak serta merta membuat puas Pemkab Badung dibawah kepemimpinan Bupati/Wabup Badung I Nyoman Giri Prasta dan Ketut Suiasa (Giriasa).

Pasangan ‘nyegara gunung’ ini terus membuat terobosan guna menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD) berlambang keris itu. Salah satu obsesinya adalah membangun hotel dan badan usaha milik daerah (BUMD) lainnya.

Wabup Ketut Suiasa mengatakan, pihaknya sesuai arahan Bupati kini tengah merancang pengelolaan APBD Badung selain diarahkan untuk penyediaan infrastruktur daerah dan penyediaan pelayanan dasar masyarakat, ke depan juga akan mengarahkan untuk investasi yang nantinya akan dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Misalnya dengan membangun akomodasi pariwisata berupa hotel. “Jadi hotel ini yang dikelola oleh perusahaan daerah akan mampu mendatangkan penghasilan dan meningkatkan PAD Badung. sehingga sumber pendapat Badung menjadi bertambah,” terang politisi Golkar ini, Minggu (10/4).

Selain hotel, ide Suiasa juga ingin memanfaatkan APBD dengan membangun SPBU. Adapun dasar pemikiran pihaknya membangun SPBU kerena Pemkab Badung memiliki cukup banyak aset berupa kendaraan operasional baik sepeda motor maupun mobil. Jadi dampaknya selain efektifitas dan efisiensi sekaligus akan bisa berkontribusi meningkatkan pendapatan.

Oleh karena itu, berbagai sektor nantinya mampu mendorong agar efektifitas dan efisiensi anggaran tetap terjaga sekaligus dapat mendongkrak pendapat daerah yang bersumber di luar pajak hotel dan restoran. “Prinsipnya, bagaimana mengelola belanja APBD selain bermanfaat juga akan menghasilkan dan akan dapat mendongkrak pendaatan daerah dan mensejahterakan masyarakat,” kata Suiasa.

Lanjut dia, jika pemerintah yang mengelola hotel, selain menyasar wisata umum, para tamu dari daerah lain yang akan berkunjung ke Badung juga bisa diarahkan untuk memanfaatkan akomodasi yang dimiliki daerah.

“Tamu pemerintah juga bisa diarahkan menginap di sini. Saya yakin dengan manajemen pengelolaan yang baik dan profesional, investasi di bidang akomodasi pariwisata ini akan bisa jalan,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Badung dua periode ini, sembari menyatakan itu semua akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, memperkecil pengangguran dan meningkatkan PAD. “Intinya mengelola APBD dengan spirit management entrepreneurship dapat kita terapkan di Badung,” sambungnya.

Suiasa juga menjelaskan mengapa Badung harus melakukan reposisi. Menurutnya sistem pemerintahan yang mengarah ke enterpreneur ini karena dalam pengelolaan APBD hanya mengandalkan satu sumber pendapatan, yaitu dari pajak hatel dan restaurant. Untuk itu, pihaknya akan melakukan ekstensifikasi sumber pendapatan.

“Mesti ada upaya membuka sumber-sumber pendapatan baru yang memiliki potensi prosfektibitas untuk mendatangkan pendapatan, salah satunya kita jarus berani melakukan investasi aktif, tidak hanya melakukan infestasi pasif seperti dalam bentuk penyertaan modal,” pungkasnya.

wartawan
I Made Darna

Armada Damkar Buleleng Sering Mogok Akibat Uzur, Bupati Sutjidra Janjikan Peremajaan Bertahap

balitribune.co.id | Singaraja -   Persoalan armada tua kembali menghantui layanan pemadam kebakaran di Kabupaten Buleleng. Salah satu mobil Damkar berkapasitas 5.000 liter bahkan mengalami kehilangan as roda akibat terlepas setelah bertugas memadamkan kebakaran di Desa Ambengan, Suksada, Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Pengadaan LPJU dengan Skema KPBU, Dewan Minta Proses Dikawal

balitribune.co.id | Denpasar - Rencana pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Kota Denpasar kini memasuki tahap finalisasi feasibility study (FS). Nantinya poyek tersebut akan menjadi KPBU pertama yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Program JKN Jamin 29,7 Juta Kasus Penyakit Jantung dengan Pembiayaan Rp17,35 Triliun

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendorong transformasi layanan jantung pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care. Pendekatan tersebut menempatkan health outcomes dan total biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar dalam menciptakan nilai bagi peserta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.