Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Perjalanan SINAR ZONAEBT Cetak 50 Teknisi PLTS Desa untuk “Menjaga Energi Tetap Menyala”

pelatihan
Bali Tribune / PLTS - Peserta pelatihan teknisi PLTS sedang melakukan kegiatan praktik pemeliharaan panel surya dalam program SINAR ZONAEBT

balitribune.co.id | Denpasar - Program SINAR (Sinergi Energi Terbarukan untuk Rakyat) batch 1 yang diinisiasi oleh ZONAEBT pada 2026 kini telah menuntaskan rangkaiannya. Sebanyak 50 peserta yang berasal dari pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) maupun Koperasi Konvensional telah menyelesaikan seluruh tahapan program, mulai dari pelatihan pada Mei 2026, sertifikasi kompetensi pada Juni hingga Agustus 2026, hingga kesempatan magang bagi peserta terpilih di mitra industri.

Berkaca kembali pada alasan program SINAR digagas, ZONAEBT melihat adanya tantangan dalam menjaga keberlanjutan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah dibangun pemerintah di desa terpencil yang masih sulit teraliri listrik.

Ketika infrastruktur yang dibangun dengan investasi tidak sedikit itu diharapkan dapat memberikan akses energi bagi masyarakat dalam jangka panjang, namun pada faktanya, sejumlah fasilitas PLTS malah tidak terkelola dengan baik hingga berujung rusak dan mangkrak.

Berdasarkan penelusuran ZONAEBT di lapangan serta sejumlah publikasi media, salah satu persoalan yang turut menyebabkan kondisi tersebut adalah keterbatasan tenaga teknis yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan merawat PLTS. Padahal, berbagai komponen dalam sistem PLTS memerlukan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala agar dapat bekerja secara optimal dan bertahan dalam jangka panjang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan PLTS tidak cukup hanya ditopang oleh pembangunan infrastruktur. Dibutuhkan pula sumber daya manusia di tingkat lokal yang memahami pengoperasian dan pemeliharaannya. Kehadiran teknisi yang berada dekat dengan lokasi PLTS diharapkan dapat membantu penanganan gangguan maupun kebutuhan pemeliharaan secara lebih cepat.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, ZONAEBT menggagas Program SINAR sebagai upaya membangun kapasitas teknis di tingkat desa. Program ini dirancang melalui rangkaian pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga kesempatan magang bagi peserta terpilih.

“Melalui SINAR, kami ingin peserta tidak hanya mengenal PLTS secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa diterapkan langsung. Karena itu, rangkaian program kami susun mulai dari pelatihan untuk membekali, sertifikasi agar diakui, hingga kesempatan magang guna memantapkan sehingga betul-betul bisa mendukung pengelolaan PLTS di desa masing-masing,” ujar I Kadek Alamsta Suarjuniarta, CEO ZONAEBT.

Dalam pelaksanaannya, SINAR menyasar pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) maupun Koperasi Konvensional. Pemilihan ini tidak terlepas dari posisi mereka yang berada di tengah masyarakat dan memiliki kedekatan dengan lingkungan desa.

SINAR juga diarahkan untuk mengambil bagian dalam agenda transisi energi nasional. Kemampuan peserta dalam mengoperasikan dan merawat PLTS diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pemanfaatan energi surya di tingkat desa. Dengan demikian, penguatan kapasitas melalui SINAR turut mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target transisi energi nasional sebesar 100 GWh sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih hingga ke tingkat desa.

Perjalanan 50 peserta dimulai pada Mei 2026. Berasal dari latar belakang dan pengalaman yang beragam, mereka mendapatkan pembekalan mengenai sistem PLTS, mulai dari pemahaman dasar hingga pengoperasian dan pemeliharaan. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik untuk mengenali komponen, melakukan pemeriksaan, serta memahami potensi gangguan pada sistem.

Bagi sebagian peserta, pelatihan menjadi pengalaman pertama mereka berhadapan langsung dengan teknologi PLTS. Dari tahapan inilah mereka mulai membangun kemampuan yang dibutuhkan untuk menjalankan peran sebagai teknisi.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta melanjutkan perjalanan ke tahap sertifikasi kompetensi. Pada tahap ini, kemampuan yang telah dipelajari diuji melalui proses asesmen untuk memastikan peserta memenuhi kompetensi yang dibutuhkan sebagai teknisi PLTS. Penilaian mencakup tiga unsur utama, yaitu pemahaman terhadap sistem PLTS, kemampuan mengoperasikan PLTS, serta kemampuan melakukan pemeliharaan sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.

Hingga akhirnya, 50 peserta berhasil menyelesaikan sertifikasi kompetensi teknisi PLTS melalui Program SINAR ZONAEBT. Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting SINAR dalam membangun SDM teknis dari tingkat desa.

Perjalanan tidak berhenti setelah sertifikasi. Sejumlah peserta terpilih kemudian mendapatkan kesempatan mengikuti program magang di mitra industri. Melalui pengalaman ini, mereka dapat melihat secara langsung penerapan kompetensi teknis dalam lingkungan kerja, termasuk bagaimana seorang teknisi melakukan pengoperasian, pemeliharaan, dan menangani persoalan teknis di lapangan.

Setelah melewati rangkaian tersebut, para peserta kini membawa kompetensi dan pengalaman yang diperoleh kembali ke lingkungan masing-masing. Lima puluh teknisi PLTS yang telah tersertifikasi diharapkan dapat menjadi bagian dari ketersediaan SDM teknis lokal yang mendukung pengoperasian dan pemeliharaan PLTS di desa.

Tuntasnya rangkaian batch pertama juga menjadi pijakan untuk pengembangan program ke depan. CEO ZONAEBT, I Kadek Alamsta Suarjuniarta, berharap SINAR dapat kembali dilaksanakan pada tahun berikutnya dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

“Harapannya, SINAR tidak berhenti di batch pertama. Kami ingin program ini dapat dilanjutkan dan menjangkau lebih banyak peserta pada tahun berikutnya. Dengan semakin banyak SDM di tingkat desa yang memiliki kompetensi PLTS, manfaat program ini juga dapat dirasakan oleh lebih banyak desa,” ujar I Kadek Alamsta Suarjuniarta.

Dengan demikian, 50 peserta yang telah menyelesaikan rangkaian SINAR menjadi bagian awal dari upaya membangun SDM teknis di tingkat desa. Kompetensi yang mereka peroleh diharapkan dapat diterapkan di wilayah masing-masing untuk mendukung pengelolaan dan pemeliharaan PLTS, sekaligus membuka peluang bagi SINAR untuk menjangkau lebih banyak peserta dan desa ke depannya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga energi tetap menyala.

Tentang Program SINAR (Sinergi Energi Terbarukan Untuk Rakyat)

Program SINAR adalah inisiatif strategis dari ZONAEBT yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi teknis dan sertifikasi bidang PLTS (Solar PV) bagi anggota Koperasi Desa Merah Putih. Sebagai program kolaboratif, SINAR bertujuan menciptakan teknisi lokal yang handal di tingkat desa demi memastikan keberlanjutan infrastruktur energi bersih, sekaligus berkontribusi nyata dalam pencapaian target transisi energi nasional sebesar 100 GWh.

wartawan
KSM
Category

SMAN 2 Abiansemal Tonjolkan Prestasi Siswa, Dari Karya Ilmiah hingga Lolos IPB

balitribune.co.id | Mangupura - SMA Negeri 2 Abiansemal menunjukkan potensi siswa melalui berbagai prestasi dan inovasi di bidang pendidikan. Mulai dari karya tulis ilmiah, kepedulian terhadap lingkungan melalui TPS 3R, hingga keberhasilan salah satu siswinya menembus Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Sekaa Teruna Tak Sekadar Pelestari Budaya, Pemuda Didorong Aktif Bangun Desa Adat

balitribune.co.id | Mangupura - Sekaa Teruna Teruni (STT) memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan desa adat, melestarikan budaya Bali, serta membangun solidaritas di tengah masyarakat. Organisasi kepemudaan ini juga diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, mengembangkan kreativitas, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mengamuk di Kediri, WNA Tiongkok Ditempatkan di Rudenim

balitribune.co.id | Tabanan – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tabanan memindahkan seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial LQ (34) ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Selasa (20/10/2026).

Upaya detensi ini diambil setelah pria asing tersebut diamankan petugas usai dilaporkan mengamuk di kawasan pemukiman warga Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Berdampak Sosial dan Ekonomi, Dewan Sebut Tajen Perlu Dikaji Secara Bijaksana

balitribune.co.id | Bangli - Dua pekan terakhir, aktifitas tajen di Bangli tiarap setelah aparat penegak hukum melakukan penertiban. Dampak sosial dan ekonomi sangat dirasakan bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktifitas tersebut. Realita ini mendapat perhatian  dari anggota DPRD Bangli I Made Sudiasa SE.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dewan Minta Ranperda dari Eksekutif Berdampak Nyata Bagi Masyarakat

balitribune.co.id | Bangli - Fraksi-Fraksi DPRD Bangli menyampaikan Pemandangan Umum (PU) atas penyampian tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan dari Eksekutif dalam Rapat Paripurna, Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika didampingi Wakil Ketua I Nyoman Budiada dan I Komang Carles serta dihadiri oleh Anggota DPRD.

Baca Selengkapnya icon click

OJK Jatuhkan Denda Rp2,52 Triliun, Penegakan Hukum Pasar Modal Makin Tegas

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkeras penegakan hukum di pasar modal. Hingga 16 Oktober 2026, regulator telah mengenakan denda dengan total mencapai Rp2,52 triliun kepada para pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Angka tersebut terdiri atas Rp2,23 triliun denda hasil pemeriksaan kasus terhadap 166 pihak dan Rp293,78 miliar denda keterlambatan kepada 805 pihak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.