Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pilgub Bali Kuras Dana Rp400 M Lebih

pilgub
Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi

Nyoman Subanda

Denpasar, Bali Tribune

Pilgub Bali 2018 diperkirakan akan menguras anggaran sekitar Rp400 miliar lebih. Dari total dana tersebut, alokasi untuk KPU Provinsi Bali mencapai Rp254 miliar lebih. Sisanya sekitar Rp 146 miliar diperkirakan akan diserap oleh Bawaslu Provinsi Bali, pengamanan dari Polri dan TNI serta biaya-biaya lain.

Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi membenarkan bahwa pihaknya sudah menyusun anggaran Pilgub Bali 2018 yang nilainya mencapai Rp254 miliar. Menurut dia, anggaran tersebut  disusun berdasarkan UU Pilkada dan Keputusan KPU Nomor 42 dan 43 yang disertai dengan nomenklatur rincian anggaran.

"Kalau kami rincikan, mungkin tidak elok. Sebab anggaran yang kami susun masih berdasarkan aturan yang ada. Kita tidak tahu apakah ke depan akan ada lagi perubahan aturan," kata Raka Sandi, saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin (24/10).

Walau tak mau merinci, namun Raka Sandi mengaku dana miliaran tersebut akan dimanfaatkan untuk pengadaan logistik dan honor penyelenggara seperti PPS, KPPS, PPK, serta biaya sosialisasi dan kampanye. "Sementara honor untuk KPU tidak dianggarkan di sana," ucapnya.

Ia tak menampik semakin tahun anggaran untuk Pilkada semakin tinggi. Namun menurut dia, hal tersebut sejalan dengan adanya berbagai perubahan UU Pemilu, UU Penyelenggaraan Pilkada dan UU Penyelenggara Pilkada. "Item biaya juga semakin banyak. Misalnya sebelumnya biaya kampanye ditanggung masing-masing calon, sekarang biaya kampanye ditanggung oleh KPU," urai Raka Sandi.

Sementara itu, tingginya biaya Pilkada ini dikeluhkan banyak pihak. Pasalnya dengan biaya yang tinggi, pemerintah yang dihasilkan justru tidak memuaskan dari sisi kinerja. Belum lagi di beberapa daerah, tingkat partisipasi masyarakat justru semakin melorot.

"Pilkada langsung sudah sangat boros memang. Ribet juga. Belum lagi energi habis. Jadi sudah jauh dari filosofi awal proses demokratisasi itu sendiri," kata pengamat politik dari Universitas Pendidikan Nasional, Nyoman Subanda, yang dikonfirmasi secara terpisah.

Ia bahkan berpandangan, demokrasi di Indonesia belakangan ini malah semakin tidak rasional. Apalagi ongkos demokrasi itu sudah semakin mahal. Sementara di sisi lain, proses demokrasi yang menguras anggaran besar tersebut hanya sebatas menghasilkan seorang pemimpin.

"Konteksnya sudah tidak rasional ketika dibandingkan uang negara digunakan dengan hasilnya dalam proses demokrasi kita. Demokrasi kita ongkosnya mahal. Hanya menghasilkan pemimpin. Justru tidak progres dalam out come, tidak membuat perubahan secara signifikan. Tidak progres dalam proses demokratisasi itu sendiri," tandas Subanda.

Demokrasi di Indonesia belakangan, lanjutnya, tidak linier. Dalam konteks partisipasi, diakuinya mungkin hal tersebut terlihat. Namun di sisi lainnya, belum ada perubahan yang signifikan. "Jadi makin lama, bukan efektif dan efisien malah semakin ribet dan boros. Pilkada kuras uang banyak, apalagi kampanye juga oleh negara. Belum lagi uang yang tidak terdeteksi yang dikeluarkan oleh calon kepada tim sukses," pungkas Subanda.

wartawan
San Edison

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik

balitribune.co.id | Bangli - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli untuk meneguhkan komitmen pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Denpasar Maknai Hari Kesaktian Pancasila 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momen krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan seluruh elemen masyarakat. Berlandaskan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", nilai-nilai luhur Pancasila dinilai senantiasa menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai dinamika zaman.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

balitribune.co.id | Semarapura - Penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menuturkan, penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade.

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Lakukan Perbaikan, OJK Resmi Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance (PT CSIF) di Cyber 2 Tower Lantai 29, Jakarta Selatan. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-57/D.06/2026 tertanggal 24 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Telusuri Temuan Limbah B3 di Pinggir Jalan Dekat RSU Negara

balitribune.co.id | Negara - Temuan limbah medis yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di pinggir Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah selatan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, masih dalam penelusuran.

Baca Selengkapnya icon click

Pemasangan Pompa di Estuary Rampung, PDAM Badung Mulai Distribusi Air ke Kuta Selatan

balitribune.co.id | Mangupura - Kabar baik bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Pompa berkapasitas 800 kilowatt (kW) di Sistem 4 Estuary yang sebelumnya mengalami kerusakan kini sudah selesai dipasang. Pemasangan pompa jumbo tersebut rampung pada Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.