balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terus mendorong edukasi lingkungan melalui inovasi digital. Salah satunya dengan memasang barcode atau QR Code pada pohon-pohon yang berada di ruang terbuka hijau (RTH), sehingga masyarakat dapat mengakses informasi lengkap mengenai setiap pohon hanya dengan memindainya menggunakan telepon pintar.
Melalui QR Code tersebut, masyarakat dapat mengetahui berbagai informasi, mulai dari nama lokal pohon, nama ilmiah, karakteristik, hingga manfaat ekologis yang dimiliki. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya keberadaan pohon sebagai bagian dari ekosistem perkotaan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Kota Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, mengatakan pemasangan barcode merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan edukasi lingkungan, memperluas akses informasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian pohon dan ruang terbuka hijau.
"Secara bertahap kami terus bergerak memasang identitas pada pohon-pohon yang ada, agar dapat mengedukasi masyarakat sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam dan ekosistem," ujar Widhiyanasari, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, pemasangan barcode akan dilakukan secara berkelanjutan sehingga ke depan semakin banyak kawasan hijau di Kota Denpasar yang dilengkapi identitas digital pohon. Berdasarkan data DLHK Kota Denpasar, hingga saat ini sebanyak 88 barcode telah terpasang di sejumlah ruang terbuka hijau.
Rinciannya, 40 barcode berada di Taman Kota Sewaka Dharma, 21 barcode di Taman Kehati Kota Denpasar, 14 barcode di Taman Lumintang, serta 13 barcode di Lapangan Puputan Badung.
Sementara itu, untuk kawasan Taman Janggan, proses pendataan jenis pohon sekaligus pemasangan barcode masih terus berlangsung. Dengan tersedianya akses informasi digital tersebut, DLHK berharap masyarakat tidak hanya lebih mudah mengenali berbagai jenis pohon yang tumbuh di ruang publik, tetapi juga semakin memahami fungsi ekologisnya dalam menjaga kualitas lingkungan perkotaan.
"Melalui kemudahan akses informasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya peran setiap pohon serta bersama-sama menjaga kelestarian ruang hijau di Kota Denpasar," tutup Widhiyanasari.