Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ramalan Pilkada untuk Eling Lan Waspada

Gubernur
Rara Wulandari

BALI TRIBUNE - Dinamisnya pergerakan jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 tidak terlepas dari  pandangan spiritual seorang Rara Wulandari, pemerhati spiritual yang telah malang melintang mengamati fenomena pilkada ataupun pileg di berbagai daerah di Indonesia. Menurut "terawangan"-nya melalui kartu tarot yang dimilikinya, pasangan Rai Mantra-Sudikerta dipastikan jadi, meskipun banyak kerikil yang disimbolkan dengan “the carriot”, kereta perang yang memiliki unsur negatif dan positif.

Pertanyaannya, apakah paket ini akan jadi? Ditegaskan jadi, namun ia mengingatkan, harus saling mengalah demi kepentingan pulau Bali, bahkan Rara begitu kerap disapa, memprediksi 10 hari ke depannya akan terjadi kesepakatan bersama. "Perlu  kerendahan hati yang dilambangkan dengan sosok pria yang memegang bola dunia, dengan segala pertimbangan diperlukan kebersamaan. Ada keberhasilan kedua belah pihak dalam membangun Bali," ujarnya, ketika ditemui Bali Tribune di Hotel Aston, Denpasar, Sabtu (16/12). 

Menurut Rara, kalau ditarik dari garis keturunan leluhur, Sudikerta keturunan dari Arya Bang Pinatih yang berawal dari Manik Angkeran. Sudikerta sebenarnya menurut "Bhisama" memang dikodratkan sebagai orang nomer dua atau wakil. "Tapi hal itu tidak menurunkan derajat seorang Sudikerta sebagai seorang pemimpin yang "ngayah" bagi masyarakat Bali," katanya, meski menunggu sepuluh hari ke depan rupanya masih terus terjadi pergumulan. Sedangkan jika melihat sosok seorang Rai Mantra, Rara mengatakan, agar lebih terbuka, jangan menutup diri. Pasalnya, saat ini "trah" seorang Ida Bagus Mantra yang merupakan Ayahanda Gus Rai yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur saat tengah melekat pada diri seorang Gus Rai.

Sisi positif ini yang mestinya dikembangkan Gus Rai. Sedangkan dari sisi pasangan Koster-Ace dikatakan  saat ini tengah melakukan penggalangan massa. Namun seiring dengan perjalanan waktu dikhawatirkan kasus-kasus lama yang menimpa Koster akan kembali diungkit. Persoalan yang akan dialami KBS sedikit bisa teratasi dengan hadirnya Cok Ace yang siap dari sisi materi ataupun sisi positifnya – bisa dikatakan Cok Ace dipandang lebih bersih dan lebih manut. Namun sayangnya, meski perintah Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri memerintahkan kadernya di Bali untuk memenangkan paket Koster-Ace,  namun rupanya dikatakan Rara, mesin partai tidak seperti yang diharapkan.

"Artinya, di dalam partai pun sebenarnya terjadi pergolakan yang membentuk faksi-faksi antara yang pro dan kontra. Bahkan cenderung dari dalam PDIP pun terjadi penggembosan, meskipun perintah ibu Megawati mesti “all out” untuk pasangan Koster-Ace. Bukan berarti, suara akan 100 persen diraup. Masih banyak faktor yang dipertimbangkan," urainya. Bahkan dari pengalaman sebelumnya, apa yang disampaikan Rara, dari nomer urut saja sudah bisa dibaca, misal ketika pilkada Buleleng. Tiga hari sebelum keputusan KPU tanggal 10 Desember 2016 (KPU tanggal 13 Desember 2016) sudah bisa diprediksi, jika pasangan calon waktu itu PAS mendapat nomor urut 2. Jadi bisa dipastikan apa yang disampaikan bisa jadi tidak meleset alias tepat.

"Sedangkan pada saat pencoblosan tanggal 15 Februari 2107, tanggal 12 Februari sudah bisa dilihat yang nomer urut 1 simbolnya kartu “three of sword” (tiga pedang) hati di awan disertai hujan deras yang diiringi kesedihan, sedangkan nomer urut dua dilambangkan dengan makna keberhasilan," ungkapnya. Secara gamblang, ia juga menjelaskan, pentingnya bagi Koster-Ace mendapat dukungan dari Puri Satria, mengingat Cok Ratmadi sebagai pelingsir Puri dan sesepuh PDIP tidak bisa dikesampingkan. Berawal dari penganugrahan gelar pahlawan bagi tokoh Puri Denpasar sebagai pahlawan nasional. Rara sempat buka tarot Rai Mantra-Jayanegara menang di atas 75 persen, Eka-Sanjaya (60 persen), Jembrana dan Buleleng PDIP menang.

Hanya Badung saja yang sempat meleset, tapi saat itu komentar Cok Rat yang pernah menjabat di Badung menyatakan menang. Jadi di sini, peran penting Cok Rat dalam memenangkan pilkada, meski dikatakan ada pihak yang mengklaim pihaknya yang memenangkan pasangan kala itu. "Dan mesti diingat bahwa Cok Rat juga memiliki komunitas spiritual Indonesia yang anggotanya mencapai 180 ribu yang kerap melakukan meditasi di berbagai kota di Indonesia, jangan kesampingkan peran Cok Rat," kata Rara, sembari menambahkan, bisa mendapat kemampuan membaca kartu tarot ini menggunakan intuisi energi spiritual Anak Melik.*

wartawan
Arief Wibisono
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Balap Sepeda Bocah Berujung Kasus Hukum, Dua Joki Diamankan Polres Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja - Aksi balap sepeda liar yang disertai perjudian di Jalan Kartini, Kelurahan Kaliuntu, Buleleng, dibongkar Polres Buleleng. Sebanyak 32 orang diamankan, 30 di antaranya masih di bawah umur. Polisi menyita uang taruhan Rp3,06 juta, dua sepeda yang telah dimodifikasi, serta tiga ponsel.

Baca Selengkapnya icon click

Patung Catur Muka Dipercantik, Air Mancur Terancam Rusak

balitribune.co.id | Denpasar - Mesin air mancur di kawasan Patung Catur Muka, Denpasar, terancam mengalami kerusakan setelah tidak dioperasikan sejak dimulainya proyek penataan kawasan Catus Pata. Kondisi tersebut terjadi menyusul pembongkaran panel yang menjadi pusat kelistrikan untuk mengoperasikan sistem air mancur.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bazar Murah TNI Bantu Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Denpasar - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Bazar Murah dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Area Parkir Timur Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Selasa (22/9/2026) pagi. Acara ini dihadiri langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto beserta jajaran Forkopimda Kota Denpasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.