Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Seribu KK Lebih Terdampak Kekeringan di Jembrana

Air bersih damak kekeringan
Bali Tribune / AIR BERSIH – Selain menyediakan tendon, warga juga membuat bak penampungan air bersih dari terpal.

balitribune.co.id | Negara - Kekeringan di Jembrana dampaknya semakin dirasakan. Menyusutnya air dari hulu mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami krisis air bersih. Seribu kepala keluarga (KK) lebih beberapa bulan terakhir hanya berharap dari distribusi bantuan air bersih instansi terkait. 

Persoalan yang sama juga terjadi pada sektor pertanian. Ratusan hektar padi maupun sayuran terancam gagal panen. Sedangkan musim kemarau tahun ini masih akan berlangsung lama.

Kekeringan yang terjadi mulai akhir Maret 2026 lalu dampaknya telah meluas sejak Mei lalu. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jembrana I Putu Agus Artana Putra dihubungi, Selasa (13/10/2026) mengatakan berawal dari laporan di SD Negeri 2 Pendem di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem-Jembrana, krisis air bersih kini telah dirasakan dampaknya di 7 desa dan 14 banjar di wilayah Jembrana.

Ia menyatakan langkah-langkah penanganan darurat kekeringan kini terus diperkuat. Pihaknya mengaku bersama instansi terkait terus menggenjot distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Hingga saat ini, total distribusi air bersih yang telah disalurkan telah mencapai hampir 600.000 liter untuk 1.048 kepala KK terdampak. Menurutnya sebagian besar warga terdampak tinggal di wilayah dataran tinggi. 

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, warga terdampak selama ini menggunakan suplai air dari jaringan air yang dibangun secara swadaya. Sedangkan debit air dari sumber mata air di hutan semakin menyusut. 

"Distribusi air dilakukan secara bergiliran mengingat tingginya kebutuhan serta adanya kendala dari suplai PDAM. Stok air di tandon-tandon biasanya habis dalam waktu kurang dari dua hari," ujarnya. 

Pihaknya pada musim kemarau tahun ini kembali memasang tandon air di 18 titik strategis. Kapasitas tandon yang disiapkan bervariasi mulai dari 2.000 liter hingga 5.000 liter. Bahkan dikatakannya juga dibuat bak penampungan dari terpal di 15 titik untuk penampungan tambahan. Aksi penangganan darurat dampak kekeringan ini juga turut didukung oleh berbagai pihak, termasuk PMI, kepolisian, dan TNI. 

Selain itu, kondisi diperparah oleh kerusakan infrastruktur pipa air akibat terjangan banjir. Selain bantuan darurat, diakuinya perbaikan infrastruktur juga dirancang secara komprehensif sebagai solusi jangka panjang. Setelah satu unit sumur bor telah berhasil dibangun di Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem oleh Polres Jembrana, kini menurutnya total rencana penambahannya mencapai 4 unit pompa. 

"Kita lakukan Perbaikan Infrastruktur seperti perbaikan pipa air yang rusak telah dirancang dan dikoordinasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pengadaan Pompa Air Untuk memperkuat debit air, Kejaksaan Tinggi Bali juga berencana membantu pengadaan 3 unit pompa air," jelasnya. 

Persoalan ini pun menurutnya telah disampaikan pada rapat kordinasi antar instansi dan menjadi perhatian serius.

Begitupula pada sektor pertanian, menurutnya pemerintah daerah kini terus berkoordinasi dengan dinas terkait serta Badan Wilayah Sungai (BWS) untuk membangun pompa-pompa air di area persawahan. Terlebih mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dikatakannya musim kemarau tahun ini diprediksi masih akan berlangsung cukup lama hingga Januari 2027 mendatang.

Selain itu kembali mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air dengan menghemat dan memprioritaskan penggunaan air bersih hanya untuk kebutuhan pokok sehari-hari, masyarakat juga diingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kawasan hutan. Diharapkannya kawasan hulu dimasa mendatang mampu berfungsi optimal sebagai penyimpan cadangan air saat kemarau kembali melanda. 

wartawan
PAM
Category

Antisipasi Gagal Panen, Badung Siapkan Asuransi Usaha Tani Padi untuk 7.000 Ha Lahan

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan perlindungan asuransi bagi petani untuk mengantisipasi risiko gagal panen pada musim tanam II 2026. Melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), premi asuransi disiapkan untuk lahan pertanian seluas 7.000 hektare.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Alokasikan Rp32 Miliar Atasi Banjir 

balitribune.co.id | Denpasar -  Pemerintah Kota Denpasar mengalokasikan anggaran sebesar Rp32 miliar pada 2026 untuk memperkuat upaya pengendalian banjir melalui normalisasi sungai, pembangunan drainase baru, serta penataan saluran irigasi di sejumlah titik rawan genangan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kemarau Panjang, PDAM Denpasar Perluas Daya Tampung

balitribune.co.id | Denpasar - Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi krisis air akibat kemarau panjang. Meski produksi air bersih saat ini masih berjalan normal, penurunan debit sungai di sejumlah wilayah menjadi perhatian serius.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkot Denpasar Cari Titik Temu Tarif SJUT

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bersama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma membuka ruang pembahasan ulang terkait tarif Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di kawasan Sanur. Langkah ini diambil setelah para operator provider keberatan dan menilai tarif yang ditetapkan dalam regulasi terlalu tinggi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.