Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tiga Unit Vila Terbakar, Ini Penyebabnya

Bali Tribune/Petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan kobaran api.

balitribune.co.id | Denpasar - Si jago merah kembali mengamuk. Tiga bangunan vila di Jalan Pengembak nomor 14, Sanur Denpasar Selatan terbakar, Minggu (5/5). Diduga kuat, kobaran si jago merah akibat konsleting listrik dan kejadian sekitar pukul 23.00 Wita. 

Informasi yang dihimpun Bali Tribune, kobaran api tidak hanya membakar tiga bangunan vila milik Eveline Borfiga (50) itu. Satu bar, kitchen, gazebo serta bangunan konsulat Chili yang ada di belakang vila juga dilalap api. Delapan unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian. 

Penjaga vila Ketut Budiarta (47) menceritakan, awalnya dipanggil oleh tamu untuk menyalakan meteran listrik. Berselang 30 menit, lampu menyala dan bersamaan dengan itu muncul api di atap vila. “Saksi langsung berteriak seraya membangunkan 12 orang penghuni vila untuk keluar,” ujar seorang petugas. 

Setelah memastikan seluruh tamu keluar, saksi berusaha memadamkan api mengunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api semakin membesar lantaran terdapat bahan-bahan mudah terbakar seperti  kayu dan bambu serta atap vila berbahan alang-alang. 

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan, pihaknya sudah memeriksa saksi saksi dan olah TKP. “Diduga penyebab kebakaran karena konsleting listrik dan tidak ada korban jiwa,” ungkapnya. 

wartawan
Ray
Category

Imbas Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pergerakan Wisatawan Domestik Terganggu

balitribune.co.id I Badung - Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, berdampak pada pergerakan wisatawan domestik dari sejumlah daerah di Indonesia ke Bali. Pasalnya, sejak Minggu (6/9/2026), operasional penerbangan sejumlah bandara di Tanah Air ditutup sementara imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.