Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tragedi Demokrasi

Bali Tribune

BALI TRIBUNE - Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) langsung serentak di 171 daerah sudah selesai 27 Juni 2018 kemarin. Artinya, KPU sebagai lembaga penyelenggara telah berhasil menunaikan amanah UU secara baik. Tentu saja atas dukungan Bawaslu sebagai pengawas, Polri/TNI sebagai penjamin keamanan dan ketertiban, Parpol sebagai pilar demokrasi dan masyarakat sebagai pemberi mandat. Meski demikian, pesta demokrasi dengan melibatkan sekitar 500 calon kepala daerah, 16 Parpol Pengusung/Pendukung serta sekitar 42juta pemilih ini, tentu tidak sempurna sebagai mana dibayangkan di alam ide. Ada berbagai kasus yang menyebabkan Pilkada ulang atau sekadar hitung ulang masih terjadi di berbagai daerah. Di antara masalah-masalah ini, ada hal yang tidak pernah terjadi pada Pilkada langsung sebelumnya: Ada pasangan calon (Paslon) yang bertarung melawan kotak kosong karena tidak ada rival yang memenuhi syarat. Hasilnya: Kotak Kosong memenangi kontestasi. Kasus ini yang Penulis maksud sebagai Tragedi Demokrasi. Tragedi ini terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Di sini,  Paslon tunggal, Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) yang didukung 10 parpol dikalahkan oleh kotak kosong dengan skor kemenangan cukup telak: 53,31:46,69. Pilkada dengan Paslon tunggal memang pernah dilakukan uji tafsir di MK lantaran oleh banyak orang, praktek ini jelas-jelas mereduksi nilai demokrasi. Prinsip demokrasi paling azasi adalah melibatkan sebanyak mungkin rakyat sebagai pemilih dan calon pemimpin untuk dipilih. Namun, pengawal konstitusi itu rupanya mempertimbangkan juga hak azasi Paslon yang sudah memenuhi syarat tetapi harus dibatalkan atau diundurkan hanya karena Paslon lain tak memenuhi syarat atau Parpol Pengusung tak mau mengusung Paslon lain. Jadilah Paslon tunggal 'dihalalkan' dalam Pilkada. Makan, sejak Pilkada langsung 2016, 2017 dan 2018 ini, Paslon tunggal muncul di berbagai kabupaten/Kota. Untuk tahun 2018 ini ada 13 calon tunggal yang bertarung melawan kotak kosong di 13 Kabupaten/Kota di tanah air. Fakta ini sah menurut hukum karena MK sudah membenarkan. Namun, kasus yang terjadi pada Pilkada Kota Makassar ini sungguh-sungguh tidak normal. Mengapa? Pada kasus Kota Makassar, Paslon tunggal bukan lantaran paslon alternatif tidak ada. Sebenarnya ada rival tanding dari Paslon Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) yakni Mohammad Ramdhan Pomanto (Walikota Makassar saat ini) yang berpasangan dengan Indira Mulyasari (DIAmi). Dalam perjalanannya, Paslon DIAmi digugurkan KPUD setempat berdasarkan putusan MA yang mencoret nama Pamanto dari Daftar Calon Tetap Walikota Makassar. MA berdalih, bahwa sesuai ketentuan Pasal 89 ayat (3) PKPU  Nomor 15 Tahun 2017, Paslon DIAmi harus dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Paslon Walikota dan Wakil Walikota pada Pemilihan Wali Kota Makassar Tahun 2018. Sebenarnya, kasus hukum yang melilit Paslon ini sempat menimbulkan kontroversi karena dianggap syarat kepentingan politik. Namun, dengan turunnya putusan MA, semua pihak menghormati hukum, termasuk Pamanto, sang Walikota Makassar. Pilkada Kota Makassar tetap berlangsung dengan Paslon tunggal dan hasilnya sungguh mengerikan: kotak kosong menang. Fakta ini menggugat nalar politik kita untuk berpikir ulang. Mengapa saat pembangunan demokrasi kita sedang tumbuh berkelindan dengan penghargaan atas hak-hak warga negara untuk memilih yang terbaik, namun masih diberi ruang adanya calon tunggal dalam Pilkada. Apakah tidak lebih baik hukum mereduksi prosedur teknis administrasi misalnya dengan menjaring Paslon baru dalam waktu pendek atau menghadirkan instrumen sanksi berat kepada Parpol yang tidak mengusung calon alternatif demi menutup ruang munculnya Paslon tunggal? Berdasarkan kaidah berpikir normal: lebih baik mengorbankan masalah teknis-administrasi daripada mengorbankan substansi demokrasi. Jika tidak segera diselamatkan aspek yuridis dan administratif penyelenggaraan Pilkada untuk menutup peluang munculnya calon tunggal, terutama dengan kasus seperti Kota Makassar, maka kita sedang berjalan dengan mata terbuka ke dalam jurang  Tragedi Demokrasi yang sungguh-sungguh tragis.

wartawan
Mohammad S. Gawi
Category

Polres Jembrana Gulung Jaringan Narkoba Antarpulau 

balitribune.co.id I Negara - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jembrana berhasil membongkar tujuh kasus peredaran narkotika dalam operasi beruntun periode Agustus hingga September 2026. 

Dari rangkaian penindakan tersebut, polisi meringkus delapan tersangka yang terdiri dari tujuh pria dan satu wanita, serta menyita barang bukti sabu seberat total 111,25 gram netto (119,02 gram bruto).

Baca Selengkapnya icon click

Tagihan Semu PBB Jembrana Capai Miliaran

balitribune.co.id | Negara - Ketidaksinkronan data pertanahan antara instansi vertikal pusat dan daerah memicu pembengkakan piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jembrana hingga menembus angka fantastis, yakni Rp54,5 miliar. 

Data yang tidak akurat ini memicu penumpukan tagihan semu yang terus bertambah setiap tahun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Badung Sepakati APBD Perubahan 2026, Infrastruktur Jadi Prioritas

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung bersama Pemerintah Kabupaten Badung menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat arah pembangunan Badung, khususnya melalui peningkatan porsi anggaran untuk sektor infrastruktur.

Baca Selengkapnya icon click

APBD-P Badung 2026 Tembus Rp13 Triliun, Infrastruktur Dapat Porsi 59,23 Persen

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung bersama DPRD Badung menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Dalam perubahan anggaran tersebut, belanja daerah dipatok lebih dari Rp13 triliun dengan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BRI Resmikan Gedung Baru Branch Office Kuta, Perkuat Layanan Perbankan di Kawasan Pariwisata Bali

balitribune.co.id | Mangupura - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meresmikan gedung baru Branch Office (BO) Kuta pada Jumat (18/9/2026), sebagai bagian dari upaya BRI dalam memperkuat kualitas layanan perbankan sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Kuta dan sekitarnya.

Baca Selengkapnya icon click

SOP Pengisian BBM Dilanggar, Pertamina Pecat 2 Operator SPBU di Tukad Yeh Aya Denpasar

Pertamina Tindak Pelanggaran di SPBU Tukad Yeh Aya, Dua Operator Diberhentikan

balitribune.co.id | Denpasar - PT Pertamina Patra Niaga mengambil tindakan terhadap pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pelayanan BBM di SPBU 54.801.42 Tukad Yeh Aya, Kota Denpasar. Dua operator SPBU tersebut diberhentikan setelah terbukti memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.