Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ulat Bulu Serang Permukiman, Warga Resah

Bali Tribune/ TUNJUKKAN - Warga tunjukkan ulat bulu yang kembali menyerang permukiman.
balitribune.co.id | Negara - Beralihnya musim kemarau berkepanjangan ke musim penghujan menyebabkan ulat bulu menyerang pepohonan dan pemukiman warga di sejumlah wilayah di Jembrana. Seperti di permukiman warga di Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, serangan ulat bulu membuat resah warga.
 
Sejak musim penghujan sepekan terkahir, ulat bulu banyak yang menyerang tanaman. Salah satu pepohonan yang banyak diserang yaitu jati. Ulat bulu juga menyerang permukiman warga. Serangan ulat bulu di Kabupaten Jembrana terjadi hampir di semua kecamatan. Serangan ulat bulu ini meresahkan warga. Dari pengamatan, Kamis (16/1), wilayah Banjar Anyar dan Banjar Taman, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, seluruh pohon jati di tampak dipenuhi ulat bulu.
 
Pohon jati daunnya yang mulai tumbuh setelah berguguran selama musim kemarau tampak kembali meranggas lantaran semua daunnya habis dimakan ulat bulu. Bahkan ulat bulu masuk ke rumah-rumah warga. Serangan ulat bulu ini meresahkan karean menggelikan dan menyebabkan gatal. Warga juga kewalahan untuk menanggulangi serangan ulat bulu dari pepohonan disekitar rumah mereka.  
 
Dewa Ketut Minata seorang warga Banjar Taman mengatakan serangan ulat bulu terjadi sejak enam hari lalu. Awalnya ulat bulu menyerang tanaman jati yang ada di sebelah rumahnya. Setelah daun jati habis kemudian ribuan ulat bulu itu menyerang rumahnya. "Ulat bulu sampai ke dalam kamar dan memenuhi plapon rumah dan setiap sudut rumah. Kami sampai takut dan geli. Selama beberapa hari kami tidak masak. Apalagi serangan ulat bulu juga memenuhi tandon air di atas," katanya. 
 
Serangan ulat bulu ini menurutnya juga sudah mengganggu aktifitas warga. Tidak sedikit kerugian yang ditimbulkan dampak dari serangan ulat bulu tersebut. Karena serangan ulat bulu membuat usaha laundrynya sempat libur selama beberapa hari karena air penuh dengan ulat bulu. Keluarga Dewa juga harus mengungsi tidur ke Balai Daja. "Tidak berani tidur di tempat biasanya karena penuh ulat. Warga hanya bisa berusaha menanggulangi serangan ulat bulu ini dengan cara menyemprot cairan pestisida kesekitar areal rumah. Namun upaya ini dirasakan belum efektif lantaran ulat semakin banyak. Ini bangkai ulat bulu penuh di bawah dan juga sudah kami bakar," jelasnya.
 
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PUPT) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Made Kerta saat mengecek permukiman warga yang terserang ulat bulu mengatakan saat ini memang siklus ulat bulu dan terjadi di semua kecamatan di Kabupaten Jembrana. Namun serangan ulat bulu tersebut tidak merugikan tanaman karena hanya memakan daun dan tidak sampai membuat mati tanaman. Namun yang menjadi masalah ketika tanaman yang diserang ulat bulu dekat dengan pemukiman
 
Menurutnya, ketika ulat akan berubah menjadi kepompong, ketika makanannya habis ulat bulu akan jatuh dan menjalar ke rumah warga yang di dekatnya.  "Karena menyerang permukiman jelas ini membuat warga jadi takut gatal. Kami biasanya cek dulu dan adakan pendekatan kepada warga untuk penanggulangannya karena menggunakan pestisida tentu berbahaya. Karena itu harus steril beberapa hari. Apalagi jika ada serangan di dapur, ada anak kecil dan yang lainnya. Jangan sampai nanti berdampak," tandasnya. 
wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Sempat Menilai Ada Kejanggalan, Keluarga Akhirnya Ambil Jenazah Nelayan Asal Desa Cupel untuk Dimakamkan

balitribune.co.id | Negara - Meski sempat menilai ada kejanggalan, pihak keluarga akhirnya memutuskan mengambil jenazah I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara dari RSUD Negara untuk dimakamkan, Senin (14/9/2026) pagi. 

Sebelumnya, pihak keluarga terpaksa menyeberang ke perairan Banyuwangi untuk membongkar kembali makam korban yang sempat dikuburkan secara sepihak di pesisir Alas Purwo.

Baca Selengkapnya icon click

Mobil Elf Bawa 18 Wisatawan Terbakar di Baturiti

balitribune.co.id | Tabanan - Satu unit mobil Elf berpelat DK 7827 AI yang membawa 18 orang wisatawan lokal terbakar di jalur Denpasar-Singaraja, tepatnya di depan Kantor UPTD Laboratorium dan Pengujian Obat Tradisional Pemprov Bali, Banjar Pekarangan, Desa/Kecamatan Baturiti, pada Senin (14/9/2026) siang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

HIMKI Bidik Indonesia Jadi Pusat Mebel dan Kerajinan Dunia

balitribune.co.id | Badung - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di Badung, Senin-Rabu, 14-16 September 2026. Forum tiga tahunan ini menjadi momentum penting bagi HIMKI untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan strategi menghadapi perubahan industri global.

Baca Selengkapnya icon click

Gara-gara Bakar Sampah Sisa Pengabenan, Areal Hutan Batur Ikut Terbakar

balitribune.co.id | Bangli - Kebakaran terjadi di tempat pembuangan sampah bekas upacara pengabenan yang berlokasi di sebelah utara wantilan Tunon, Desa Adat Batur, Kintamani Bangli pada Minggu (13/9/2026) sekira pukul 14.00 wita. Api yang membesar hingga melahap areal hutan seluas kurang lebih 2 are.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Turis Asing Batalkan Pesanan Kamar, Target Pajak Hotel Buleleng Terancam Tak Tercapai

balitribune.co.id | Singaraja - Target pajak daerah Kabupaten Buleleng tahun 2026 terancam tak tercapai. Pembatalan pesanan kamar oleh wisatawan mancanegara ikut menekan penerimaan dari sektor Pajak Hotel. Pembatalan disebut terjadi terutama dari wisatawan Eropa dan Amerika yang sebelumnya memesan akomodasi di kawasan Batu Ampar, Sumberkima, Gerokgak hingga Tejakula.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.