Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

We Love Bali Diminati Semua Kalangan

Bali Tribune / WE LOVE BALI - Peserta program We Love Bali telah mengunjungi sejumlah destinasi

balitribune.co.id | Denpasar – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan stakeholder menggelar program ‘We Love Bali’ dengan melakukan promosi mengunjungi objek-objek wisata di Bali. Sekaligus sosialisasi protokol kesehatan bidang pariwisata sebagai program pemulihan pariwisata yang melibatkan 4.400 peserta.

Ribuan peserta ini dibagi dalam kelompok kecil terdiri 40 orang. Tiap kelompok melakukan satu trip (perjalanan) selama 3 hari 2 malam, dengan menginap secara bergiliran di sejumlah kawasan wisata yang ada di Bali. 

Program ‘We Love Bali’ akan digelar selama 2 bulan, Oktober-November 2020 mendatang. Peserta yang dilibatkan dari kalangan dosen, guru, mahasiswa, ASN, karyawan perusahan swasta, karyawan biro perjalanan wisata, Pokdarwis, komunitas hobi, fotografer dan lainnya. Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa akomodasi selama 2 malam di hotel atau home stay yang ditetapkan panitia, konsumsi, transportasi, tiket masuk daya tarik wisata, biaya rapid test, dan perlengkapan lainnya.

Panitia 'We Love Bali' Putri Kesuma dari PT Bintang Nusantara MICE yang mendampingi peserta sekitar 40 orang mengatakan trip atau perjalanan pertama program ‘We Love Bali’ yakni program 11 yang merupakan trip 1 dari tanggal 7- 9 Oktober 2020 ke Denpasar- Sangeh-Carang Sari-Plaga - Kintamani-Payangan- Ubud- Denpasar. 

"Peserta berangkat dari Denpasar, Sangeh, Carang Sari dan Plaga. Mereka menginap semalam di Plaga (Badung). Esoknya, ke Kintamani (Bangli), terus menuju Payangan, dan lanjut menginap di Ubud (Gianyar). Jadi, ada kombinasi menginap di Plaga dan Ubud,” katanya. 

Menurut Putri Kesuma implementasi penerapan Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability (CHSE) melalui program ‘We Love Bali’ menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Bali telah melakukan langkah-langkah penerapan protokol CHSE dengan bersungguh-sungguh, didukung masyarakat (komunitas), akedemisi, pengusaha, dan media. Intinya, implementasi penerapan CHSE sangat penting untuk menunjukkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional, sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan.

Lanjut dia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap penerapan protokol CHSE di daya tarik wisata dan desa wisata. "Program ini juga melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di hotel tempat menginap dan DTW yang dikunjungi dengan mengisi Form Cek List CHSE," terangnya.

Sementara itu Anggota Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Bali, Ketut Jaman menyatakan akibat dampak Covid-19, 12 rute perjalanan sudah disiapkan untuk program ‘We Love Bali’. Dari 12 trip tersebut sudah mendapatkan dukungan angggaran dari Kemenparkeraf. Kunjungan ini akan mengcover seluruh 9 kabupaten/kota yang ada di Bali, salah satunya program 11 trip 1 tanggal 7- 9 Oktober 2020 ke Denpasar-Sangeh-Carang Sari-Plaga - Kintamani-Payangan- Ubud- Denpasar.

Kata dia, dengan teknis pelaksanaan yang pertama peserta akan dibagi menjadi kelompok perjalanan, setiap kelompok terdiri dari 40 orang dengan menggunakan 2 kendaraan bus, masing-masing bus berisi 20 penumpang, yang akan melalui 1 rute perjalanan dari total 12 rute yang disediakan.

"Disetiap daya tarik wisata akan dilibatkan UMKM sebagai penyedia souvernir yang akan dijual kepada para peserta," jelasnya.

Selain itu, juga mempromosikan pariwisata Bali Era Baru kepada masyarakat luar melalui media sosial peserta, menyiapkan pariwisata Bali untuk menyambut wisman sejalan dengan Pergub Nomor 46 Tahun 2020, dan meningkatkan ekonomi tempat-tempat yang dikunjungi. Ini sekaligus mempromosikan bahwa Bali telah melakukan langkah-langkah penerapan CHSE.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Penataan Sasana Budaya Akhirnya Dilanjutkan, Sedot Anggaran Rp15 Miliar

balitribune.co.id | Bangli - Sempat menjadi pertanyaan masyarakat luas terkait kelanjutan penataan Sasana Budaya Giri Kusuma yang beralamat di Banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga Bangli akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Bangli  pada tahun 2026 kembali  mengalokasikan anggran senilai Rp15 Miliar untuk kelanjutan pembangunan tempat pementasan seni  budaya tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dorong Efisiensi Anggaran, Desa di Klungkung Diminta Gali Potensi Lokal

balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung melanjutkan jalannya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan, Desa, dan Kelurahan. Setelah menyasar Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, kini giliran Kecamatan Banjarangkan yang dikunjungi, Selasa (15/9/2026).

Dua desa dipilih menjadi sampel monev di Kecamatan Banjarangkan, yakni Desa Tusan dan Desa Nyanglan. 

Baca Selengkapnya icon click

Bayang-Bayang Kepunahan, Disbudpar Buleleng Gaet Anak Muda Lestarikan Wayang dan Prasi

balitribune.co.id | Singaraja – Upaya menjaga keberlanjutan kesenian tradisional Bali di tengah minimnya minat generasi muda terus dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng. Salah satunya melalui pergelaran Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali yang melibatkan pemuda dari sembilan kecamatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Arus Kencang di Nusa Penida, Wisatawan Asal Malaysia Tewas saat Diving

balitribune.co.id | Semarapura – Musibah terseret arus saat beraktivitas diving kembali menelan korban jiwa di perairan Nusa Penida, Klungkung. Seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal Malaysia, Siti Nuraini Binti Rusidi (40), meninggal dunia usai menyelam di perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (16/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.