Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Biaya Rapid Test Antigen di Pelabuhan Padang Bai Rp 250, Diperkirakan Banyak Penumpang Hasil Rapidnya Positif

Bali Tribune/ PEMERIKSAAN - Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Padang Bai lakukan pemeriksaan surat keterangan rapid test di pintu dermaga.
Balitribune.co.id | Amlapura - Kebijakan rapid test antigen bagi calon penumpang atau warga luar Bali yang ingin berlibur ke Bali melalui jalur darat, yakni menggunakan jasa penyebrangan Ferry baik melalui Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Padang bai, secara resmi diberlakukan pada musim libur Natal dan Tahun Baru mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 mendatang.
 
 
Kebijakan ini diberlakukan oleh Pemprov Bali untuk mengantisipasi atau menekan penyebaran Covid-19 di Bali yang biasanya akan mengalami lonjakan kasus pada saat musim liburan. Untuk melayani penumpang yang ingin menyebrang keluar Bali yakni ke Lombok ataupun ke Pulau Jawa lewat jalur darat atau laut, pun bagi warga luar Bali yang tiba di Bali tapi tidak melengkapi diri dengan surat keterangan rapid test antigent, pihak Kimia Farma di Pelabuhan Padangbai, Karangasem telah menyiapkan sebanyak 500 Reagen, rapid test antigen yang pelayanannya dilakukan di sebelah loket tiket.
 
Untuk satu kali rapid test antigen, calon penumpang dikenakan biaya sebesar Rp. 250 ribu, dimana hasil rapid test antigen ini akan keluar dalam waktu 45 menit hingga satu jam. “Kita sudah mulai buka layanan rapid test antigen mulai tanggal 18 Desember pagi. Untuk pelayanan kita sudah siapkan sebanyak 500 Reagen, Antigen Covid-19,” ujar Dian Fajar, salah seorang petugas layanan rapid test Kimia Farma, Kamis (17/12/2020).
 
Koordinator Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Padang Bai I Putu Suardiana kepada media ini mengatakan jika pihaknya sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali terkait wajib rapid test antigen kepada warga yang masuk ke Bali, telah berkoordinasi dengan pihak Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karangasem. “Kami bersama gugus tugas akan memperketat pemeriksaan. Bagi yang tiba di Bali tidak melengkapi diri dengan surat keterangan negatif rapid test antigen, kita akan arahkan untuk melakukan rapid test di Padang Bai,” ujarnya.
 
Terkait pemberlakuan rapid test antigen, diperkirakan akan banyak calon penumpang yang hasil rapidnya positif, itu karena tingklat akurasi hasil rapid test antigen sendiri mencai 80 persen jika dibandingkan rapid test anti body. “Kami perkirakan banyak calon penumpang yang hasil rapidnya positif. Karena itu kita telah siapkan ruang karantina, termasuk berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid 19. Kalau jumlahnya banyak yang positif, kita sudah siapkan ambulance untuk membawa mereka ke tempat karantina,” ungkapnya.
 
Wajib rapid test antigen bagi calon penumpang dan awak kendaraan yang masuk masuk ke Bali juga menuai kontraversi. Di Padang Bai,  para sopir truk barang dan pengangkut logistik mengaku keberatan jika mereka ikut dikenakan wajib rapid test antigent. Mereka menilai biaya rapid test antigent cukup mahal, yakni mulai R 250 ribu hingga Rp 380 ribu. Selain itu selama ini para sopir truk barang dan pengangkut logistik serta para awak kendaraan umum tidak dikenakan wajib rapid test antibody karena statusnya hanya melintas. “Kalau kami dikenakan rapid test antigen. Jelas kami keberatan pak, untuk makan saja bekal atau uang jalan kami sangat pas-pasan apalagi untuk bayar rapid test. Lagi pula kami kan hanya melintas saja, dan selama ini kami tidak kena wajib rapid,” ungkap Agus Sudarmawan, sopir teruk barang asal Lombok, NTB. 
wartawan
Husaen
Category

Dinkes Tabanan Gelar Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi Jadi Temuan Terbanyak

balitribune.co.id | Tabanan - Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan tahun 2026. Program ini menyasar 40 perangkat daerah untuk mendorong deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) serta meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan kerja. 

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Beroperasi, Pemkab Jembrana Usulkan Pencabutan Dua Perda BPR

balitribune.co.id | Negara - Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jembrana dipastikan batal terwujud. Setelah mangkrak dan tidak pernah terealisasi sejak regulasinya diterbitkan pada 2017 silam, eksekutif dan legislatif Kabupaten Jembrana kini resmi mengusulkan pencabutan dua produk hukum yang menjadi landasan hukumnya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BI Bali Dorong UMKM Naik Kelas, Akses Pembiayaan Capai Rp5,8 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Akses pembiayaan menjadi salah satu kunci bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perbankan, Bank Indonesia, dan pelaku usaha terus diperkuat agar kebutuhan pembiayaan UMKM dapat dipertemukan dengan sumber pendanaan yang tepat.

Baca Selengkapnya icon click

Resmi Diluncurkan, Gilimanuk Jadi Titik Utama Proyek PLTS 100 GWp

balitribune.co.id | Negara - Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai salah satu langkah strategis mempercepat terwujudnya swasembada dan kedaulatan energi nasional. Peluncuran program tersebut ditandai dengan groundbreaking sejumlah proyek PLTS, termasuk di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kemarau Melanda, Petani Tabanan Biarkan Sawah Menganggur

balitribune.co.id | Tabanan - Sejumlah petani di Kabupaten Tabanan terpaksa membiarkan sawah mereka menganggur atau bero akibat terpaan kemarau panjang yang memicu kekeringan.

Hal ini dilakukan sejumlah petani di beberapa subak lantaran seretnya pasokan air irigasi yang mengalir ke kawasan pertanian mereka. Hingga pertengahan Agustus 2026, fenomena tanah terbengkalai ini melanda puluhan hektare lahan di beberapa wilayah.

Baca Selengkapnya icon click

Pegadaian Cabang Rasanae Salurkan Bantuan Rp275 Juta untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u Desa Mawu

balitribune.co.id | Bima - Harapan masyarakat Desa Mawu Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk memiliki akses jembatan yang lebih layak kembali mendapat perhatian. Melalui program Pegadaian Peduli, PT Pegadaian (Persero) Cabang Rasanae menyalurkan bantuan senilai Rp275 juta untuk mendukung pembangunan Jembatan Raba Sa’u, Desa Mawu. Pembangunan jembatan tersebut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.