Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terapkan Bisnis Rendah Emisi, Perhotelan di Sanur Komit Mendorong Dekarbonisasi

rendah emisi
Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 39 Tahun 2025 dan Keputusan Gubernur Bali Nomor 912/04-B/HK/2026 telah menentapkan Sanur sebagai salah satu Kawasan Rendah Emisi (KRE) di Bali. Penetapan ini menjadi komitmen bersama untuk menjadikan ekosistem kawasan lebih berkelanjutan dan rendah emisi, salah satunya dengan mendorong industri pariwisata hijau. 

Pencapaian tujuan tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, termasuk pelaku usaha perhotelan yang berperan dalam mendorong dekarbonisasi melalui praktik bisnis yang lebih rendah emisi. Salah satu pendekatannya adalah corporate decarbonization, yaitu upaya perusahaan untuk memahami sumber emisi dari aktivitas bisnisnya, mengidentifikasi peluang pengurangan emisi, serta mengintegrasikan aksi rendah karbon ke dalam proses operasional dan pengambilan keputusan bisnis. 

Pendekatan corporate decarbonization relevan bagi industri pariwisata, khususnya akomodasi, mengingat aktivitas operasionalnya berkaitan erat dengan konsumsi energi, mobilitas tenaga kerja dan wisatawan, serta berbagai aktivitas yang memengaruhi kualitas lingkungan kawasan. Upaya dekarbonisasi tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional dan pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga pada kontribusi pelaku usaha dalam menjaga kualitas lingkungan, kenyamanan kawasan, dan keberlanjutan destinasi wisata dalam jangka panjang.

Delapan pelaku usaha perhotelan di Sanur, Kota Denpasar turut berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam rangkaian mengidentifikasi peluang dekarbonisasi, berkontribusi dalam penyusunan rencana aksi kawasan, serta menjajaki kolaborasi untuk mendukung implementasi Kawasan Rendah Emisi (KRE) Sanur. Para pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk memahami dan menerapkan kerangka corporate decarbonization berdasarkan standar internasional GHG Protocol.

Hal ini menghubungkan proses bisnis dan aktivitas operasional hotel dengan sumber emisi yang dihasilkan, sekaligus membantu pelaku usaha mengidentifikasi peluang pengurangan emisi dan alternatif aksi dekarbonisasi yang relevan dengan kebutuhan serta karakteristik bisnis mereka. Yanuar Sulistiono dari pihak

perusahaan konsultan dan mitra implementasi swasta yang berfokus pada strategi keberlanjutan, perubahan iklim, dan ekonomi sirkular mengatakan, solusi teknologi semakin berkembang dan tersedia sebagai solusi rendah emisi. 

"Dekarbonisasi ini perlu pendekatan pada skala ekosistem, sehingga hotel tidak hanya bergerak sendiri karena ada supply chain yang perlu diperhatikan. Kolaborasi menjadi pilihan bijak dalam memaksimalkan upaya dekarbonisasi untuk Sanur," katanya di Denpasar beberapa waktu lalu. 

Selain berbagi pemahaman mengenai alternatif dekarbonisasi, para pelaku usaha perhotelan dilibatkan dalam memberikan masukan terhadap rencana aksi yang disusun, dengan mempertimbangkan tantangan, kebutuhan, dan peluang implementasi di lapangan. Proses ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk mengidentifikasi potensi kontribusi, menyampaikan kebutuhan dukungan, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Keterlibatan pelaku usaha perhotelan diharapkan dapat memastikan bahwa rencana aksi KRE Sanur tidak hanya mendukung pencapaian target lingkungan, tetapi juga relevan dengan kondisi operasional bisnis, aplikatif dalam pelaksanaannya, serta membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan Sanur.

Para pelaku usaha perhotelan juga berkesempatan mendiskusikan dan menentukan prioritas strategi dekarbonisasi yang relevan dengan kebutuhan bisnis, sekaligus menjajaki solusi dan peluang kolaborasi dengan penyedia teknologi rendah karbon, penyedia layanan bersama, desa adat, serta mitra dalam rantai pasok operasional perhotelan.

Partisipasi delapan pelaku usaha hotel dan akomodasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat keterlibatan pelaku usaha sektor pariwisata dalam perjalanan dekarbonisasi Sanur. Lebih dari sekadar meningkatkan kesadaran, keterlibatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya komitmen bersama dan membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan antara pelaku usaha, pemerintah, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya.

Pihak hotel pun berharap kebijakan kawasan rendah emisi dapat diterapkan dan dijaga bersama. Sinergi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa pengembangan KRE Sanur dapat diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata yang mendukung pengurangan emisi sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan dan daya tarik kawasan sebagai destinasi pariwisata. 

Melalui kolaborasi lintas sektor, Sanur memiliki peluang untuk menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata dan upaya dekarbonisasi dapat berjalan beriringan. Pendekatan dekarbonisasi tidak dapat dipukul rata bentuk implementasinya, sehingga diperlukan penyesuaian karakteristik dan model bisnis dari masing-masing hotel di Sanur.

Dinas Pariwisata Kota Denpasar mengapresiasi keterlibatan aktif para pelaku usaha perhotelan yang telah turut serta mendukung inisiatif ini, untuk menjadikan dekarbonisasi sebagai solusi aksi jangka panjang, efisiensi energi, dan adopsi teknologi rendah karbon dapat menjadi pilihan. Seluruh daya upaya untuk menjadikan pariwisata Sanur lebih berkelanjutan.

wartawan
YUE
Category

UMKM Hijau Bali Unjuk Gigi di ISEF 2026, Limbah Disulap Jadi Produk Bernilai

balitribune.co.id | Jakarta - Dari Bali, cerita tentang ekonomi syariah tidak hanya soal produk halal. Ada pula cerita tentang bagaimana limbah produksi diubah menjadi barang bernilai ekonomi, sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi masyarakat.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Berharap Kontribusi, ASITA Bali Dorong "Regenerative Tourism"

balitribune.co.id | Mangupura - Pariwisata Bali sedang menghadapi tantangan yang tidak lagi cukup dijawab dengan mendatangkan sebanyak-banyaknya wisatawan. Di tengah persoalan lingkungan, kepadatan lalu lintas hingga gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM), industri pariwisata mulai didorong untuk memikirkan kembali cara Bali menerima dan melayani wisatawan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kesulitan Akses Hibah, DPRD Badung Dorong Kemenag Percepatan  Penerbitan TDP Pura

balitribune.co.id | Mangupura - Persyaratan Tanda Daftar Pura (TDP) menjadi kendala bagi sejumlah pengelola pura di Kabupaten Badung dalam mengakses bantuan hibah pemerintah daerah. DPRD Badung mendorong Kementerian Agama mempercepat penerbitan TDP agar proses administrasi rumah ibadah dapat diselesaikan sesuai ketentuan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Dorong Belanja Daerah Beralih ke Sistem Digital, KKPD Jadi Instrumen Utama

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung mendorong perluasan transaksi keuangan berbasis digital, tidak hanya pada pembayaran pajak dan retribusi, tetapi juga dalam belanja pemerintah daerah. Optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkab Badung Berpartisipasi dalam Colours of Cultures Festival ke-10

balitribune.co.id | Mangupura - Seni budaya Kabupaten Badung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Delegasi kesenian Tari Kecak Kabupaten Badung tampil memukau dalam ajang bergengsi Colours of Cultures Festival (CoCF) Ke-10 yang berlangsung di kawasan historis Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.