balitribune.co.id | Tekanan darah tinggi sering dikaitkan dengan stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Namun, dampaknya terhadap mata belum banyak mendapat perhatian. Hipertensi yang tidak terkendali dapat merusak pembuluh darah retina dan mengancam penglihatan. Kondisi ini dikenal sebagai retinopati hipertensi.
Dalam semangat World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia, masyarakat perlu memahami bahwa kesehatan mata berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Upaya menjaga penglihatan juga perlu mencakup pemeriksaan tekanan darah dan pengendalian penyakit yang menyertainya.
Retina merupakan lapisan peka cahaya di bagian belakang mata yang berperan mengubah cahaya menjadi sinyal untuk diteruskan ke otak. Jaringan ini memerlukan pasokan darah yang memadai agar dapat bekerja dengan baik. Tekanan darah tinggi dapat mengganggu pembuluh darah yang menyuplai jaringan tersebut.
Pada hipertensi yang berlangsung lama, pembuluh darah kecil di retina dapat mengalami penyempitan dan penebalan dinding. Pada kondisi yang lebih berat, kerusakan pembuluh darah dapat menimbulkan perdarahan, kebocoran cairan, serta gangguan pasokan oksigen ke jaringan retina. Perubahan tersebut dapat mengganggu fungsi penglihatan.
Salah satu tantangan retinopati hipertensi adalah keluhannya yang sering tidak terasa pada tahap awal. Seseorang dapat tetap merasa penglihatannya baik meskipun sudah terdapat perubahan pada pembuluh darah retina. Risiko kerusakan cenderung meningkat seiring tingginya tekanan darah dan lamanya hipertensi berlangsung, terutama bila disertai diabetes, kolesterol tinggi, atau kebiasaan merokok.
Karena itu, penyandang hipertensi perlu mendiskusikan kebutuhan pemeriksaan mata dengan dokter, terutama apabila tekanan darah sulit terkontrol atau muncul gangguan penglihatan. Melalui pemeriksaan bagian belakang mata, dokter dapat menilai kondisi retina dan pembuluh darahnya. Temuan tersebut menjadi bagian dari penilaian dampak hipertensi terhadap organ tubuh.
Masyarakat juga perlu mengenali keadaan yang membutuhkan pertolongan segera. Tekanan darah sangat tinggi, sekitar 180 mmHg sistolik atau 120 mmHg diastolik atau lebih, yang disertai perubahan penglihatan, nyeri dada, sesak napas, kelemahan anggota tubuh, atau kesulitan berbicara dapat menandakan kegawatdaruratan. Segera menuju instalasi gawat darurat. Penurunan penglihatan mendadak juga harus segera diperiksakan meskipun tekanan darah belum diketahui.
Pengendalian tekanan darah merupakan dasar penanganan retinopati hipertensi. Pasien perlu mengikuti pengobatan dan jadwal kontrol yang diberikan dokter. Perbaikan tekanan darah dapat membantu meredakan sebagian perubahan pada retina, tetapi pemulihan penglihatan bergantung pada beratnya kerusakan yang telah terjadi.
Kebiasaan sehari-hari turut berperan dalam menjaga tekanan darah. Mengurangi makanan tinggi garam, memilih makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik sesuai kondisi kesehatan, menjaga berat badan, dan menghindari rokok merupakan langkah yang dapat dilakukan. Perubahan gaya hidup perlu berjalan bersama pengobatan apabila obat telah diresepkan.
Di tingkat keluarga dan masyarakat, kepedulian dapat dimulai dengan membantu anggota keluarga memeriksa tekanan darah serta mendampingi mereka menjalani pengobatan. Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya dapat menjadi tempat untuk memperoleh pemeriksaan awal, edukasi, dan rujukan sesuai kebutuhan.
World Sight Day menjadi pengingat bahwa menjaga penglihatan membutuhkan perhatian sebelum keluhan muncul. Kenali tekanan darah, jalani pengobatan dengan teratur, dan periksakan perubahan penglihatan. Melalui langkah tersebut, masyarakat dapat melindungi kesehatan mata sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan.