balitribune.co.id | Denpasar - Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia terus memperluas promosi pariwisata Indonesia di pasar Tiongkok. Salah satunya dengan kegiatan Familiarization Trip (Famtrip), 7 travel agent/tour operator (TA/TO) asal Tiongkok diajak untuk mengenal sekaligus menjajaki pengembangan paket wisata Labuan Bajo dan Bali pada beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada pelaku industri perjalanan Tiongkok mengenai potensi destinasi unggulan Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan produk wisata yang sesuai dengan preferensi wisatawan Tiongkok. Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini di akun resmi @kemenpar.ri, menyampaikan, Famtrip ini dirancang untuk menunjukkan secara langsung bahwa destinasi unggulan Indonesia siap bersaing di pasar internasional dengan pengalaman kelas dunia.
"Kami berharap para peserta dapat merancang dan memasarkan paket wisata Indonesia yang semakin kompetitif dan sesuai dengan preferensi wisatawan Tiongkok," jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tiongkok merupakan negara asal wisatawan terbesar keempat setelah Malaysia, Australia, dan Singapura ke Indonesia. Sepanjang tahun 2025 sebanyak
1,34 juta kunjungan wisman asal Tiongkok di Indonesia. Pada Januari-Agustus 2026 tercatat sebanyak 1,054 juta kunjungan wisman asal Tiongkok. Jumlah tersebut tumbuh 16,46 persen dibandingkan periode yang sama 2025 yang tercatat 905.002 kunjungan wisman Tiongkok. Pertumbuhan tersebut melampaui kenaikan total kunjungan wisman sebesar 5,38 persen.
Kemenpar gandeng mitra lintas sektor promosikan Labuan Bajo dan Bali untuk pasar Tiongkok. Famtrip TA/TO Tiongkok 2026 terwujud berkat kolaborasi kuat para mitra dalam memperkenalkan destinasi serta pengalaman wisata unggulan Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Kemenpar mempertemukan 14 pelaku usaha pariwisata Indonesia dengan
7 TA/TO asal Tiongkok untuk memberi ruang bagi industri Tiongkok melihat potensi destinasi secara langsung, lalu meraciknya menjadi paket perjalanan unggulan yang siap dipasarkan.
Peserta Famtrip dari Tiongkok tersebut
berkesempatan merasakan menjelajahi destinasi unggulan Labuan Bajo dan Bali secara langsung. Mengenal potensi alam, budaya, kuliner, dan pengalaman wisata Indonesia. Mengikuti business matching bersama pelaku industri pariwisata Indonesia. Menjajaki kerja sama untuk mengembangkan paket wisata sesuai preferensi wisatawan Tiongkok. Memperluas promosi destinasi Indonesia ke pasar internasional.
Kegiatan promosi pariwisata Labuan Bajo dan Bali ini menggandeng maskapai penerbangan asal Tiongkok untuk memperkuat konektivitas pasar wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Di Labuan Bajo, peserta diajak mengenal berbagai pengalaman wisata unggulan Indonesia, mulai dari wisata bahari, liveaboard, snorkeling, dan menikmati panorama Taman Nasional Komodo. Sedangkan di
Bali, peserta Famtrip dari Tiongkok merasakan layanan wisata kebugaran kuliner, budaya, hingga pengalaman khas Pulau Dewata.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada travel agent/tour operator (TA/TO) asal Tiongkok sebagai bekal dalam merancang dan memasarkan paket wisata Indonesia. Kedepan diharapkan kunjungan wisman Tiongkok ke Indonesia semakin bertambah di tengah ketatnya persaingan pariwisata global.