Diposting : 8 May 2017 17:02
redaksi - Bali Tribune
NGAYAH
Keterangan Gambar: 
BHATARA TURUN KABEH - Pengempon Pura Samuan Tiga Bedulu Gianyar ngaturang ayah jelang pelaksanaan ritual Bhatara Turun Kabeh di pura itu, Minggu (7/5) kemarin.

BALI TRIBUNE - Bertepatan dengan Purnama Jiyestha, Buda Kliwon Pahang, Rabu (10/5) nanti akan berlangsung ritual Karya Bhatara Turun Kabeh di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar. Prosesi di pura yang merupakan tempat tercetusnya desa pakraman serta pura Kahyangan Tiga ini, berlangsung selama 21 hari.

Dimulai sejak tanggal 25 April 2017 lalu, prosesi Bhatara Turun Kabeh di Pura Samuan Tiga diawali dengan ritual Nyambut Karya, Pengerauh, Madakeling, Negtegan, Nyangling, Mendak Pekuluh, Petabuhan.

Ketua Paruman Pura Samuan Tiga, I Wayan Patera didampingi Manggala Saba, Ida Bagus Made Parsa, Minggu (7/5) kemarin menjelaskan, puncak karya di pura ini berlangsung pada Rabu (10/5) lusa nanti.

Usai puncak karya ungkap Made Parsa, prosesi dilanjutkan dengan ritual ngaturang bakti penganyar sementara Ida Bhatara Budal dijadwalkan pada Sabtu (13/5) diiringi prosesi Siat Sampian.

Dia menambahkan, hingga 25 Mei 2017 nanti dilaksanakan ritual Penyepian Karya dimana prosesi melis untuk tahun ini adalah Melis Ngubeng.

“ Pada upacara Penganyaran kami mohon dilaksanakan oleh masing-masing kabupaten/kota termasuk propinsi,”  kata Made Parsa.

Dijelaskan Made Parsa, saat dilangsungkan upacara Bhatara Turun Kabeh, simbol-simbol sakral yang utama (pralingga) dan seluruh Bhatara Lawa yang ada di kompleks Pura Samuan Tiga diusung secara ritual dan distanakan/melinggih di Penataran.

Hal ini menggambarkan bahwa para Dewa bersatu untuk memberikan karunia dan kesejahteraan pada umat sesuai dengan kadar karma dan baktinya. Pura Samuan Tiga dilengkapi dengan empat Pura Lawa yakni Pura Pucak Bukit, Pura Batan Jeruk, Pura Kelangu, dan Pura Santian

“ Pura Samuan Tiga berasal mula dari Pura Penataran pada Kerajaan Bedahulu abad 11 sehingga secara konseptual untuk pemujaan Siwa Buda,”  imbuh wayan Patera.

Kahyangan Jagat Samuan Tiga di-empon oleh lima (5) Desa Pakraman dan 13 banjar. Desa Pakraman itu adalah Bedulu, Taman, Wanayu Mas, Tengkulak Kaja dan Tengkulak Tengah. Jumlah penduduk pengempon pura sekitar 2.400 kk.

Hal teranyar dari tradisi piodalan Pura Samuan Tiga tahun ini adalah ketika tradisi Ngambeng pada H-15 hingga H-8 yang selama ini dilaksanakan oleh anak-anak di seputaran Desa Bedulu, untuk tahun ini krama Desa Bukian Payangan untuk pertama kalinya juga berpartisipasi dengan menghaturkan segala kebutuhan upakara, utamanya yang sulit dicari untuk selanjutnya diserahkan ke Pura Samuan Tiga.

“ Bedanya, kalau disini ayah-ayahan ngambeng dilaksanakan oleh anak-anak, kalau di Bukian Payangan, warga yang menghaturkan dan dikumpulkan untuk selanjutnya di-haturkan ke Pura Samuan Tiga,”  jelas Wayan Patera.