Diposting : 8 May 2017 17:00
release - Bali Tribune
fragmentari
Keterangan Gambar: 
Latihan persiapan fragmentari yang akan tampil saat pawai pembukaan PKB ke-39 Tahun 2017 ini. Tampak, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara pada latihan dimaksud di wantilan Pura Desa pakraman Penatih belum lama ini.

BALI TRIBUNE - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Denpasar menggelar latihan persiapan sekaligus pembinaan pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 Tahun 2017. Bertempat di Wantilan Pura Desa Pakraman Penatih belum lama ini, latihan dimaksud dihadiri Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara beserta Tim Pembina Kesenian Provinsi Bali serta sejumlah pejabat terkait di Pemkot Denpasar.

Menurut Koordinator Pawai Pembukaan PKB Duta Kota Denpasar, Wayan Astawa, pada pawai pembukaan PKB ke-39 duta Kota Denpasar akan menampilkan fragmentari kolaborasi. Adapun judul fragmentari dimaksud adalah, Pura Sakenan Perspektif Samudara Kretih dan Wisata Bahari.

Selain mengambil sinopsis berjudul Pura Sakenan Perspektif Samudara Kretih dan Wisata Bahari ungkap Astawa, Duta Denpasar juga akan mengambil judul Omed-omedan yang dituangkan kedalam fragmentari kolaborasi .

Pengambilan tema omed-omedan ini tidak lain merupakan suatu tradisi langka dan satu-satunya di Bali bahkan di Dunia yang berada di Kota Denpasar.

“Sesuai tema PKB Tahun ini yakni Ulun Danu, masing-masing daerah disamping menonjolkan inovasi kreasi tentunya yang terpenting ditonjolkan tradisi setiap daerah. Oleh karena itu, kami membuat inovasi garapan yang ada hubungannya dengan air yakni menggarap pesona di Pulau Serangan dan mengambil tema Omed-Omedan yang merupakan salah satu tradisi di Kota Denpasar,”  ujar Astawa.

Dia menambahkan, Pura Sakenan merupakan bagian dari ribuan pura yang ada di Bali yang letaknya di Desa Serangan, Kota Denpasar. Serangan dulunya merupaka pulai terpisah yang hanya bisa diakses dengan menggunakan jalur laut, namun sekarang sudah bisa dikunjungan jalur darat.

“ Pura Sakenan merupakan Pura kahyangan Jagat dan menurut Lontar Usana Bali dibangun oleh Mpu Kuturan,” kata Astawa.

Lebih lanjut Astawa menjelaskan, Sakenan berasal dari kata Cakya yang berarti langsung menyatukan pikiran, sangat beralasan tempat kecil yang dipisahkan oleh laut ini memiliki ketenangan dan keheningan. Pura Sakenan disebut sebagai Samudra Kertih yang mana pemujaan Ida Hyang Baruna sebagai penguasa lautan yang menjaga alam semesta.

“Maka dari itu, dijaman kekinian saat Pemerintahan Kota Denpasar oleh Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara kesakralan dan keheningan Pura selalu dilestarikan menuju Kota Denpasar yang berbudaya,” ucap Astawa.

Pulau Serangan ditata sedemikian rupa menjadi lebih indah dan bersih, sehingga sekarang menjadi salah satu destinasi pariwisata Kota Denpasar yang sangat menarik bagi wisatawan. Disamping kesakralan dan keheningan Pura Sakenan, para wisatawan bisa menikmati beberapa wisata bahari seperti Banana Boat, Diving, Paraseling, Water Sport serta tempat Penangkaran Penyu.