Bali Tribune, Rabu 22 November 2017
Diposting : 6 November 2017 20:17
Komang Arta Jingga - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Wabup Sanjaya nunas wangsuh pada Ida Bhatara ring Pura Luhur Batukaru serangkaian pelaksanaan ritual penyineban di pura itu, Minggu (5/11) kemarin.

BALI TRIBUNE - Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri rangkaian ritual penyineban piodalan di Pura Luhur Batukaru, Penebel, Tabanan, Minggu (5/11) kemarin. Selain mengikuti prosesi di pura itu, Wabup Sanjaya juga mengikuti prosesi nunas baos yang menjadi rangkaian penting dalam dalam piodalan dimaksud.

Turut hadir dalam acara tersebut Raja Puri Tabanan, Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Anggota DPRD Edy Nugraha Giri,  Gusti Komang Wastana, Camat Tabanan, Camat Penebel, para pemedek dan Tokoh masyarakat setempat.

Panitia Acara, Wayan Jana Putra mengatakan piodalan ini di gelar setiap 6 bulan sekali atau tepatnya 210 hari sekali. Upacara dimulai pada tanggal Rabu (1/11) lalu dimana puncak piodalan berlangsung pada Kamis (2/11) lalu.

Terkait dengan ritual penyineban yang berlangsung kemarin, prosesi diawali dengan persembahan tarian wali (sakral,red) Tari Rejang Pemendak dilanjutkan dengan nedunang Ida Bhatara sekaligus memohon Ida Bhatara untuk nepak pedasaran.

"Setelah Ida Bhatara berkenan nepak pedasaran dilanjutkan dengan prosesi ngiring Ida Bethara ke jaba tengah dan ngider bale panjang sebanyak tiga kali. Usai prosesi pengideran ini, Ida Bethara distanakan di Bale Panjang untuk kemudian dimohon baosNya," jelasnya.

Ritual Nunas Baos atau memohon petunjuk kepada Ida Betara yang berstana di Pura Luhur Batukaru tentunya, dengan harapan agar kehidupan di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan, menjadi lebih baik dan sejahtera.

Selama berlangsungnya ritual ini, mulai dari prosesi nedunang Ida Betara sampai dengan Nunas Baos berlangsung, puluhan pemedek mengalami kondisi kerauhan / trance. Kondisi itu membuat jalannya prosesi semakin khidmat.

Rangkaian prosesi penyineban pujawali ini kemudian dilanjutkan dengan menggelar prosesi nangun Sri Tumpuk (tumpukan puluhan orang dalam keadaan tance) yang kemudian diurip (dibangunkan kembali) untuk ngayah membagikan anugerah Bhatara Batukaru kepada seluruh umat yang hadir pada prosesi tersebut yang disebut dengan prosesi Mapaica.

 Sesuai petunjuk Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Batukaru, dikatakan upacara pada hari ini sudah diterima dengan baik. Untuk menjaga keselamatan dan masyarakat Bali, khususnya Tabanan, agar lebih aman dan sejahtera harus dilakukan upacara melasti ke segara 2 tahun lagi.