Diposting : 22 November 2019 23:41
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ TERGULING - Truk sarat muatan tepung terguling lantaran tidak kuat melaju di Tanjakan Rudias Pangyangan, Jumat kemarin.
balitribune.co.id | Negara - Kecelakaan lalu lintas terjadi lagi di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk Jumat (22/11). Sebuah truk besar yang sarat muatan terguling lantaran tidak mampu menanjak di jalur tengkorak tikungan Rudias, Banjar Cepaka, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan akibat mengalami kerusakan. Selain muatan tepung yang berhamburan di lokasi, akibat kecalakaan ini arus lalu lintas sempat tersendat.
 
Berdasarkan informasi, kecelakan tunggal ini terjadi Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 Wita di ruas Jalan Raya Jurusan Denpasar - Gilimanuk KM 65-66 Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan.
 
 Kronologis kejadian kecelakaan out of control ini berawal saat truk Mitsubishi Fuso DK 8202 BW melaju dari arah barat (Gilimanuk) menuju arah timur (Denpasar). Saat itu truk yang sarat muatan itu berusaha melaju di tanjakan yang berada di jalan menikung dengan garis marka utuh beraspal baik.
 
Saat kondisi arus lalu lintas di jalur nasional yang lumayan padat, tiba-tiba truk tidak kuat menanjak. Truk warna coklat yang dikemudikan  I Komang Agus Ari Utama (20) asal Banjar Melaya Tengah Kelod, Kecamatan Melaya ini mengalami masalah pada gardan belakang, sehingga di tengah tanjakan truk tersebut mundur dan terperosok ke parit jalan sebelah timur. Beruntung kendaraan yang berada di belakang truk tersebut saat itu sudah menjaga jarak.
 
 Akibat kecelakaan ini, truk Fuso terguling ke kanan dan menutup setengah badan jalan. Arus lalu lintas di jalur lintas Jawa-Bali ini pun sempat tersendat lantaran arus lalu lintas sempat diberlakukan buka tutup. Bahkan warga sekitar lokasi Jumat pagi sempat dibuat heboh dengan adanya kecelakaan ini. Pasalnya, tepung kanji yang diangkut truk naas ini tumpah memenuhi setengah badan jalan dan bertebaran di sekitar lokasi kejadian. Evakuasi truk ini memakan waktu tidak sebentar.
 
Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Shinta Ayu Pramesti dikonfirmasi mengatakan, setelah mendapatkan laporan terkait kecelakaan tersebut jajarannya langsung turun untuk melakukan olah TKP. Akibat kecelakaan tersebut, sopir truk mengalami luka-luka. Bahkan tidak dapat menunjukkan SIM-nya lantaran masih dipakai jaminan tilang di daerah Jawa.  “Truk dievakusi ke lokasi yang lebih aman menggunakan derek. Proses evakusi sampai sekitar jam 10.00 Wita,” tandasnya.