Diposting : 15 January 2020 14:26
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/wujud bhakti Cok Ace "Ngayah" Calonarang di Pura Penataran Bale Agung, Desa Malet Tengah, Susut, Bangli serangkaian Karya Ngusaba, Selasa (14/1)
balitribune.co.id | Bangli - Ditengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) masih menyempatkan waktunya untuk "Ngayah" mesolah Calonarang. Seperti halnya pada Selasa (14/1) malam, sebagai wujud bhakti Cok Ace "Ngayah" Calonarang di Pura Penataran Bale Agung, Desa Malet Tengah, Susut, Bangli serangkaian Karya Ngusaba.
 
Menurut Cok Ace, upacara ini harus dilakukan sebagai sujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar terciptanya keseimbangan sekala dan niskala. Selain itu Ia berharap dalam melaksanakan upacara, masyarakat harus tetap gotongroyong agar adanya kebersamaan.
 
"Karya ini harus dilaksanakan sebagai wujud bhakti kita. Tentu dalam pelaksanaan Karya yang besar ini Saya harapkan masyarakat harus gotongroyong agar semua berjalan dengan baik, kebersamaan dalam melaksanakan karya juga tetap terjaga," ujar tokoh Puri Ubud ini. 
 
 
Sementara itu, Prajuru Adat Malet Tengah Jero Guru Redana menyampaikan rangkain upacara Ngusaba ini pelaksanaannya selama 6 hari dimana tawur puncaknya jatuh pada tanggal 10 Januari 2020. Dijelaskan Jero Guru Redana, Pura Penataran Bale Agung ini diempon oleh 1 banjar adat dengan 310 kepala keluarga. Lebih lanjut, Ia mengatakan jika karya ini dilaksanakan secara rutin setiap 3 tahun sekali.
 
"Rangkaian karya ini berlangsung selama enam hari dan puncaknya dilaksanakan pada tanggal sepuluh kemarin," ungkapnya.
 
Hadir pada kesempatan ini, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha.