Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

1.470 Pesilat Ikuti Kejuaraan Internasional di Bali

Bali Tribune/ BUKA – Plt Kadispora Bali Made Rentin saat membuka kejuaraan pencak silat internasional di GOR Lila Bhuana Denpasar, Jumat (26/7).
balitribune.co.id | Denpasar - Kejuaraan pencak silat skala internasional bertajuk Bali International Championship I yang digelar di GOR Lila Bhuana Denpasar, 26 – 28 Juli 2019 melibatkan 1.470 pesilat putra DAN putri. Kejuaraan itu sendiri dibuka Plt Kadispora Bali, Made Rentin mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster.
 
Menurut Ketua Panitia, Romy Ardiansyah, kejuaraan tersebut bekerja sama dengan Sayap Rajawali, Tapak Suci Bali dan IPSI Bali. Para peserta, disebutkannya, selain peserta dari Indonesia, juga diikuti pesilat dari dua negara diluar Indonesia yakni Malaysia dan Singapura. Malaysia mengirimkan 10 pesilat putra putri, dan Singapura menurunkan 49 pesilat putra putri. Total untuk peserta dari Indonesia datang dari 10 provinsi.
 
“Sudah banyak event yang kami helat di Indonesia seperti di Yogyakarta juga dalam bentuk championship, Tugu Muda Championship, Bandung Lautan Api Championship dan terakhir Malang Championship I,” kata Romy Ardiansyah usai pembukaan Jumat (26/7).
 
Event ini diakuinya untuk memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya bagi para peserta untuk merasakan pengalaman bertanding, dan kesempatan menguji prestasinya ke jenjang pertandingan selanjutnya.
 
Menurut dia kejuaraan tersebut akan dilaksanakan secara berkala guna selalu mengenalkan dan mempopulerkan pencak silat kepada khalayak ramai. Dengan harapan tidak kalah dengan beladiri import.
 
“Kami bertekad kejuaraan ini akan berjalan lebih baik dari event yang telah ada, agar tercipta bibit-bibit berbakat yang memiliki prestasi dunia. Kami berharap semua insan pencak silat bisa berpartisipasi dalam rangka meramaikan dan membudayakan pencak silat sebagai warisan luhur budaya bangsa,” harap Romy Ardiansyah.
 
Sementara peserta dari Indonesia, yang ambil bagian yakni tuan rumah Bali, Provinsi NTT, NTB, Jateng, Jatim, Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat.
 
Di lain pihak, Made Rentin menambahkan, jika Bali memang selalu welcome dengan event apapun. Bali memang tepat untuk event skala nasional maupun internasional. Dan ini bagian dari sport tourism. (u)
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.