Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

3.134 Ton Urea Mengendap di Penyalur

Pupuk Urea
Bali Tribune / Ilustrasi gambar pupuk urea. (ist/meta AI)

balitribune.co.id | Tabanan - Sebanyak 3.134 ton pupuk urea bersubsidi di Kabupaten Tabanan belum terserap oleh petani akibat jadwal musim tanam yang terganggu musim kemarau panjang. Berkurangnya debit air irigasi memaksa para pengolah lahan di tingkat subak menunda masa garap sawah, sehingga penyaluran nutrisi tanaman tersebut melambat hingga kuartal ketiga tahun berjalan.

Berdasarkan data rekapitulasi penyaluran pupuk bersubsidi Dinas Pertanian (Distan) Tabanan periode Januari hingga September 2026, alokasi pupuk urea yang baru terdistribusi mencapai 4.874.222 kilogram atau 60,86 persen dari total kuota sebesar 8.008.913 kilogram. Kondisi tersebut menyisakan volume 3.134.691 kilogram pupuk urea yang masih mengendap di tingkat penyalur.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Distan Tabanan I Made Utama, membeberkan bahwa terhambatnya penyerapan pupuk berbanding lurus dengan kondisi iklim yang memicu krisis pasokan air di kawasan persawahan. 

“Kemarau pasti berpengaruh pada serapan pupuk. Beberapa subak tidak bisa tanam karena air yang tidak mencukupi. Itu juga membuat realisasi masih rata-rata rendah,” ujar Utama, Senin (19/10/2026).

Capaian realisasi penyerapan pupuk urea memperlihatkan ketimpangan yang cukup signifikan di 10 kecamatan se-Kabupaten Tabanan. Wilayah Kecamatan Baturiti mencatatkan daya serap paling tinggi mencapai 84,79 persen, disusul Selemadeg Timur sebesar 75,77 persen, Selemadeg 69,88 persen, Marga 69,65 persen, dan Pupuan 64,61 persen.

Sebaliknya, Kecamatan Tabanan menjadi wilayah dengan serapan paling minim, yakni baru terealisasi 460.608 kilogram atau 39,02 persen dari keseluruhan kuota 1.180.443 kilogram. Sementara itu, persentase penyaluran di Kecamatan Kerambitan baru menginjak 52,32 persen, Kediri 55,49 persen, serta Selemadeg Barat sebesar 59,86 persen.

Utama menjelaskan, kepastian dimulainya aktivitas olah tanah dan penanaman padi berikutnya sangat bergantung pada curah hujan serta ketersediaan pasokan air irigasi di masing-masing wilayah. Para petani yang belum memperoleh pasokan air memadai terpaksa menggantungkan nasib pada perubahan cuaca. 

“Kalau sudah ada hujan saja, mungkin bisa mulai tanam,” terangnya.

Pergeseran kalender tanam akibat faktor iklim tersebut turut memicu penyesuaian sistem pengairan tradisional di tingkat persawahan. 

“Ketika musim tanam bergeser, giliran pengairan di masing-masing subak berpotensi membuat proses penanaman berlangsung lebih lama,” imbuhnya.

Selain pupuk urea, kelambatan penyaluran juga menimpa jenis pupuk organik bersubsidi yang baru terserap sebanyak 281.720 kilogram atau 42,46 persen dari total alokasi 663.418 kilogram. Berbeda halnya dengan pupuk NPK yang justru mencatatkan angka penyerapan tinggi, yakni mencapai 6.174.077 kilogram atau 80,24 persen dari kuota 7.694.262 kilogram. Selain itu NPK formula khusus yang terealisasi 319.400 kilogram atau 67,29 persen dari alokasi 474.684 kilogram.

Mengenai sisa pasokan pupuk bersubsidi yang belum tersalurkan hingga pengujung tahun, Distan Tabanan masih mencermati perkembangan realisasi penyerapan pada sisa tahun berjalan sambil menanti kebijakan dari pemerintah pusat. 

“Sepertinya tidak ada penambahan kuota, kecuali NPK. Nanti kita lihat penyerapan bulan Oktober ini seperti apa,” tandas Utama. 

wartawan
JIN
Category

Cegah Balap Liar, Polsek Selemadeg Sisir Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk

balitribune.co.id | Tabanan - Jajaran Polsek Selemadeg mengintensifkan patroli malam dengan menyisir kawasan rawan di lintasan Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk.  Kegiatan pencegahan yang berlangsung pada Sabtu (3/10/2026) itu digencarkan untuk mengantisipasi potensi aksi balapan liar dan maraknya kejahatan jalanan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Karangasem Dorong Eksekutif Optimalkan Capaian Target Penerimaan PAD

balitribune.co.id | Amlapura - Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika mendorong pihak eksekutif utamanya OPD terkait yakni Badan Pegelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melakukan berbagai inovasi dan langkah kongkrit untuk menekan kebocoran PAD di berbagai sektor penerimaan pajak daerah, utamanya dari sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pascalaporan Gangguan Keamanan, Polsek Banjar Atensi Jalur Munduk-Gobleg

balitribune.co.id | Singaraja - Kewaspadaan pengguna jalan yang melintas di jalur Singaraja menuju Munduk - Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, kembali menjadi perhatian. Sebuah unggahan warga di media sosial menyebut adanya pengendara yang nyaris menjadi korban dugaan aksi begal saat melintas pada dini hari.

Baca Selengkapnya icon click

Ritual Mendak Toya, Petani Taro Berharap Padi Selamat hingga Panen

balitribune.co.id | Gianyar - Walau pun hujan ringan, warga Desa Taro, Tegallalang  menyambut penuh syukur,  Minggu (4/10/2026). Menyusul upacara Mendak Toya di Pura Dugul atau Pura Ulun Suwi yang digelar krama Subak Patas dan Subak Belong, Taro. Dalam proses itu, warga petani  memohon agar sumber air dan saluran irigasi tetap mengalir serta hujan segera turun.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi TOSS Center, Klungkung Siap Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Nasional

balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung I Made Satria menerima kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Sabtu (3/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan serta inisiatif proaktif pemerintah daerah dalam mengimplementasikan sistem pengelolaan sampah mandiri dan berkelanjutan.

Baca Selengkapnya icon click

Dua WNA Belanda Ikuti Metatah Massal di Pura Agung Lokanatha

balitribune.co.id } Denpasar - Pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha, Sabtu (3/10/2026), berlangsung khidmat. Dari total 157 peserta, ada hal unik yang mencuri perhatian, yakni keikutsertaan dua warga negara asing (WNA) asal Belanda dalam prosesi Manusa Yadnya tersebut.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.