balitribune.co.id | Denpasar - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar membangun jaringan drainase sepanjang satu kilometer di kawasan Jalan Bumi Ayu, Sanur. Proyek menggunakan beton pracetak (u-ditch) ini dilakukan sebagai upaya cepat mengantisipasi dan mengatasi persoalan banjir di wilayah tersebut.
Selain pembangunan saluran drainase, Pemkot Denpasar juga menyiapkan satu unit mesin pompa berkapasitas 20 liter per detik untuk mempercepat pengaliran air saat terjadi genangan.
Kawasan ini kerap mengalami banjir setiap kali hujan turun. Kondisi geografis wilayah yang relatif cekung menjadi salah satu faktor penyebab air hujan mudah menggenang dan membutuhkan penanganan khusus agar dapat dialirkan ke saluran pembuangan.
Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, mengatakan pembangunan jaringan drainase menggunakan U-ditch di kawasan tersebut telah terpasang pada tahun ini dengan panjang mencapai sekitar satu kilometer. “U-ditch di Bumi Ayu itu sudah terpasang tahun ini. Panjangnya sekitar satu kilometer,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
U-ditch merupakan saluran drainase berbentuk huruf U yang diproduksi menggunakan sistem pracetak (precast). Penggunaan saluran ini diharapkan mampu memperlancar aliran air hujan menuju saluran pembuangan. Bagian atas saluran juga dapat ditutup sehingga area permukaan tetap bisa dimanfaatkan untuk aktivitas masyarakat maupun akses jalan.
Selain mengandalkan jaringan drainase, PUPR Denpasar turut menyiapkan satu unit mesin pompa dengan kapasitas penyedotan 20 liter per detik. Pompa tersebut berfungsi membantu mengurangi genangan, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan.
Cipta Sudewa menjelaskan, air yang disedot melalui pompa nantinya dialirkan menuju saluran di kawasan Jalan Danau Tamblingan atau saluran tepi kota yang menjadi jalur pembuangan. “Pompa satu mesin kapasitasnya 20 liter per detik. Nanti airnya dibawa ke Jalan Danau Tamblingan atau saluran tepi,” jelasnya.
Kombinasi pembangunan saluran drainase dan penyediaan mesin pompa ini diharapkan dapat mempercepat proses pembuangan air dari kawasan Bumi Ayu. Dengan demikian, durasi genangan saat hujan dapat ditekan dan dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan bisa diminimalkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Denpasar dalam meningkatkan kapasitas infrastruktur drainase, khususnya di kawasan yang rawan mengalami genangan saat musim hujan. Meski demikian, efektivitas penanganan banjir juga akan bergantung pada kelancaran aliran menuju saluran pembuangan serta kesiapan operasional pompa ketika hujan turun. Pemeliharaan saluran secara berkala juga penting untuk menjaga fungsi drainase agar tetap optimal.