Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bali di Persimpangan Jalan!

pendidik
Bali Tribune / Drs. I Nengah Suardhana, M.Pd.

balitribune.co.id | Ketika Domino Effect Kelangkaan BBM dan Ancaman Trust bagi Kepercayaan Dunia. Bali sedang menghadapi ujian serius. Selama sekitar satu minggu, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) telah mengganggu kehidupan masyarakat dan aktivitas pariwisata. Antrean panjang masih terjadi di berbagai SPBU di Denpasar dan Gianyar. Wisatawan kesulitan melakukan perjalanan, pengemudi terlambat bekerja, usaha kecil dan menengah merugi, bahkan kegiatan sekolah harus menyesuaikan keadaan. Di tengah situasi tersebut, muncul pula laporan mengenai penjualan kembali BBM dengan harga sangat tinggi kepada warga maupun wisatawan asing. Persoalan ini tidak boleh dipandang hanya sebagai gangguan distribusi energi. Bagi Bali, yang perekonomiannya sangat bergantung pada pariwisata, krisis BBM adalah peringatan bahwa gangguan pada satu fasilitas dasar dapat merambat ke hampir seluruh sendi kehidupan. Inilah Domino effect yang harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Dari Antrean BBM Menuju Krisis Kepercayaan. Menurut pengamatan penulis yang sudah 40 tahun berkecimpung di industri pariwisata, bahwa persoalan pasokan berkaitan dengan pengurangan kuota BBM yang telah berlangsung selama enam bulan serta kendala distribusi melalui jalur laut. Apa pun penyebab teknisnya, masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang transparan dari pihak pertamina, data yang jelas, dan langkah penanganan yang terukur.

Dampaknya tidak berhenti di SPBU. Ketika kendaraan tidak memperoleh BBM, pengemudi wisata kehilangan kesempatan bekerja, wisatawan membatalkan perjalanan, agen perjalanan harus mengubah jadwal, dan restoran, hotel, pemandu wisata, serta pelaku UMKM ikut menanggung kerugian. Pekerja yang terlambat masuk kerja dan masyarakat yang kesulitan menjalankan kegiatan sehari-hari menjadi bagian dari persoalan yang sama. Satu gangguan dapat melahirkan banyak kerugian. Ketika wisatawan tidak dapat menikmati perjalanan dengan nyaman, pengalaman buruk itu dapat memengaruhi ulasan, rekomendasi, dan keputusan calon wisatawan untuk berkunjung kembali.

Pariwisata internasional tidak hanya menjual pantai, pura, seni, dan keindahan alam. Bali juga menjual rasa aman, kenyamanan, kepastian layanan, serta kemudahan mobilitas. Ketika unsur-unsur tersebut terganggu, yang dipertaruhkan bukan sekadar pendapatan hari ini, melainkan kepercayaan terhadap Bali sebagai destinasi dunia.

Solidaritas Masyarakat Tidak Boleh Menggantikan Tanggung Jawab Negara. Di tengah kesulitan, muncul sisi kemanusiaan yang patut diapresiasi. Gubernur Bali turun tangan ke lapangan, anggota dewan mendatangi masyarakat yang mengantre, aparat kepolisian menjaga keamanan, TNI dari Kodam Udayana membantu mengisi BBM di SPBU, para dermawan membagikan minuman, dan sejumlah wisatawan asing menunjukkan simpati dengan memberikan minuman maupun bantuan uang pada pengantre BBM.

Tindakan tersebut memperlihatkan bahwa solidaritas masih hidup di Bali. Namun, kita harus membedakan antara bantuan kemanusiaan dan penyelesaian masalah secara sistemik.

Masyarakat tidak seharusnya terus-menerus menanggung akibat dari kelemahan perencanaan dan distribusi kebutuhan dasar. Aparat dapat mengatur antrean, tetapi tidak dapat menggantikan pasokan. Influencer dapat membantu orang yang kehausan, tetapi tidak dapat menjamin keberlanjutan energi. Pemimpin dapat turun ke lapangan, tetapi keberhasilan sesungguhnya ditentukan oleh kemampuan memastikan krisis tidak berulang kembali. Karena itu, janji normalisasi pasokan harus diikuti informasi yang terbuka, evaluasi penyebab, dan rencana pencegahan yang nyata. Praktik penimbunan atau penjualan BBM dengan harga tidak wajar, apabila terbukti melanggar ketentuan, juga harus ditindak tegas agar masyarakat dan wisatawan tidak menjadi korban.

Bali Tidak Bisa Bergantung pada Penanganan Darurat. Pemberlakuan antrean kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap selama tiga hari dari 15-17 Oktober, sebagaimana dilaporkan, dapat menjadi langkah sementara untuk mengelola antrean. Namun, kebijakan darurat tidak boleh menjadi pengganti pembenahan sistem distribusi. Pemerintah perlu memastikan kecukupan cadangan BBM, keandalan jalur pasokan, kesiapan menghadapi gangguan pelabuhan dan kapal, serta koordinasi antarlembaga. Informasi mengenai ketersediaan BBM di setiap wilayah juga harus disampaikan secara cepat dan akurat agar masyarakat tidak menghabiskan waktu dan bahan bakar untuk berpindah-pindah SPBU.

Dalam jangka panjang, transportasi publik yang terintegrasi, layanan antar-jemput wisata, dan kendaraan listrik memang layak dikembangkan. Akan tetapi, promosi kendaraan listrik tidak dapat dijadikan jawaban instan atas krisis BBM yang sedang berlangsung. Infrastruktur pengisian daya, pasokan listrik, keterjangkauan kendaraan, dan kesiapan masyarakat harus diperhitungkan. Transisi energi perlu direncanakan, bukan sekadar dijadikan respons ketika sistem yang ada mengalami gangguan. Bali membutuhkan sistem transportasi dan energi yang tangguh, bukan solusi yang hanya bekerja ketika keadaan normal.

Fasilitas Publik Adalah Bagian dari Daya Saing Pariwisata. Sudah waktunya pemerintah memandang fasilitas publik sebagai bagian integral dari industri pariwisata internasional. Jalan, transportasi umum, energi, air bersih, pengelolaan sampah, layanan kesehatan, dan komunikasi darurat bukan sekadar urusan administratif. Semuanya menentukan kualitas pengalaman wisatawan dan kualitas hidup masyarakat lokal.

Destinasi kelas dunia tidak cukup hanya memiliki hotel mewah dan objek wisata terkenal. Destinasi kelas dunia harus mampu menjaga pelayanan dasar ketika menghadapi gangguan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pertamina, pengelola pelabuhan, aparat, pelaku industri, dan masyarakat perlu membangun mekanisme koordinasi yang jelas. Harus ada prosedur darurat, pembagian tanggung jawab, komunikasi publik, serta perlindungan bagi pekerja pariwisata dan UMKM ketika terjadi gangguan pasokan.

Evaluasi juga harus menjawab pertanyaan mendasar: jika Bali mengalami gangguan distribusi energi selama beberapa hari, apakah sistem yang ada mampu menjaga mobilitas masyarakat, pelayanan wisatawan, dan kegiatan ekonomi tetap berjalan? Jika jawabannya belum, krisis ini harus menjadi momentum untuk melakukan perubahan.

Menjaga pulau Bali, Menjaga Kepercayaan Dunia. Bali berada di persimpangan jalan. Kita dapat menjadikan krisis ini sebagai pelajaran untuk memperkuat ketahanan daerah, atau membiarkannya berlalu sampai persoalan serupa kembali terjadi. Krisis BBM ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak. Keamanan, kenyamanan, dan keandalan fasilitas publik merupakan tanggung jawab bersama, dengan pemerintah sebagai penanggung jawab utama dalam memastikan sistem bekerja.

Bali tidak boleh kehilangan kepercayaan dunia hanya karena persoalan mendasar yang seharusnya dapat diantisipasi. Sebab, membangun trust citra pariwisata membutuhkan waktu puluhan tahun, tetapi merusaknya dapat terjadi dalam hitungan hari. Jangan biarkan Bali hanya indah untuk dikunjungi, tetapi rapuh untuk dijalani. Menjaga pariwisata budaya berarti menjaga masyarakatnya. Menjaga fasilitas publik berarti menjaga masa depan Bali. Dan menjaga Bali adalah tanggung jawab kita bersama.

wartawan
RED
Category

Manajemen Tanah Lot Dorong Musyawarah Soal PKS

balitribune.co.id | Tabanan – Manajemen Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mendorong seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan musyawarah terkait perjanjian kerja sama (PKS) dengan pemerintah daerah soal tata kelola objek wisata pada 17 November 2026. 

Upaya dialog terbuka tersebut dinilai sangat penting untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan destinasi ikonik di Tabanan tersebut serta menjaga kondusifitas. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Balap Liar, Polsek Selemadeg Sisir Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk

balitribune.co.id | Tabanan - Jajaran Polsek Selemadeg mengintensifkan patroli malam dengan menyisir kawasan rawan di lintasan Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk.  Kegiatan pencegahan yang berlangsung pada Sabtu (3/10/2026) itu digencarkan untuk mengantisipasi potensi aksi balapan liar dan maraknya kejahatan jalanan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Karangasem Dorong Eksekutif Optimalkan Capaian Target Penerimaan PAD

balitribune.co.id | Amlapura - Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika mendorong pihak eksekutif utamanya OPD terkait yakni Badan Pegelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melakukan berbagai inovasi dan langkah kongkrit untuk menekan kebocoran PAD di berbagai sektor penerimaan pajak daerah, utamanya dari sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pascalaporan Gangguan Keamanan, Polsek Banjar Atensi Jalur Munduk-Gobleg

balitribune.co.id | Singaraja - Kewaspadaan pengguna jalan yang melintas di jalur Singaraja menuju Munduk - Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, kembali menjadi perhatian. Sebuah unggahan warga di media sosial menyebut adanya pengendara yang nyaris menjadi korban dugaan aksi begal saat melintas pada dini hari.

Baca Selengkapnya icon click

Ritual Mendak Toya, Petani Taro Berharap Padi Selamat hingga Panen

balitribune.co.id | Gianyar - Walau pun hujan ringan, warga Desa Taro, Tegallalang  menyambut penuh syukur,  Minggu (4/10/2026). Menyusul upacara Mendak Toya di Pura Dugul atau Pura Ulun Suwi yang digelar krama Subak Patas dan Subak Belong, Taro. Dalam proses itu, warga petani  memohon agar sumber air dan saluran irigasi tetap mengalir serta hujan segera turun.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.