Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bali United Juara, Kacong Benot Bayar Kaul Jalan Kaki dari Bangli ke Stadion Dipta

Bali Tribune / JALAN KAKI - I Wayan Sutresnayasa alias Kacong Benot jalan kaki menuju stadion Kapten Dipta, Gianyar

balitribune.co.id | BangliSuporter  Bali United I Wayan Sutresnayasa (47) bayar sesangi (Kaul) setelah tim besutan Stefano Cugura menjadi  champion pada  BRI Liga-1 2021-2022. Pria asal Banjar Blungbang, Kelurahan Kawan Kecamatan Bangli ini jalan kaki dari Kota Bangli menuju stadion Kapten I Wayan Dipta pada Kamis (31/3).

Sudah kedua kalinya Wayan Sutresnayasa alias Kacong Benot berkaul jalan kaki dari Bangli menuju Stadion Kapten Wayan Dipta. 

Pria yang  bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangli ini  mengaku dirinya berkaul sebagai bentuk dukungan kepala club tercinta yakni Bali United.

Beber Kacong Benot, baru mengucapkan kaul jelang seri empat BRI Liga 1. Awalnya dirinya melihat posisi Bali United belum stabil. Sampai pada pertandingan Bali United melawan Arema FC.

"Bali United melawan Arema dan bisa unggul. Dari posisi kelima bisa naik ke posisi empat. Setelah itu saya berdoa, jika Bali United menang liga saya jalan kaki dari Bangli ke Stadion Dipta," sebutnya.

Disinggung persiapan bayar kaul, Kacong Benot mengaku persiapkan diri dengan melakukan  olahraga seperti jogging di Alun-Alun Kota Bangli, bermain futsal dan bulu tangkis. "Jogging di alun-alun saja, barang 5 putaran. Untuk melatih otot-otot kaki biar  tidak tegang saat dibawa jalan,” ungkapnya  

Latihan tersebut dilakoni seminggu terakhir ini. Kemudian selama jalan kaki dari Bangli menuju Gianyar dirinya didampingi suporter Bali United dari berbagai daerah. Kacong Benot menyebutkan perjalanan diawali dari depan monumen pahlawan Kapten AA Anom Mudita. Kemudian melewati jalur utama dengan jarak tempuh sekitar 16 kilometer. 

Pria yang juga menggeluti usaha sate ini menyiapkan trik agar kuat jalan kaki sejauh 16 kilometer. "Sudah siapkan trik, jarak 16 kilometer estimasi ditempuh 3 jam," sebutnya. 

Disisi lain, Kacong Benot pada tahun 2019 lalu juga jalan kaki dari Bangli-Gianyar setelah Bali United menang dalam Shoppe Liga 1. Berkaca dari pengalaman tersebut Kacong Benot mengaku lebih santai. 

Menurutnya setelah sampai di Stadion Kapten Wayan Dipta dirinya bersama suporter lainnya akan mengikuti nonton bareng (nobar) yang diselenggarakan di Gianyar.

wartawan
SAM
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.