Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bank Mendorong Bankability Pekerja Kreatif Berbasis Proyek

cinema
Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Salah satu bank digital menyoroti nilai kontrak pekerja kreatif berbasis proyek seperti editor film dan casting director bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta Rupiah, namun masih kerap terkendala dalam mengakses layanan perbankan. Salah satu persoalannya muncul dari sistem pembayaran proyek dengan nilai kontrak sekaligus (lump sum) yang mencakup berbagai kebutuhan produksi. 

Karena itu, nilai proyek yang tercantum belum tentu sama dengan penghasilan yang bisa dikelola oleh pekerja kreatif berbasis proyek. Akibatnya, nilai ekonomi yang dihasilkan sulit dibaca oleh sistem perbankan untuk mengukur tingkat kelayakan kredit secara presisi. 

Keterbatasan rekam finansial tidak serta-merta membuat pekerja berbasis proyek harus tersisih dari akses pembiayaan. Senior Vice President salah satu bank digital, Josua Sloane menjelaskan, pendekatan bank tidak hanya menyaring nasabah yang sudah bankable, tetapi juga berupaya membantu nasabah membangun kualitas data finansial agar dapat dinilai dengan lebih baik. Karena itu, bank berupaya menyederhanakan proses agar nasabah lebih mudah memasukkan dan menata data finansialnya. Dalam konteks pekerja berbasis proyek, Josua juga menyoroti pentingnya membedakan arus kas berdasarkan sumber dan penggunaannya.  

Pemasukan dari proyek, kebutuhan pribadi, pembiayaan, maupun dana lainnya perlu dicatat secara terpisah agar kondisi keuangan dapat terlihat dengan jelas. "Pendekatan kami bukan memfilter, melainkan merangkul pekerja kreatif yang selama ini sulit masuk ke sistem perbankan konvensional. Melalui platform bank digital ini, kami membantu memisahkan arus kas pribadi dan proyek secara transparan serta menyediakan fitur pencatatan dan edukasi keuangan," ungkapnya dalam siaran persnya beberapa waktu lalu.

Sementara itu menurut Indonesian Film Editors (INAFEd) dan Asosiasi Casting Indonesia (ACI), di balik satu angka kontrak terdapat sejumlah aliran dana yang menentukan berapa besar pendapatan yang benar-benar dapat dikelola pekerja kreatif. 

Persoalannya, apa yang membuat angka dalam kontrak tidak serta-merta menjadi penghasilan bersih?. Lantas, ke mana sebenarnya dana dalam satu nilai kontrak tersebut mengalir?.

Bagi editor film, nilai kontrak tidak sepenuhnya menjadi penghasilan. Sebagian dialokasikan untuk asisten, transportasi, studio, hingga peralatan kerja. Untuk casting director, sebagian dana juga diteruskan kepada agensi dan talent. Artinya, besarnya nilai kontrak tidak otomatis mencerminkan besarnya penghasilan yang dapat dikelola secara pribadi. 

Selain itu, besarnya nilai proyek membawa konsekuensi pajak dan administrasi bagi editor maupun casting director. Pada editor, kontrak atas satu nama membuat kewajiban pajak ikut berada di tangan editor, termasuk untuk pembayaran kepada asisten. Pada casting director, nilai proyek yang besar berarti nilai transaksi dan pajak yang harus dikelola juga semakin besar, dengan banyak pihak yang perlu dicatat dalam satu proyek. 

Besarnya nilai proyek tidak selalu menjamin pendapatan yang stabil. Editor di INAFEd rata-rata mengerjakan tiga hingga lima proyek setahun, sementara jumlah proyek casting director juga dapat berubah dari satu periode ke periode lainnya. Ketika proyek berhenti, pemasukan pun ikut terhenti. 

Editor umumnya menanggung sendiri pembelian dan perawatan perangkat kerja. Biaya tersebut ikut mengurangi pendapatan, meski peralatan menjadi bagian penting dari proses kerja dan belum selalu diperhitungkan dalam nilai kontrak. 

“Karena pekerjaan kami berbasis proyek, ketika mendapatkan pekerja, tentu pemasukan harus dikelola dengan baik. Kita tidak tahu kapan proyek berikutnya datang. Jadi, ketika ada pemasukan, harus bisa mengaturnya dengan baik agar tetap bisa berjalan sampai mendapatkan proyek berikutnya,” ujar Aline Jusria, anggota sekaligus Humas INAFEd 

Ketua Umum ACI, Calvin Moniaga mengatakan, harus bisa membedakan mana yang memang menjadi pendapatan dan mana yang merupakan uang untuk kebutuhan proyek. "Karena kalau semuanya tercampur, nanti sulit untuk melihat sebenarnya berapa penghasilan kita," jelasnya. 

Bank digital pun membantu editor menata pola keuangan tanpa mengubah karakter kerja berbasis proyek, sehingga rekam transaksi dapat memberikan gambaran finansial yang lebih utuh bagi perbankan. 

Pendekatan ini menempatkan pembiayaan bukan semata-mata sebagai hasil dari profil finansial yang sudah matang, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kapasitas finansial pekerja kreatif agar semakin terukur, tertata, dan bankable.  

Menurut bank digital ini, bankability tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh konsistensi pemasukan. Bagi kedua profesi ini, keberlanjutan pekerjaan bergantung pada kemampuan menjaga kepercayaan dan kredibilitas di mata rumah produksi. 

Bagi editor, komunikasi, cara kerja, dan attitude turut menentukan kepercayaan rumah produksi serta peluang kembali terlibat dalam proyek berikutnya. Untuk menjaga nilai profesi, INAFEd juga menetapkan minimum fee sebagai upaya mengurangi persaingan yang kerap bertumpu pada harga, sekaligus memberi rumah produksi fleksibilitas untuk memilih editor sesuai bujet. 

Bagi casting director, tantangannya berada pada kredibilitas proses casting. Praktik casting berbayar, penyalahgunaan identitas, hingga proses yang tidak etis dapat menggerus kepercayaan calon talent. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat menyulitkan casting director maupun rumah produksi dalam menemukan pemain yang sesuai kebutuhan proyek.

wartawan
YUE
Category

Rokok Ilegal Marak di Badung, Tim Gabungan Sita 23 Slop dan 15 Bungkus dari Warung

balitribune.co.id | Mangupura - Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Badung mulai mendapat perhatian serius. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung bersama Kantor Bea Cukai Denpasar menggelar inspeksi mendadak (sidak) dengan menyasar sejumlah warung dan tempat usaha yang diduga menjual rokok tanpa cukai.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Komisi I DPRD Badung Tinjau Pasar Ikan Higienis Kedonganan, Hibah Aset Rp 6,15 Miliar Masuk Tahap Pembahasan

balitribune.co.id | Mangupura - Komisi I DPRD Kabupaten Badung bersama Ketua DPRD Badung melakukan peninjauan lapangan ke Pasar Ikan Higienis Kedonganan, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses verifikasi terhadap permohonan hibah sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten Badung kepada Desa Adat Kedonganan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Capaian Pendataan Perlinsos Digital di Badung Masih Rendah, 79 Ribu KK Belum Terdata

balitribune.co.id | Mangupura - Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital di Kabupaten Badung masih menghadapi tantangan, khususnya di kawasan Kuta. Kecamatan Kuta bersama Kuta Utara dan Kuta Selatan tercatat sebagai wilayah dengan capaian pendataan terendah hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Peringatan Dini dan Respons Bencana, BPBD Bali Eksplorasi AI

balitribune.co.id | Denpasar - Ketika cuaca ekstrem melanda beberapa wilayah sekaligus, informasi kebencanaan dapat mengalir dari berbagai sumber dalam waktu yang bersamaan. Laporan masyarakat, pemerintah daerah, media sosial, hingga petugas lapangan menghadirkan peluang sekaligus tantangan, bagaimana memastikan informasi yang berlimpah tersebut dapat diolah menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perumda Pasar Rencanakan Revitalisasi Total Pasar Kreneng Senilai Rp140 Miliar

balitribune.co.id | Denpasar - Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar menyiapkan rencana revitalisasi total Pasar Kreneng yang telah beroperasi sejak 1983. Memasuki usia lebih dari empat dekade, kondisi pasar dinilai membutuhkan pembaruan menyeluruh untuk mengoptimalkan sirkulasi dan ruang perdagangan.

Baca Selengkapnya icon click

Bertepatan Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Klungkung Serahkan Bantuan Rp3,8 Miliar untuk Nelayan dan Petani

balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kamis (1/10/2026). Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", peringatan tahun ini dirangkaikan dengan aksi nyata penguatan ekonomi warga.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.