balitribune.co.id | Tabanan – Antrean kendaraan pengendara yang hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Tabanan makin parah pada Senin (12/10/2026). Pemandangan antrean panjang ini memburuk dibanding hari sebelumnya usai kekosongan pasokan Pertalite mulai terjadi sejak Minggu (11/10/2026).
Penumpukan kendaraan tersebut terjadi di sebagian besar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tabanan. Di SPBU Pesiapan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, antrean panjang kendaraan sudah mengular sejak pagi hari. Ekor antrean di SPBU Pesiapan mengular hingga menyentuh simpang tiga Jalan Pulau Batam dan Jalan Pulau Nias dekat Koramil 1619-01 Tabanan.
Kondisi serupa terjadi di SPBU Jalan Gatot Subroto di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, yang dipadati antrean kendaraan hingga sore hari. Untuk menjaga ketertiban, jajaran Polres Tabanan mengerahkan personelnya ke lokasi untuk mengatur arus lalu lintas serta mengamankan proses pembelian BBM di SPBU.
Mengenai kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisperindag) Tabanan, I Gede Sukanada, menjelaskan bahwa antrean panjang ini dipicu oleh berkurangnya pasokan BBM. “Terutama di Pertalite,” ujar Sukanada saat dikonfirmasi pada Senin (12/10/2026).
Sukanada menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi sesuai kapasitas daerah terkait kelancaran distribusi BBM. Pihaknya menegaskan bahwa pengelolaan alokasi Pertalite berada di bawah otoritas Pertamina. “Namun (distribusi) Pertalite ini wewenangnya Pertamina,” terangnya.
Menyambung penjelasan tersebut, Kepala Bidang Metrologi Disperindag Tabanan, Wayan Roby Megananta, mengungkapkan bahwa sebagian besar SPBU di Tabanan mengalami pengurangan pasokan. Setiap SPBU rata-rata hanya menerima separuh dari kapasitas alokasi harian. Roby mencontohkan, SPBU yang memiliki kapasitas 18 ribu liter hanya mendapatkan pengiriman pasokan sekitar 8 ribu liter. “Itupun bisa dikirim, bisa tidak,” kata Roby.
Berdasarkan komunikasi dengan pengelola SPBU, pihak distributor membagi rata sisa pasokan yang ada ke seluruh stasiun pengisian. “Agar semua SPBU dapat,” jelasnya.
Masih sesuai informasi yang diterima pihaknya, seretnya pasokan ini disebabkan oleh keterlambatan kapal pengangkut BBM yang hendak sandar di Karangasem. Kondisi tersebut menyebabkan alokasi bensin yang dikirimkan ke tiap SPBU menjadi terbatas. “Sehingga pasokan yang dikirim ke masing-masing SPBU sedikit,” ungkapnya.
Keterbatasan alokasi ini langsung memicu penumpukan kendaraan begitu ada SPBU yang menerima pasokan. Bahkan, kondisi kekosongan BBM jenis Pertalite dikabarkan telah meluas hingga ke kawasan Bedugul. “Tadi kami juga dapat informasi bahwa di Bedugul juga kosong. Bahkan ada bahasa dibatasi pembeliannya,” tambah Roby.