Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BPBD Tabanan Minta Masyarakat Waspada Bencana di Musim Hujan

Longsor
Bali Tribune / DIBERSIHKAN - Petugas BPBD Tabanan membersihkan material longsor yang menimpa tiga rumah di Perumahan Puskopad II, Banjar Jadi Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.

balitribune.co.id | Tabanan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan kembali mengeluarkan imbauan waspada bencana kepada masyarakat menjelang musim hujan yang sudah mulai memasuki tahap awal.

Penegasan ini disampaikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga karena potensi bencana hidrometeorologi tidak dapat diprediksi secara pasti lokasi maupun waktu kejadiannya. Baik itu bencana dalam bentuk tanah longsor, longsor, pohon tumbang, puting beliung, dan bentuk bencana alam lainnya yang biasa terjadi di musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Sri Nadha Giri, menjelaskan bahwa peta daerah rawan longsor yang ada saat ini hanya mencakup tingkat kecamatan dan tidak bisa dijadikan acuan mutlak. Kondisi geografis Tabanan yang didominasi kontur tanah miring berbentuk lereng membuat potensi pergerakan tanah bisa terjadi di berbagai titik. 

“(Daerah rawan longsor) tidak bisa kita petakan secara khusus,” ujar Sri Nadha Giri pada Kamis (29/10/2026).

Ia hanya memberikan gambaran umum mengenai pemetaan daerah di Kabupaten Tabanan yang berpotensi mengalami longsor berdasarkan wilayah kecamatan. Adapun wilayah itu antara lain Kecamatan Pupuan, Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, Penebel, Marga, dan Baturiti secara umum dipetakan rawan bencana longsor. Namun dalam realitanya, kawasan dataran rendah juga tidak luput dari ancaman bencana serupa. 

“Tetapi kenyataannya di Kecamatan Kediri ini ada longsor,” ungkapnya.

Ia mencontohkan pada longsor yang menimpa tiga rumah di Perumahan Puskopad II, Banjar Jadi Anyar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Selain faktor topografi tanah yang miring, perubahan kondisi fisik tanah akibat kemarau panjang menjadi pemicu utama meningkatnya potensi longsor. Struktur tanah yang retak dan berongga saat musim kemarau akan dengan mudah terisi air hujan sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi sangat labil. 

“Karena selama kemarau, tanah itu pecah. Berongga. Kemasukan air. Ini yang bikin tanah labil,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan ancaman bencana akibat tumpukan sampah yang menyumbat drainase. Ini ia contohkan seperti kejadian di Kecamatan Penebel. Di wilayah itu, tanah longsor seluas kurang lebih 20 are terjadi akibat saluran air yang tersumbat. Penanganan longsoran di kawasan tersebut harus menggunakan alat berat dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. 

“Itu mesti dibersihkan pakai alat berat dan tidak bisa singkat,” tegasnya.

Berbagai peristiwa bencana di lapangan mempertegas kewaspadaan bahwa potensi ancaman bencana alam dapat menerjang wilayah mana saja tanpa mengenal zonasi. “Yang namanya bencana, tidak bisa diprediksi tempatnya dan waktu kejadiannya,” tegas Giri.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir genangan dan angin kencang, BPBD Tabanan meminta masyarakat rutin membersihkan saluran air serta memangkas pohon perindang yang rawan tumbang. 

“Kami sudah imbau jangan buang sampah ke selokan atau saluran air. Sebulan lalu sudah kami sampaikan. Dan untuk perompesan pohon perindang juga sudah dilakukan teman-teman di kecamatan. Karena pohon tumbang juga berpotensi terjadi saat musim hujan ini,” tambahnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Tabanan saat ini telah memasuki tahap awal musim hujan, sedangkan puncak musim hujan diperkirakan baru akan berlangsung pada Januari 2027 mendatang. 

wartawan
JIN
Category

Buka Pelatihan PBB-P2, Sekda Surya Suamba Tegaskan Pentingnya Akurasi Pendataan

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan daerah dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Penilaian Optimalisasi Pendapatan Daerah Sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun Anggaran 2026 oleh Sekda Badung IB. Surya Suamba di Ruang Hybrid Lantai III Gedung BDK Denpasar, Senin (26/10/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Eks TPA Sente Terbakar, BPBD Klungkung Berjibaku Padamkan Api

balitribune.co.id | Semarapura - Akibat gas metan di Eks TPA Sente Desa Pikat, Kecamatan Dawan terbakar pada Sabtu (24/10/2026) lalu sampai hari ketiga Senin (26/20/2026) tampak api masih ada ketika angin bertiup kencang melanda kawasan itu.

Kebakaran yang  terjadi di kawasan ini termasuk cukup besar, dimana warga sekitar sempat kalang kabut  dan langsung melaporkan kejadian ini.

Baca Selengkapnya icon click

Penegakan Disiplin ASN, Pemkab Klungkung Terapkan Kebijakan Zero Tolerance

balitribune.co.id | Semarapura - Pemkab Klungkung menerapkan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance) dalam penegakan disiplin aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini tidak hanya menegaskan sanksi bagi pegawai yang melanggar aturan, tetapi juga menyasar atasan yang membiarkan pelanggaran tanpa pemanggilan, pemeriksaan, maupun pelaporan untuk penjatuhan hukuman disiplin.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tepat Saat Nyepi Segara, Banjir Rob Terjang Pesisir Kusamba

balitribune.co.id | Semarapura - Para Nelayan Kusamba tidak melaut karena bertepatan dengan perayaan Nyepi Segara, Senin (26/10/2026). Karena kegiatan ritual ini nelayan termasuk kegiatan pelabuhan utamanya di Dermaga Angkal dan dermaga lainnya tidak beroperasi.

Namun disaat yang sama, tiba-tiba terjadi banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kusamba. Ombak pasang menerjang kawasan pesisir Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung. 

Baca Selengkapnya icon click

PDAM Badung Bidik Tambahan Pasokan Air 300 Liter per Detik

balitribune.co.id | Mangupura - Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung menyiapkan delapan program infrastruktur untuk merealisasikan rencana penyertaan modal daerah sebesar Rp150 miliar pada 2027–2029. 

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, memaparkan dana tersebut akan diarahkan untuk menambah pasokan air baku, mengganti jaringan pipa tua, membangun reservoir, dan memperluas pelayanan pelanggan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.