Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Cegah Degradasi Budaya, PAKIS Bali Gelar Pelatihan Etika Busana Adat di Buleleng

Bali Tribune/ Ny Putri Koster bersama PAKIS Buleleng.


balitribune.co.id | Buleleng  - Manggala Utama Paiketan Krama Istri (PAKIS) Bali, Ny Putri Koster menaruh perhatian penuh terhadap kelestarian adat dan budaya Bali. Untuk mencegah semakin terdegradasinya budaya Bali, terutama di bidang estetika adat dan rias, maka digelar pelatihan Etika Busana Adat Bali, Pusung Tagel, Tengkuluk Lelunakan, dan Tata Rias Diri bagi Krama Istri Desa Adat se-Bali, yang bertempat di Wantilan Sasana Budaya, Singaraja, pada Kamis (17/6/2021).
 
Dalam sambutannya di depan krama istri adat Buleleng, dirinya memandang perlunya wanita Bali mengetahui pakem busana adat dan rias Bali yang benar, khususnya untuk digunakan ke pura. "Penting bagi kita terutama para generasi muda untuk memahami hal ini. Dengan demikian, dalam mengikuti upacara keagamaan para generasi muda terutama yang perempuan bisa berpenampilan cantik, sopan dan sesuai dengan etika adat Bali. Hal tersebut juga sebagai bentuk pelestarian budaya Bali di tengah gencarnya arus globalisasi yang membawa pengaruh budaya luar,” ujarnya dalam acara yang turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemajuan Desa Adat Prov Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Petajuh Manggala Utama Tjokorda Istri Agung Kusuma Wardhani, Bendesa Madya MDA Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budharsa, beserta anggota PAKIS Bali lainnya, serta menghadirkan narasumber dari salon Agung, Dr AA Ayu Ketut Agung.
 
Pendamping orang nomor satu di Bali itu berharap melalui pelatihan ini, setidaknya masyarakat bisa mengetahui dan mempraktikkan tata rias dan busana ke pura yang baik dan benar. "Jika bukan kita yang melestarikan pakem-pakem tersebut, maka pakem yang benar akan semakin luntur di tengah arus modernisasi, tata rias wajah dan busana yang semakin jauh dari khasanah Bali. Setidaknya dipraktikkan untuk diri sendiri terlebih dahulu, bagaimana tata rias rambut pusung gonjer yang digunakan untuk anak-anak dan remaja serta pusung tagel yang digunakan perempuan yang sudah menikah. Perbedaan itu perlu kita pahami terlebih dahulu," ulasnya.
 
Melalui pelatihan ini, ia juga berharap ada minat krama istri yang lebih mendalaminya sehingga bisa menambah ekonomi keluarga. "Siapa tahu ada yang tertarik, apalagi narasumber yang kita datangi ini sudah sangat terkenal kiprahnya. Cari ilmu sebanyak-banyaknya, siapa tahu nanti bisa menambah penghasilan ekonomi keluarga dengan membuka jasa tata rias Bali,” imbuhnya.
 
Dia melanjutkan, hal ini sesuai dengan visi Pemprov Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berpedoman dengan konsep Tri Sakti Bung Karno, terutama berdikasi dalam bidang ekonomi melalui penghasilan yang mandiri, serta berkepribadian alam budaya tanpa meninggalkan pakem budaya yang benar.
 
Dalam kesempatan tersebut, seniman serba bisa ini juga menjelaskan bahwa PAKIS Bali yang sebagai suatu organisasi mitra pemerintah yang baru terbentuk dalam rangka mewujudkan program pembangunan, dan ke depannya akan menggencarkan turun ke masyarakat untuk memberikan pelatihan-pelatihan yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat dan untuk pelestarian budaya Bali.
 
Sebelumnya, Bendesa Madya MDA Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budharsa mengucapkan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kesempatan pelatihan yang disediakan oleh Manggala Utama Pakis Bali. 
Menurutnya, ini adalah kesempatan bagus dan langka, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
 
Senada dengan Ny Putri Koster, ia juga menyampaikan pentingnya masyarakat terutama krama istri untuk mengetahui dan seterusnya melestarikan budaya Bali yang tertuang dalam pakem-pakem busana Bali. "Karena sudah menjadi tugas kita untuk terus melestarikan warisan leluhur kita," katanya.
 
Ia berharap melalui pelatihan ini, bisa bermanfaat bagi krama istri di Buleleng, setidaknya untuk diri sendiri terlebih dahulu, dan ke depan bisa menjadi salah satu sumber penghasilan dalam membatu perekenomian keluarga dan masyarakat.
 
Acara pelatihan pagi itu diisi dengan pelatihan sanggul untuk wanita yang sudah berkeluarga dan remaja istri, serta etika berbusana ke pura yang baik dan benar, yang ditujukan untuk pria maupun wanita. Kegiatan ini juga dapat hibur dengan penampilan kesenian Topeng Bondres.
wartawan
JRO
Category

Diduga Membuat Surat Palsu, Polisi Tahan Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan Kementerian ATR I Made Daging 

balitribune.co.id | Denpasar - Tidak lama berselang setelah KPK menahan Dirjen Lampri Kementerian ATR/BPN RI dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, giliran penyidik Ditreskrimsus Polda Bali menahan Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan di Kementerian ATR/BPN RI,  I Made Daging A.Ptnh., M.H. 

Baca Selengkapnya icon click

Overload Kasus Narkoba, Rutan Negara Digeledah

balitribune.co.id | Negara - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Negara mengalami kelebihan kapasitas (overload) hingga hampir tiga kali lipat. Di tengah kondisi tersebut, petugas gabungan dari unsur Rutan, TNI, dan Polri menggelar penggeledahan mendadak di 14 kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (17/9/2026) pagi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Satu Keluarga di Jembrana Diteror Rabies

balitribune.co.id | Negara - Kasus gigitan anjing yang diduga terpapar rabies kembali meneror Kabupaten Jembrana. Kali ini, satu keluarga yang terdiri dari ibu dan dua anaknya di Lingkungan Anyar Sari, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, menjadi korban gigitan beruntun dari anak anjing peliharaan mereka sendiri.

Baca Selengkapnya icon click

Soal Usulan UMK Badung Rp5 Juta, Bupati Minta Jangan Grasa-Grusu

balitribune.co.id | Mangupura - Usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Badung dinaikkan menjadi Rp5 juta mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung. Namun, angka tersebut belum serta-merta disetujui. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan, usulan kenaikan upah harus diuji melalui kajian dan perhitungan yang matang.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Beringin Berusia Ratusan Tahun Tumbang, Timpa Tiga Pelinggih di Metra Kaja

balitribune.co.id | Bangli - Angin kencang yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Bangli  sejak sepekan terakhir menyebabkan  bencana di beberapa titik. Salah satunya  pohon beringin tua tumbang dan menimpa bangunan Pura Jebag Agung di Banjar Metra Kaja, Desa Yangapi, Tembuku  Bangli.  Tumbangnya pohon berusia ratusan tahun tersebut menyebabkan sejumlah bangunan suci (pelinggih) hancur.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.