Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Darurat Ekologi Bali, Ratusan Mangrove Tahura Ngurah Rai Mati Serentak, Diduga Terpapar Limbah Kimia

peneliti
Bali Tribune / Ketua tim peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana, Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga

balitribune.co.id | Denpasar - Ekosistem mangrove di kawasan selatan Bali, khususnya di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, tengah menghadapi kondisi yang disebut para peneliti sebagai darurat ekologis. Ratusan pohon mangrove di sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara dilaporkan mati secara serentak pada awal 2026.

Temuan tersebut dituangkan dalam laporan “Analisis Strategis Degradasi dan Krisis Ekosistem Mangrove” yang disusun tim peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana, diketuai Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, atau kerap dipanggil Dewangga bersama sejumlah akademisi lintas disiplin.

Berbeda dengan kerusakan akibat sedimentasi yang biasanya terjadi perlahan, kematian mangrove kali ini muncul serentak dalam blok vegetasi tertentu. Pola itu, menurut tim peneliti, mengarah pada dugaan kuat adanya kontaminasi kimiawi.

"Hasil diagnosis lapangan menunjukkan gejala khas gangguan abiotik: daun klorosis (menguning), nekrosis (kecoklatan), kulit batang mengelupas, pertumbuhan kerdil, akar membusuk atau menghitam, hingga penebalan daun (sukulensi). Tidak ditemukan indikasi serangan patogen atau penyakit infeksi," jelas Dewangga, yang dikonfirmasi terkait hasil kajian tim peneliti, Rabu (25/2). Tanaman sakit dan mati bukan karena organisme penyebab penyakit, tetapi karena faktor lingkungan, salah satunya diduga keracunan logam berat dan senyawa hidrokarbon, begitu salah satu poin dalam laporan tersebut, imbuhnya.

Di sekitar lokasi ditemukan jalur pipa distribusi BBM yang melintasi kawasan mangrove. Berdasarkan data koordinasi dan aktivitas teknis, pada periode September hingga November 2025 terdapat kegiatan perbaikan pipa distribusi energi dari Pelabuhan Benoa menuju instalasi di Pesanggaran.

"Peneliti mencatat adanya laporan rembesan minyak yang masuk ke substrat mangrove dan dugaan pembersihan (clean-up) yang tidak dilakukan secara menyeluruh," tukasnya.

Tentu temuan peneliti berbanding terbalik dengan pihak Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya menyatakan hasil pemeriksaan visual tidak menemukan lapisan minyak di permukaan air. Namun para ahli ekologi mengingatkan bahwa kontaminasi hidrokarbon dalam ekosistem mangrove kerap terperangkap di sedimen.

Minyak yang masuk ke pori tanah dapat menutup sistem perakaran mangrove dan bersifat toksik. Senyawa aromatik dalam BBM mampu merusak membran sel, mengganggu penyerapan nutrisi, dan memicu kematian dalam hitungan minggu setelah paparan.

"Beberapa spesies terdampak antara lain Sonneratia alba (prapat), Rhizophora apiculata (bakau), dan Avicennia marina (api-api). Kerusakan intensif teridentifikasi pada area sekitar 6 are, dengan sebaran dampak mencapai sekitar 60 are di blok barat tol," ungkapnya lagi.

Seperti diketahui, Ketidaksesuaian antara hasil inspeksi visual dan kondisi vegetasi di lapangan mendorong permintaan investigasi forensik lingkungan. Tim peneliti kini melakukan analisis laboratorium menggunakan metode GC-MS (Gas Chromatography–Mass Spectrometry) guna memastikan kandungan hidrokarbon di area rhizosfer mangrove.

Dalam laporannya, tim peneliti mengajukan sejumlah rekomendasi strategis:

1. Pemantauan rutin kesehatan mangrove di Tahura Ngurah Rai.
2. Isolasi dan aplikasi bakteri pendegradasi minyak sebagai agen bioremediasi.
3. Audit menyeluruh infrastruktur pipa energi di Bali Selatan, termasuk penggantian pipa tua dan pemasangan sensor kebocoran real-time.
4. Penegakan hukum dan evaluasi dokumen AMDAL di kawasan sensitif.
5. Rehabilitasi substrat sebelum revegetasi dilakukan.
6. Penertiban status lahan di kawasan hutan lindung.

Para akademisi menegaskan bahwa tanpa langkah drastis, ekosistem mangrove Bali Selatan berisiko terus menyusut. Dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga pada ketahanan pesisir dan keberlanjutan pariwisata Bali.

"Sebagai kawasan penyangga abrasi, penyerap karbon, sekaligus habitat biota pesisir, mangrove memiliki peran strategis dalam menghadapi perubahan iklim dan ancaman bencana pesisir," kata Dewangga. Sembari menginformasikan, untuk hasil dari diagnose pastinya akan keluar, Kamis (26/2).

"Besok hasilnya keluar,  doakan hasilnya yang terbaik," pungkasnya.  

Kini publik menanti hasil uji laboratorium serta tindak lanjut pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyebab pasti kematian mangrove dan langkah pemulihan jangka panjang.

wartawan
ARW
Category

Gudang Kayu di Tabanan Terbakar, Kerugian Rp 500 Juta

balitribune.co.id | Tabanan - Gudang pemotongan kayu UD Agus Boy di Banjar Abianlalang, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan ludes terbakar pada Kamis (1/10/2026) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian materiil yang dialami pemilik gudang ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Baca Selengkapnya icon click

Truk Kontainer Terjun ke Dasar Sungai Yeh Bakung

balitribune.co.id | Tabanan - Sebuah truk kontainer berpelat L 9233 UX terjun ke dasar sungai usai banting setir demi menghindari mobil boks di Jembatan Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Insiden lalu lintas yang terjadi pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan menyebabkan pengemudinya luka-luka.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tiga Toko di Tabanan Terciduk Jual Rokok Tanpa Cukai

balitribune.co.id | Tabanan - Sebanyak tiga dari delapan toko kelontong di Kabupaten Tabanan kedapatan menjual rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai resmi. Temuan rokok bodong tersebut terungkap saat tim gabungan dari Kantor Bea Cukai dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan menyisir kawasan pemukiman di Desa Bongan dan Desa Kediri, Rabu (30/9/2026).

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Pemulangan Jenazah PMI dari Taiwan Tunggu Proses Investigasi

balitribune.co.id | Negara - Sampai saat ini belum ada kepastian mengenai jadwal pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) I Made Pariana (49) yang meninggal dunia di Taiwan pada Sabtu (19/9/2026) lalu. Proses pemulangan jenazah masih menunggu penyelesaian proses investigasi oleh pihak berwenang setempat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Estuary Dam Suwung Surut, PDAM Tirta Mangutama Terancam Krisis Air Baku

balitribune.co.id | Mangupura - Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku untuk produksi air bersih di Kabupaten Badung. Kondisi tersebut terlihat dari menyusutnya muka air di Estuary Dam Suwung yang menjadi salah satu sumber bahan baku utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Rokok Ilegal Marak di Badung, Tim Gabungan Sita 23 Slop dan 15 Bungkus dari Warung

balitribune.co.id | Mangupura - Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Badung mulai mendapat perhatian serius. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung bersama Kantor Bea Cukai Denpasar menggelar inspeksi mendadak (sidak) dengan menyasar sejumlah warung dan tempat usaha yang diduga menjual rokok tanpa cukai.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.