balitribune.co.id | Denpasar - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyiagakan SPBU beroperasi 24 jam di wilayah Bali untuk proses pemulihan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat. SPBU tersebut tersebar di Kabupaten Jembrana, Tabanan, Badung, Karangasem, Buleleng hingga Kota Denpasar.
Dikutip dari akun resmi akun resmi @patraniaga.jatimbalinus Rabu (14/10/2026), Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan Pertamina terus mengoptimalkan pelayanan dan distribusi BBM untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Daftar SPBU yang beroperasi 24 jam akan terus diperbarui secara berkala sesuai kondisi di lapangan. Masyarakat Bali dapat memantau update kondisi SPBU di Bali melalui Instagram Story @pertaminabali dan @patraniaga.jatimbalinus, termasuk di highlight “Live Report SPBU".
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyampaikan terdapat 52 SPBU 24 jam siaga di wilayah Bali. Jumlah SPBU 24 jam akan terus bertambah dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Di Kabupaten Jembrana terdapat 14 SPBU 24 jam yang tersebar di Pengambengan, Melaya, Loloan Timur, Pekutatan, Negara, Mendoyo, Tuwed, Yeh Embong Kangin, Pangyangan, Pendem, dan Pulukan.
Di Kabupaten Tabanan 4 SPBU 24 jam, lokasinya meliputi Jalan Ahmad Yani di Abian Tuwung, Jalan Dr Ir Soekarno di Delod Peken, jalur Denpasar-Gilimanuk, serta Jalan By Pass Kediri di Banjar Anyar.
Sedangkan di Kabupaten Karangasem 4 SPBU 24 jam berada di Subagan, Nongan, kawasan Jalan Dewa Anom di Kecamatan Rendang, dan Jalan Raya Ababi di Kecamatan Abang. Di Buleleng 2 SPBU 24 jam yang masuk dalam daftar berada di Tukadmungga dan Tangguwisia, Seririt.
Di Kabupaten Badung 13 SPBU 24 jam tersebar di kawasan Tuban, Kuta, Kapal, Kerobokan, Dalung, Seminyak, Pererenan, Benoa, Lukluk, Mambal, hingga Ungasan. Kota Denpasar 15 SPBU 24 jam, lokasinya mencakup Jalan WR Supratman, Hayam Wuruk, Cokroaminoto, Gatot Subroto Timur dan Barat, Pesanggaran, Imam Bonjol, Sesetan, Buluh Indah, Kreneng, Tukad Yeh Aya, Bypass Ngurah Rai, Gunung Batukaru, dan Setia Budi.
Sebelumnya, Selasa (13/10/2026) Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT Pertamina (Persero) mempercepat pemulihan distribusi BBM menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menggelar rapat terbatas bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan jajaran terkait di Depot BBM PT Pertamina Patra Niaga, Pesanggaran, Denpasar.
Rapat tersebut dilaksanakan untuk membahas kondisi pasokan dan kendala distribusi BBM di Bali sekaligus merumuskan langkah percepatan penanganan agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali normal. Seusai rapat, Gubernur Koster bersama Direktur Utama Pertamina dan jajaran terkait meninjau langsung fasilitas sandar dan bongkar muat kapal tanker BBM di Pelabuhan Benoa.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya memastikan kelancaran distribusi BBM dari terminal penyimpanan menuju SPBU. Menurutnya, ketersediaan pasokan harus diimbangi dengan sistem distribusi yang efektif agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan mudah tanpa harus mengantre dalam waktu lama.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Pertamina, ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Bali dipastikan mencukupi kebutuhan hingga dua pekan ke depan, dengan dukungan pasokan tambahan yang akan terus dikirim secara bertahap. Gubernur Koster menyampaikan informasi tersebut sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM.
“Yang pertama ingin saya pastikan, ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan tersedia dan akan terus datang secara bertahap,” tegasnya.
Pertamina melaporkan bahwa pada Selasa (13/10), kapal tanker yang membawa pasokan BBM telah tiba di Terminal BBM Manggis dan Pesanggaran. Pasokan Pertalite yang tiba mencapai 19,2 juta liter atau diperkirakan mencukupi kebutuhan selama enam hingga tujuh hari. Sementara itu, tambahan Pertamax sebanyak 3 juta liter diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari.
Pasokan berikutnya dijadwalkan kembali tiba pada 15, 16, dan 17 Oktober 2026, dengan tambahan Pertalite sebanyak 25 juta liter. Pasokan Pertamax juga akan diperkuat melalui kedatangan kapal berikutnya. Pengiriman secara bertahap tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pasokan BBM selama proses pemulihan distribusi berlangsung.
Pertamina juga menambah jumlah armada mobil tangki pengangkut BBM dari sekitar 90 unit menjadi 105 unit. Penambahan 15 armada tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan frekuensi pengiriman dari terminal BBM menuju SPBU, khususnya di wilayah yang mengalami kendala distribusi.