Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

"Deep Learning", Saatnya Pendidikan Menyelam Lebih Dalam

Natalino Muni Nepa Rassi, S.Pd., M.Pd
Bali Tribune / Natalino Muni Nepa Rassi, S.Pd., M.Pd - guru SMAN 8 Denpasar

balitribune.co.id | Naskah akademik Deep Learning atau pembelajaran mendalam resmi diluncurkan Kemindikdasmen. Hal ini berhasil menjawab hiruk pikuk analisis multitafsir masyarakat terkait pidato pendekatan Deep Learning yang sempat digaungkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah  Abdul Mu'ti pada pidatonya di tahun 2024. 

Kala itu media online dihujani banyak perdebatan. Reaksi sinis “Ganti menteri ganti kebijakan memenuhi semua media sosial, orang tua, tenaga pendidik, orang awam ikut mengkuliti kebijakan ini. Seolah-olah, pendidikan Indonesia selalu mengulang lagu yang sama dengan nada berbeda. Banyak yang mengira ini hanya jargon segar dari tubuh birokrasi yang belum sembuh dari demam ganti istilah.

Glorifikasi Deep Learning sebagai solusi atas krisis pembelajaran kronis dan ketimpangan kualitas antarwilayah terus digaungkan di beerbagai media. Sayangnya publik terlanjut skeptis. Tak sedikit yang menganggapnya hanya “nama baru” dari pendekatan lama yang belum berhasil seperti Kurikulum 2013  dan Kurikulum Merdeka. Ini episode lain dari drama panjang pendidikan nasional atau sebuah terobosan jitu menuju perubahan sesungguhnya.

Secara konsep, naskah akademik Deep Learning menjabarkan filosofi pendidikan yang progresif dan membumi. Naskah akademiknya mengakar pada pemikiran tokoh-tokoh besar seperti John Dewey, Ki Hajar Dewantara,  Romo Mangun hingga KH Ahmad Dahlan. Dengan tagar “Memuliakan Manusia”. 

Berpijak pada tiga pilar pilar utama PM yakni mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan) disitulah letak revolusinya. Mindful berarti kehadiran penuh dalam proses belajar. Siswa tidak hanya mengisi waktu duduk di bangku kelas, tapi hadir secara mental, merasakan keterlibatan, tahu untuk apa mereka belajar. Guru tidak hanya menyampaikan, tapi mendampingi, meresapi suasana kelas, membaca irama pikiran dan hati muridnya. Meaningful berarti pelajaran tak boleh berakhir di kertas ujian. Ia harus bersentuhan dengan dunia nyata. Belajar bukan lagi tentang menghafal tahun Proklamasi, tetapi memahami arti kemerdekaan. Bukan sekadar mengerti rumus, tetapi mampu memecahkan persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitar. Joyful bukan berarti penuh tawa setiap saat. Ia bukan sekadar pembelajaran dengan nyanyian dan permainan. Joyful berarti anak merasa aman, bebas dari rasa takut, dan punya keinginan untuk belajar, karena tahu mereka dihargai sebagai manusia. PM juga berpijak pada empat dimensi manusia seutuhnya: olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga. Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tapi juga empati, keteguhan moral, dan ketahanan fisik.

Filosofi sebesar ini apakah bisa tereksekusi dengan baik?. Kenyataanya di lapangan guru masih berkutat dengan beban administratif, sekolah-sekolah belum memiliki internet stabil, pelatihan-pelatihan pembelajaran masih saja minim. Lantas bagaimana mungkin menciptakan pembelajaran bermakna, apalagi menggembirakan? Hal inj mrnjadi Kontradiksi yang tak bisa dihindari. Pembenahan dan evaluasi sistem yang masih didominasi tekanan sudah seharusnya diperbaiki jika tidak mau dengar kata gagal.

Kabar gembiranya berdasarkan naskah akademik yang telah beredar Deep Learning bukanlah penganti Kurikulum, tapi sebuah pendekatan yang menawarkan jalan keluar dari krisis kekuatiran berlebihan guru. Hanya saja pertanyaan kritis muncul jika bukan kurikulum, mengapa pemerintah perlu menyusun naskah akademik baru dan menggelar kampanye nasional seolah ini revolusi? Jika benar bukan pergantian, mengapa guru-guru di daerah mulai panik menunggu modul pelatihan dan instruksi baru?

Steatmen bawah kurikulum merdeka akan tetap hadir, tentu dengan kolaborasi pendekatan Deep Lerning pemerintah menyakini bahwa ini merupakan proses berkesinambungan. Namun realitas birokrasi pendidikan kita tidak selalu mampu membedakan antara kesinambungan dan pengulangan. 

Akibatnya, banyak kebijakan berganti sebelum akarnya tumbuh, sementara kepercayaan publik semakin surut. Ironisnya glorifikasi pendidikan yang memerdekakan malah kerap dibungkus dalam instruksi vertikal yang terkesan terburu-buru.

Mari kita buka mata sejenak mengevaluasi persoalan dasar terkait ketimpangan distribusi guru, rendahnya pendampingan berkelanjutan, kurangnya pendampingan lapangan, serta sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran mendalam ini. Lebih dari itu, kegagalan kita bukan pada kurangnya gagasan, tapi pada lemahnya daya tahan. Kita terlalu tergoda untuk mencari “formula baru” setiap kali hasil tak sesuai harapan, padahal barangkali masalahnya terletak pada konsistensi, bukan konsep.

Kita perlu bersikap kritis, bukan sinis. Konsep pembelajaran mendalam layak diuji, bukan dikutuk sejak awal. Harapannya sudah pasti bisa bertahan dan membumi di seluruh wilayah. Pemerintah perlu memastikan ini bukan proyek komunikasi, tetapi agenda pembenahan mendalam. Kepala sekolah dan guru harga mati untuk dilibatkan dalam setiap proses. Dengan begitu pendidikan bukan lagi proyek periodik, tapi proses panjang berkesinambungan. 

wartawan
Natalino Muni Nepa Rassi, S.Pd., M.Pd
Category

Sinergi Bagi Negeri, Astra Motor Bali dan AHM Kumpulkan 74 Kantong Darah di SMAN Bali Mandara

balitribune.co.id | Singaraja – Semangat kepedulian dan kolaborasi diwujudkan Astra Motor Bali bersama Astra Honda Motor (AHM) dan SMA Negeri Bali Mandara melalui aksi donor darah yang mengusung tema “Menggerakkan Mobilitas, Menyelamatkan Kehidupan”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (11/9/2026) ini berhasil melampaui target dengan mengumpulkan 74 kantong darah dari 74 pendonor, dari target minimal 50 kantong darah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tak Lengkapi Izin, Koster Bongkar Tiga Vila di Hutan Pejarakan

balitribune.co.id | Singaraja – Pemerintah Provinsi Bali membongkar tiga bangunan vila di kawasan perhutanan sosial Hutan Desa Pejarakan, Banjar Dinas Goris Kemiri, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Sabtu (12/9/2026). Gubernur Bali Wayan Koster memimpin langsung aksi pembongkaran. Bangunan tersebut berdiri di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) atau Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) Desa Pejarakan.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Meningkat 13,9 Poin, Indeks Inovasi Daerah Tabanan Raih Peringkat 3 se-Bali

balitribune.co.id | Tabanan - Upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan membangun pemerintahan dan pelayanan publik berbasis riset dan inovasi menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan hasil self assessment sementara Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2026, Kabupaten Tabanan meraih skor 82,16, meningkat 13,90 poin dibandingkan capaian tahun 2025, sekaligus menempatkan Tabanan pada peringkat ketiga se-Provinsi Bali.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Karhutla, Pemkab Tabanan Tutup Sementara Jalur Pendakian Gunung

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah Kabupaten Tabanan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau tahun 2026 yang berpotensi menimbulkan kekeringan sekaligus meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

balitribune.co.id | Jakarta – Semangat persaudaraan dan kebersamaan para pecinta sepeda motor Honda kembali akan dipertemukan dalam Honda Bikers Day (HBD) 2026. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-15, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama jaringan main dealer sepeda motor Honda di seluruh Indonesia menghadirkan HBD dengan semangat baru yang melibatkan bikers lintas generasi. 

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.