balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar resmi memulai langkah konkret untuk mengusulkan pejuang kemerdekaan lokal, Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa, sebagai Calon Pahlawan Nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran seminar sejarah sekaligus peluncuran buku biografi sang pejuang di Gedung Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Selasa (27/10/2026) pagi.
Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya Anggota DPD RI Dapil Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua DPD LVRI Provinsi Bali I Gusti Bagus Saputera, ahli waris, serta unsur Forkopimda dan TNI/Polri.
Dalam sambutannya, Sekda Eddy Mulya menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Seminar ini bertujuan untuk menggali mendalam nilai-nilai perjuangan Kapten Putu Japa sekaligus memperkuat dokumentasi sejarah demi memenuhi persyaratan administrasi kenegaraan.
"Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkot Denpasar telah menerbitkan Keputusan Wali Kota Denpasar Nomor 100.3.3.3/1291/HK/2026 tentang Pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD)," ungkap Eddy Mulya.
Ia menambahkan, tim TP2GD tersebut bertugas melakukan kajian secara cermat, objektif, dan bertanggung jawab dengan melibatkan akademisi serta sejarawan agar bukti sejarah yang diajukan valid dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi yang berlaku.
Bersamaan dengan seminar tersebut, diluncurkan pula Buku Biografi Kapten Anumerta Ida Bagus Putu Japa karya jurnalis senior Bernard Keytimu. Pemkot Denpasar mengapresiasi karya ini karena dinilai memperkaya literasi sejarah daerah dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda.
Sementara itu, Sekretaris DPC LVRI Kota Denpasar, I Wayan Mandra, menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Dinas Sosial Kota Denpasar yang bergerak cepat memfasilitasi usulan veteran. Proses pengusulan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
"Kami berharap seminar ini mampu menggali lebih dalam fakta dan sumber sejarah terpendam, sehingga bisa memperkuat dokumen kelayakan Kapten I.B. Putu Japa sebagai Pahlawan Nasional," tutur Mandra.