Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Diduga Dieksploitasi, Empat Anak Diamankan

ekploitasi
EKSPLOITASI - Sebanyak 4 anak penjual asongan souvenir diamankan di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar diduga menjadi korban eksploitasi anak oleh oknum tertentu.

BALI TRIBUNE - Sebanyak 4 anak penjual asongan souvenir diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar, Selasa (24/10) malam. Mereka diamankan lantaran diduga telah menjadi korban eksploitasi anak oleh oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan souvenir tersebut.

Kepala Satpol Pamong Praja Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga, mengatakan,  empat anak ini diamankan saat berjualan pada malam hari di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar pada pukul 22.15 Wita.

Saat petugas melakukan penertiban sejatinya ada enam anak yang berada di lokasi, namun yang berhasil diamankan hanya 4. "Awalnya kita lihat ada enam, tetapi dua orang berhasil kabur," kata Anom Sayoga, ditemui di kantornya, Rabu (25/10).

Dikatakannya, untuk sementara pihaknya masih menahan empat anak ini di Kantor Satpol PP Kota Denpasar mengingat ada dugaan dieksploitasi untuk keuntungan oknum tertentu yang sengaja mempekerjakan anak-anak di bawah umur. Hal ini mengingat dari barang dagangan yang hampir sama dan nilai barang dagangan juga cukup tinggi sehingga tidak mungkin anak-anak memiliki modal cukup untuk mendapatkan barang tersebut tanpa ada yang mendanai.

 "Kita masih mengindikasikan ada yang mengeksploitasi anak ini, untuk itu sementara kami tahan dulu. Bagaimana mereka dapat modal, kami  mencurigai ada ekploitasi atau ada cukong di balik anak-anak yang berjualan. Karena tidak mungkin anak-anak punya modal untuk berjualan tanpa ada yang memberi modal, nah pemberi modal ini akan kami pelajari dan telusuri, mudah-mudahan bisa dituntaskan," ujar mantan Sekertaris Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Denpasar ini.

 Dikatakan pejabat yang juga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Denpasar ini, pihaknya sejatinya bisa saja melakukan tindak pidana ringan (Tipiring) untuk anak-anak pedagang asongan ini karena telah melanggar Perda No 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Namun pihaknya tidak mengambil langkah tersebut, karena anak-anak ini masih di bawah umur.

Pihaknya sementara akan menyerahkan anak-anak ini ke Dinas Sosial Kota Denpasar untuk dilakukan rehabilitasi sosial dan pembinaan. "Ini kita akan bina karena kalau sekedar dikembalikan ke orangtuanya, maka kami takutkan akan mengulangi perbuatannya mengasong kembali," ujarnya.

Pihaknya juga sudah memanggil orangtua ataupun penjamin anak-anak tersebut untuk segera mendapatkan pembinaan lebih lanjut. Setelah dipanggil ternyata orangtuanya cuek dan terkesan mengizinkan anak-anaknya berjualan. Alasannya karena faktor ekonomi, untuk tambahan bekel ke sekolah SPP, dan lain sebagainya.

"Untuk itu serahkan dulu ke Dinas Sosial tidak langsung mengembalikan ke orangtua. Di sana akan dilakukan rehabilitasi sosial terlebih dahulu. Kita mengajak orangtua mendidik anak-anaknya untuk tidak lagi mempekerjakan anak ini yang masih  di bawah umur," ujarnya.

Sementara A.A Ayu Diah Kurniawati, Selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, mengatakan terkait anak-anak ini akan dikoordinasikan bersama yayasan, karena informasi yang diperoleh ternyata anak-anak ini sudah pernah dibina oleh Yayasan Lentera Anak Bali.

"Kita dari sisi rehabilitasi sosial biasanya kalau anak-anak telantar kalau masih ada keluarganya kita berikan ke keluarga untuk membina. Karena dalam kondisi seperti ini dimana orangtua memberikan izin anaknya berjualan, maka kami tidak langsung menyerahkan ke orangtua tetapi akan coba dikoordinasikan dengan yayasan.  Bagaimana mereka dibina dan diasuh," ujarnya.

Berdasar pantuan wartawan, keempat anak-anak ini nampak tenang saat diamankan petugas Satpol PP Kota Denpasar. Empat anak yang rata-rata masih berusia belasan tahun ini nampak tidak canggung untuk sekadar berbicara maupun berkomunikasi dengan petugas. Keempat anak tersebut yakni Kadek Y (13), Komang W (11), Ketut I (8), dan Nyoman P (7).

Salah satu anak mengaku berjualan untuk membantu ekonomi keluarga dan untuk bekal sekolah. Diakui barang-barang dagangannya tersebut didapatkan dari orangtuanya. "Tiang berjualan atas kemauan sendiri, biar ada bekal sekolah," ujar gadis cilik berparas cantik ini.

Sementara salah satu orang tua anak, Nengah Seliani mengaku  tinggal di wilayah Jalan Bung Tomo Gang Kusuma Dewi 2 Banjar Kusumajati Denpasar Barat. Ibu empat anak asal Tianyar Karangasem ini mengaku terpaksa menginzinkan anaknya berjualan lantaran faktor ekonomi. "Saya tinggal sama anak empat. Bapaknya di kampung, untuk biaya sekolah terpaksa mereka dikasi jualan," ujarnya. Ditanya darimana anak-anak dapat modal, pihaknya mengaku awalnya diri sendiri yang memberi modal untuk berjualan.

wartawan
I Wayan Sudarsana
Category

Kera Resahkan Warga Nyalian, Rusak Lahan Pertanian hingga Masuk Pemukiman

balitribune.co.id | Semarapura - Perbekel Desa Nyalian, Cok Gede Agung Putra, mengeluhkan keberadaan kera ganas yang merusak tanaman pertanian warga. Ia menyampaikan kondisi tersebut kepada Kepala BPBD Klungkung, Putu Widiada, S.Sos., melalui grup penanggulangan bencana.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata Tegaskan Rp32,45 Miliar untuk Revitalisasi 94 Sekolah

balitribune.co.id | Amlapura - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 32,45 miliar untuk merevitalisasi 94 satuan pendidikan pada Tahun Anggaran 2026. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Karangasem pada Kamis (10/9/2026) lalu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bos PMA Asal India Kabur Bawa Ratusan Miliar, Komisaris Serahkan Mobil Mewah ke Polda Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Aksi investasi bodong berkedok jual beli emas kembali menelan ratusan korban di Indonesia. Direktur Utama PT Nellafa Refinery and Bullion sekaligus PT Nellafa Fine Jewellery, Jaya Krishna Reddy, warga negara asing (WNA) asal India, dilaporkan kabur ke luar negeri setelah melarikan dana dan emas nasabah yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Selengkapnya icon click

Gerebek Bandar Sabu Polisi Temukan Senpi

balitribune.co.id | Singaraja - Satresnarkoba Polres Buleleng menangkap seorang petani berinisial MN (50) di rumahnya, Banjar Dinas Tamblingan, Desa Munduk, Banjar, Buleleng (3/9/2026). Penangkapan tersangka pengedar sabu ini justru membuka kasus pidana lain setelah polisi menemukan senjata api (senpi) rakitan beserta delapan butir amunisi ilegal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.