balitribune.co.id | Denpasar - Telkomsel kembali menggelar NextDev ke-12, program impact incubator bagi para technopreneur Indonesia yang mengembangkan solusi digital berbasis artificial intelligence (AI). Program tahun ini mengusung tema “AI-Powered Innovations” guna mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan yang menjawab isu sosial dan lingkungan.
Langkah ini diambil di tengah tantangan pendanaan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia yang tercatat menurun hingga 94,8 persen sepanjang 2021–2025. Selain itu, Indonesia saat ini baru menyerap sekitar 4 persen dari total pendanaan AI di kawasan Asia Tenggara.
General Manager Household Consumer Business Region Bali Nusra Telkomsel, Ricky Erickson Panggabean, menjelaskan bahwa NextDev hadir untuk memperkuat fundamental bisnis, pemahaman pasar, dan kapabilitas teknologi para founders lokal.
"NextDev menjadi wadah bagi para technopreneur untuk membuktikan bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjawab persoalan nyata. Sebagai impact incubator, kami mendampingi mereka memperkuat teknologi, bisnis, dan dampak, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan ekosistem Telkomsel," ujar Ricky dalam keterangan resminya, Rabu (5/11/2026).
Program NextDev ke-12 terbagi dalam tiga tahap utama, yakni Scouting, Academy, dan Summit. Sebanyak 20 technopreneur terpilih akan mengikuti tahap validasi dan pitching, sebelum disaring menjadi 10 peserta terbaik untuk masuk ke NextDev Academy.
Selama akademi, peserta menerima pendampingan mentor lintas bidang—mulai dari teknologi AI, keuangan, pemasaran, hingga produktivitas. Sepuluh technopreneur terbaik juga berpeluang menjajaki kolaborasi bisnis, pengujian solusi, hingga komersialisasi bersama unit usaha Telkomsel. Hasil dan dampak solusi peserta nantinya dipresentasikan pada NextDev Summit 2027.
Manfaat program ini dirasakan alumni NextDev ke-11 sekaligus Founder AsesAi, I Putu Cikal Taruna. Menurutnya, NextDev memberikan wawasan strategis untuk memperkuat penetrasi pasar dan pengembangan produk.
"Bagi para technopreneur yang ingin bergabung, penting memiliki visi yang jelas, membuktikan perkembangan bisnis melalui traction nyata, serta terbuka terhadap masukan agar bisnis terus berkembang," ungkap Cikal.
Inovasi Bali Tembus 20 Besar
Sebagai bagian dari tahapan Scouting, Telkomsel menggelar Roadshow dan Pitching Battle di enam kota, yakni Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta.
Pada ajang Pitching Battle di Denpasar, tiga startup lokal turut memaparkan solusinya, yaitu Tripbone (platform tata kelola operasional pariwisata berbasis AI), Drillo (platform persiapan ujian dan asesmen berbasis AI), serta CABE Akademi (platform pelatihan dan penyaluran talenta digital berbasis proyek).
Dari ketiga peserta tersebut, Drillo berhasil meraih tiket fast track untuk langsung melaju ke jajaran 20 besar technopreneur NextDev ke-12 secara nasional.
Perwakilan Drillo.id, Syifa, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Pihaknya mengembangkan solusi analisis hasil ujian berbasis AI untuk membantu siswa dan sekolah memetakan area kemampuan yang perlu ditingkatkan.
"Saat ini Drillo telah bekerja sama dengan delapan sekolah di Bali dan menjangkau lebih dari 1.900 siswa. Melalui NextDev, kami berharap inovasi ini dapat berkembang lebih luas untuk mendukung dunia pendidikan," kata Syifa.
Sejak pertama kali digelar, NextDev telah menginkubasi 162 startup dari 6.798 pendaftar dengan melibatkan 2.316 ahli dan mentor. Pendaftaran NextDev ke-12 masih dibuka hingga 9 November 2026 melalui situs resmi NextDev.