Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

Pengusaha tempe
Bali Tribune / PEMBUATAN TEMPE - Sabdullah saat melakukan tahapan pembuatan tempe di tempat usahanya, di Pasar Kodok, Kamis (9/4/2026).

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Mohammad Sabdullah (31), salah satu produsen tempe di Desa Dauh Peken, mengungkapkan beban operasional pengusaha menjadi lebih berat karena harga plastik pembungkus melonjak dari Rp 415 ribu menjadi Rp 600 ribu per bal. "Agar harga ke pembeli tidak naik, salah satu caranya ya kami memperkecil ketebalan tempe," ujar Sabdullah yang punya tempat usaha di lingkungan Pasar Kodok pada Kamis (9/4/2026).

Saat ini, Sabdullah memilih mengurangi ketebalan tempenya sekitar setengah sentimeter dari ukuran normal. Dengan cara seperti ini, ia masih bisa memasang harga jual Rp 5.000 per potong untuk tempe dengan panjang 20 sentimeter. "Kalau ukuran tebal sebelumnya itu 2,5 sentimeter. Kami tipiskan jadi dua sentimeter. Tapi, panjangnya tetap dua puluh sentimeter," bebernya.

Ia enggan memilih untuk menaikkan harga jual dengan pertimbangan psikologi konsumen. Menurutnya, selama ini tempe sudah dikenal sebagai bahan pangan yang murah meriah. Justru, kalau ia memaksakan diri untuk menaikkan harga, pembeli bisa beralih ke bahan pangan lainnya. Sehingga, ujung-ujungnya usahanya bisa mengalami penurunan produksi. "Tempe itu terlanjur dikenal sebagai makanan yang harga jualnya murah. Kalau dinaikkan, yang beli tentu berpikir untuk membelinya," sebutnya.

Sehari-harinya, Sabdullah memproduksi sekitar 300 potong tempe dengan keperluan kedelai sebagai bahan baku antara 90 sampai satu kuintal. Ia berharap, harga plastik kembali normal. 

Selain itu, ia juga berharap harga kedelai di pasaran  yang saat ini seharga Rp 10.950 per kilogram, bisa stabil di kisaran Rp 8 ribu sampai Rp 9 ribu per kilogram. Dengan demikian, ia bisa kembali menambah ketebalan ukuran tempe seperti sebelumnya. 

wartawan
JIN
Category

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click

Diskominfo Tabanan Tegaskan Isu Pemadaman Internet Nasional 3 Hari Adalah Hoaks

balitribune.co.id | Tababan - Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh beredarnya informasi palsu (hoaks) terkait isu pemadaman jaringan internet secara nasional selama tiga hari yang disebut-sebut dimulai pada 25 September 2026.

Tags
Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Tags
Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.